Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Misi Perseverance NASA Temukan Jejak Sungai Purba Tertua di Mars

Abi Rama
28/3/2026 23:10
Misi Perseverance NASA Temukan Jejak Sungai Purba Tertua di Mars
Preseverance Rover.(Dok. NASA)

MISI rover Perseverance milik NASA kembali menghadirkan temuan penting terkait sejarah planet Mars. Kali ini, rover tersebut berhasil menemukan jejak sistem sungai purba dan delta purba yang terkubur jauh di bawah permukaan Kawah Jezero.

Temuan ini menjadi bukti baru bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang hangat dan basah, sekaligus memperpanjang periode waktu di mana planet tersebut berpotensi mendukung kehidupan.

Selama lima tahun menjelajahi Kawah Jezero, Perseverance telah mengungkap berbagai bukti keberadaan air di masa lalu. Kawah ini sendiri diyakini merupakan bekas danau besar yang terbentuk akibat tumbukan asteroid sekitar empat miliar tahun lalu.

Namun, penemuan terbaru justru berasal dari bawah permukaan. Dengan menggunakan radar penembus tanah, rover ini mendeteksi lapisan sedimen hingga kedalaman lebih dari 35 meter. Dari hasil pengamatan tersebut, ilmuwan menemukan struktur menyerupai lereng sungai dan saluran berkelok yang menunjukkan aktivitas aliran air purba.

Menariknya, struktur ini diperkirakan terbentuk sekitar 4,2 miliar tahun lalu, lebih tua ratusan juta tahun dibandingkan delta yang terlihat di permukaan Mars saat ini.

Bukti Aktivitas Air yang Berulang

Para ilmuwan menilai temuan ini menunjukkan bahwa Kawah Jezero tidak hanya mengalami satu periode aliran air, melainkan beberapa fase yang berlangsung dalam waktu lama. Artinya, terdapat lebih banyak kesempatan bagi Mars untuk mendukung kehidupan di masa lalu.

Delta yang terkubur tersebut juga dianggap sebagai bukti kuat bahwa aktivitas air berlangsung secara berkelanjutan, bukan sekadar peristiwa sesaat. Fenomena ini mirip dengan pembentukan delta di Bumi, yang umumnya terjadi melalui beberapa tahap dan saling tumpang tindih.

Peluang Menemukan Jejak Kehidupan

Dengan kondisi geologis yang relatif masih terjaga, Mars menjadi target utama bagi para astrobiolog dalam mencari bukti kehidupan di luar Bumi. Para peneliti berharap planet ini dapat memberikan bukti paling kuat sejauh ini mengenai keberadaan kehidupan purba.

Tak hanya itu, studi tentang Mars juga berpotensi membantu menjawab pertanyaan besar tentang asal-usul kehidupan di Bumi. Sejumlah ilmuwan menduga tumbukan asteroid di masa lalu bisa memindahkan material dari Mars ke Bumi, termasuk kemungkinan mikroorganisme.

Berbeda dengan Bumi yang mengalami banyak perubahan geologis, permukaan Mars relatif lebih stabil. Hal ini membuat catatan sejarah planet tersebut tetap terjaga dengan baik, termasuk jejak-jejak sungai purba yang telah berusia miliaran tahun.

Di Bumi, batuan dengan usia serupa umumnya telah mengalami perubahan akibat panas, tekanan, dan aktivitas air, sehingga sulit menyimpan jejak aslinya.

Para peneliti menegaskan bahwa temuan ini bukan akhir dari eksplorasi di Kawah Jezero. Data yang telah dikumpulkan oleh Perseverance masih terus dianalisis, dan diyakini masih banyak informasi penting yang belum terungkap.

(Scientific American/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya