Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

NASA Akan Kirim 10 Ilmuwan Untuk Teliti Kutub Selatan Bulan

Media Indonesia
30/3/2026 14:13
NASA Akan Kirim 10 Ilmuwan Untuk Teliti Kutub Selatan Bulan
Citra satelit kutub selatan bulan dan cekungan Schrodinger.(Dok NASA)

NASA telah memilih 10 ilmuwan partisipan untuk membantu merancang rencana sains bagi para astronaut yang akan bertugas di permukaan bulan di bawah program Artemis. 

Tugas utama tim ini mencakup penempatan instrumen ilmiah, melakukan observasi kritis di lokasi pendaratan, hingga pengumpulan sampel batuan Bulan. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya memahami karakteristik bulan tersebut secara lebih mendalam.

Joel Kearns, Deputy Associate Administrator for Exploration di Science Mission Directorate, NASA, menyampaikan apresiasinya terhadap tim ini. 

“Para ilmuwan terpilih akan membawa kekayaan keahlian ke dalam tim ini untuk memastikan kita mendukung kru di Bulan dalam mencapai tujuan sains misi tersebut. Menjelajahi permukaan bulan dan melaksanakan tujuan sains Amerika Serikat adalah langkah utama menuju operasi berkelanjutan di Bulan dan persiapan untuk eksplorasi manusia ke Mars.”

Para ilmuwan yang terpilih berasal dari berbagai institusi ternama, di antaranya adalah:
- Kristen Bennett dari Northern Arizona University
- Aleksandra Gawronska dari The Catholic University of America
- Timothy Glotch dari State University of New York
- Paul Hayne dari University of Colorado, Boulder
- Erica Jawin dari Smithsonian Institution
- Jeannette Luna dari Tennessee Technological University
- Sabrina Martinez dari NASA’s Johnson Space Center
- Jamie Molaro, dari Planetary Science Institute
- Hanna Sizemore, dari Planetary Science Institute
- Catherine Weitz dari Planetary Science Institute

Tim ini akan bergabung dengan tim sains permukaan bulan Artemis pertama yang dipimpin oleh Noah Petro selaku ilmuwan proyek di NASA’s Goddard Space Flight Center, serta Padi Boyd sebagai wakil ilmuwan proyek. Mereka akan mendukung tim geologi perdana Artemis yang dipimpin oleh Brett Denevi dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory.

Lakiesha Hawkins, Pelaksana Tugas Deputy Associate Administrator di Exploration Systems Development Mission Directorate NASA, menjelaskan bahwa program Artemis membuka peluang bagi jenis pekerjaan ilmiah yang mampu merombak pemahaman mengenai Bulan serta membuka jalan bagi berbagai penemuan baru.

Ia menegaskan, “Pekerjaan yang akan disumbangkan oleh para ilmuwan ini sebelum, selama, dan setelah misi akan membantu kita memanfaatkan setiap langkah yang diambil astronaut di permukaan bulan dan memastikan kita belajar sebanyak mungkin dari era baru eksplorasi manusia ini.”

Selama misi berlangsung, para astronaut akan mendarat di dekat Kutub Selatan Bulan, sebuah lanskap ekstrem yang memiliki kawah-kawah gelap yang mungkin mengandung es, serta puncak pegunungan yang hampir selalu terpapar cahaya matahari.

Misi ini bertujuan menggali lebih dalam pertanyaan-pertanyaan yang telah menarik perhatian ilmuwan sejak era Apollo, seperti sejarah dampak pada Bulan hingga lokasi deposit es dangkal. 

Melalui program Artemis, NASA berkomitmen membangun fondasi kuat bagi kehadiran manusia secara berkelanjutan di Bulan serta mempersiapkan langkah besar berikutnya, yaitu misi berawak pertama ke planet Mars. (Nadhira Izzati A/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya