Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MISI rover Perseverance milik NASA kembali menghadirkan temuan penting terkait sejarah planet Mars. Kali ini, rover tersebut berhasil menemukan jejak sistem sungai purba dan delta purba yang terkubur jauh di bawah permukaan Kawah Jezero.
Temuan ini menjadi bukti baru bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang hangat dan basah, sekaligus memperpanjang periode waktu di mana planet tersebut berpotensi mendukung kehidupan.
Selama lima tahun menjelajahi Kawah Jezero, Perseverance telah mengungkap berbagai bukti keberadaan air di masa lalu. Kawah ini sendiri diyakini merupakan bekas danau besar yang terbentuk akibat tumbukan asteroid sekitar empat miliar tahun lalu.
Namun, penemuan terbaru justru berasal dari bawah permukaan. Dengan menggunakan radar penembus tanah, rover ini mendeteksi lapisan sedimen hingga kedalaman lebih dari 35 meter. Dari hasil pengamatan tersebut, ilmuwan menemukan struktur menyerupai lereng sungai dan saluran berkelok yang menunjukkan aktivitas aliran air purba.
Menariknya, struktur ini diperkirakan terbentuk sekitar 4,2 miliar tahun lalu, lebih tua ratusan juta tahun dibandingkan delta yang terlihat di permukaan Mars saat ini.
Para ilmuwan menilai temuan ini menunjukkan bahwa Kawah Jezero tidak hanya mengalami satu periode aliran air, melainkan beberapa fase yang berlangsung dalam waktu lama. Artinya, terdapat lebih banyak kesempatan bagi Mars untuk mendukung kehidupan di masa lalu.
Delta yang terkubur tersebut juga dianggap sebagai bukti kuat bahwa aktivitas air berlangsung secara berkelanjutan, bukan sekadar peristiwa sesaat. Fenomena ini mirip dengan pembentukan delta di Bumi, yang umumnya terjadi melalui beberapa tahap dan saling tumpang tindih.
Dengan kondisi geologis yang relatif masih terjaga, Mars menjadi target utama bagi para astrobiolog dalam mencari bukti kehidupan di luar Bumi. Para peneliti berharap planet ini dapat memberikan bukti paling kuat sejauh ini mengenai keberadaan kehidupan purba.
Tak hanya itu, studi tentang Mars juga berpotensi membantu menjawab pertanyaan besar tentang asal-usul kehidupan di Bumi. Sejumlah ilmuwan menduga tumbukan asteroid di masa lalu bisa memindahkan material dari Mars ke Bumi, termasuk kemungkinan mikroorganisme.
Berbeda dengan Bumi yang mengalami banyak perubahan geologis, permukaan Mars relatif lebih stabil. Hal ini membuat catatan sejarah planet tersebut tetap terjaga dengan baik, termasuk jejak-jejak sungai purba yang telah berusia miliaran tahun.
Di Bumi, batuan dengan usia serupa umumnya telah mengalami perubahan akibat panas, tekanan, dan aktivitas air, sehingga sulit menyimpan jejak aslinya.
Para peneliti menegaskan bahwa temuan ini bukan akhir dari eksplorasi di Kawah Jezero. Data yang telah dikumpulkan oleh Perseverance masih terus dianalisis, dan diyakini masih banyak informasi penting yang belum terungkap.
(Scientific American/H-3)
BLUE Origin bersama NASA kini tengah mengembangkan sebuah misi ambisius yang dirancang untuk melindungi Bumi.
Administrator NASA Jared Isaacman umumkan rencana pembangunan pangkalan manusia permanen di Bulan mulai 2027.
NASA umumkan pengembangan SR-1 Freedom, pesawat luar angkasa bertenaga nuklir untuk misi Mars 2028. Teknologi ini diprediksi bakal merevolusi cara manusia menjelajahi tata surya.
Empat astronaut misi Artemis II NASA telah tiba di Florida. Bersiap meluncur 1 April mendatang, ini menjadi misi berawak pertama ke Bulan sejak era Apollo 17 tahun 1972.
NASA alihkan fokus ke pangkalan Bulan. Saham Intuitive Machines melonjak, Firefly Aerospace ikut diuntungkan.
Mars tidak selalu kering dan tandus seperti sekarang. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa miliaran tahun lalu, planet merah ini pernah mengalami hujan deras bahkan salju.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved