Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Peneliti Ungkap Dampak Asteroid 160 Meter yang Mengguncang Bumi

Abi Rama
21/3/2026 22:38
Peneliti Ungkap Dampak Asteroid 160 Meter yang Mengguncang Bumi
Ilustrasi(freepik)

PENELITIAN terbaru mengungkap bahwa sebuah asteroid besar pernah menghantam kawasan Laut Utara dan memicu tsunami raksasa dengan ketinggian lebih dari 100 meter. Temuan ini sekaligus memperkuat dugaan bahwa struktur Silverpit merupakan kawah hasil tumbukan benda langit.

Riset yang dilansir dari Science Daily ini dipimpin oleh Uisdean Nicholson dari Heriot-Watt University, Skotlandia. Tim peneliti memanfaatkan data pencitraan seismik terbaru serta sampel geologi dari bawah dasar laut untuk mengungkap asal-usul kawah tersebut.

Menurut Nicholson, teknologi terbaru memungkinkan para ilmuwan melihat struktur kawah secara lebih detail dibandingkan sebelumnya. Dari analisis tersebut, ditemukan kristal kuarsa dan feldspar yang mengalami tekanan ekstrem atau _shock_.

Mineral ini hanya dapat terbentuk akibat tekanan sangat tinggi seperti yang terjadi saat asteroid menghantam Bumi, sehingga menjadi bukti kuat bahwa Silverpit terbentuk akibat tumbukan.

Asteroid Picu Tsunami Setinggi 100 Meter

Berdasarkan hasil penelitian, asteroid dengan diameter sekitar 160 meter menghantam dasar laut dengan sudut rendah dari arah barat. Tabrakan ini memicu ledakan besar di dasar laut.

Dalam hitungan menit, tumbukan tersebut menciptakan semburan batuan dan air setinggi sekitar 1,5 kilometer sebelum akhirnya runtuh kembali ke laut. Peristiwa ini menghasilkan tsunami raksasa dengan ketinggian lebih dari 100 meter atau sekitar 330 kaki.

Gelombang besar tersebut kemudian menyebar ke berbagai wilayah di sekitarnya, menunjukkan betapa dahsyatnya dampak dari satu peristiwa tumbukan asteroid.

Selama bertahun-tahun, asal-usul kawah Silverpit sempat menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Namun, penelitian terbaru ini dinilai sebagai bukti kuat yang mengakhiri perdebatan tersebut.

Gareth Collins dari Imperial College London menyebut temuan ini sebagai bukti kunci yang selama ini dicari. Ia menilai hipotesis tumbukan asteroid merupakan penjelasan paling masuk akal sejak awal.

Dengan adanya bukti baru ini, para ilmuwan kini dapat lebih fokus mempelajari bagaimana tumbukan asteroid membentuk struktur bawah permukaan Bumi.

Silverpit kini diklasifikasikan sebagai kawah tumbukan berkecepatan tinggi yang langka dan terawetkan dengan baik. Secara global, hanya sekitar 200 kawah tumbukan yang ditemukan di daratan dan sekitar 33 di bawah laut.

Penemuan ini menempatkan Silverpit sejajar dengan kawah terkenal seperti Kawah Chicxulub di Meksiko yang terkait dengan kepunahan dinosaurus, serta Kawah Nadir di lepas pantai Afrika Barat.

Sumber: Science Daily.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik