Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BUKTI bahwa Planet Mars pernah memiliki air dalam jumlah besar. Mulai dari delta sungai, mineral yang terbentuk akibat interaksi dengan air, hingga struktur permukaan yang menyerupai bentang alam di Bumi, semuanya mengarah pada satu kesimpulan, Mars pada masa lalu adalah planet yang basah. Namun, satu pertanyaan penting masih menjadi misteri, yakni seperti apa iklim Mars kala itu, apakah dingin dan tertutup es, atau justru relatif hangat dengan air yang stabil.
Penelitian terbaru dikutip dari IFL Science melaporkan bahwa sekitar 3 miliar tahun lalu, Mars diduga pernah memiliki samudra raksasa yang membentang di seluruh belahan utara planet tersebut.
Kesimpulan tersebut berasal dari studi tim peneliti yang meneliti Valles Marineris, sistem ngarai terbesar di Tata Surya. Ngarai ini membentang lebih dari 4.000 kilometer dengan lebar mencapai 200 kilometer, menjadikannya struktur geologi yang sangat penting untuk memahami sejarah Mars.
Fokus penelitian diarahkan ke wilayah tenggara Coprates Chasma, bagian dari Valles Marineris yang diyakini pernah menjadi lokasi danau purba yang sangat dalam. Di area ini, para peneliti menemukan struktur geologi yang disebut scarp-fronted deposits (SFDs), yakni endapan yang menunjukkan adanya aliran sungai yang mengalir ke arah dalam ngarai.
Menariknya, seluruh endapan SFD tersebut ditemukan pada ketinggian yang hampir sama, yakni di antara minus 3.750 hingga minus 3.650 meter. Keseragaman ini mengindikasikan bahwa permukaan air di dalam ngarai pada masa lalu bersifat stabil.
Berdasarkan temuan tersebut, air di dalam ngarai diperkirakan mencapai kedalaman sekitar satu kilometer di beberapa titik. Jika kondisi ini benar, maka dataran rendah di belahan utara Mars hampir pasti juga ikut tergenang air. Dengan kata lain, Mars kemungkinan pernah memiliki samudra luas yang menutupi sebagian besar belahan utaranya.
Penulis utama penelitian dari penelitian ini, Ignatius Argadestya dari University of Bern, Swiss menyebut temuan ini sebagai bukti keberadaan samudra terbesar dan terdalam dalam sejarah Mars. Menurutnya, Mars di masa lalu tidak hanya basah, tetapi juga menyerupai Bumi.
“Kita mengenal Mars sebagai planet kering dan merah. Namun hasil penelitian kami menunjukkan bahwa di masa lalu Mars adalah planet biru, mirip dengan Bumi,” ungkap Argadestya.
Keberadaan samudra raksasa ini membuka kemungkinan bahwa Mars pernah memiliki kondisi yang mendukung kehidupan. Meski demikian, apakah planet tersebut benar-benar pernah dihuni makhluk hidup masih belum dapat dipastikan.
Pencarian jawaban atas misteri tersebut diperkirakan akan memakan waktu lebih lama, terutama setelah Amerika Serikat membatalkan misi Mars Sample Return, yang semula bertujuan membawa sampel batuan Mars ke Bumi untuk diteliti lebih lanjut.
Profesor Fritz Schlunegger, ahli Geologi Eksogen dari University of Bern, menyebut penelitian ini menarik karena memungkinkan para ilmuwan menerapkan konsep geologi yang dikembangkan di Bumi untuk memahami planet lain.
Dalam studi ini, tim menggunakan pendekatan sedimentologi, yaitu dengan membandingkan lingkungan pengendapan sedimen di Bumi dan Mars. Metode tersebut membantu peneliti menafsirkan bagaimana air mengalir dan mengendap di permukaan Mars pada masa lampau.
(IFL Science/H-4)
Ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi bidang tektit pertama yang pernah ditemukan di Brasil.
Penelitian terbaru menunjukkan inti Bumi menyimpan hidrogen dalam jumlah besar, yang bisa menjelaskan terbentuknya air dari dalam planet, bukan hanya dari komet.
Ilmuwan temukan lubang gravitasi di Antartika yang semakin kuat selama jutaan tahun, memicu pergeseran air laut dan memengaruhi stabilitas es kutub.
BUMI awal 2026 krusial, CIC tinggal 2,81% usai divestasi, free float 41,31% dongkrak likuiditas. Target 330-344, stop loss 250; volume kunci. Waspadai koreksi MSCI!!
Tanpa keseimbangan sempurna dari elemen-elemen ini, sebuah planet berbatu mungkin tampak layak huni di permukaannya, namun secara mendasar tidak akan mampu mendukung kehidupan biologis.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pangkas RKAB batu bara 2026 jadi 600 juta ton. Cek dampaknya ke harga saham emiten batu bara hari ini.
Efek dehidrasi ringan akan semakin terasa jika tubuh tidak terhidrasi selama sekitar tiga jam.
Sejumlah astronom menemukan cadangan air terbesar yang pernah diketahui di alam semesta. Lautan ini ditemukan di sebuah quasar raksasa yang berjarak sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Dalam uji cobanya, para peneliti menempatkan sampel material penyerap dalam ruangan dengan tingkat kelembapan yang berbeda-beda.
PERUSAHAAN air minum dalam kemasan (AMDK) mesti melakukan konservasi air melalui penanaman pohon, perawatan daerah aliran sungai (DAS), dan penguatan area resapan air.
KEBERHASILAN Depo Air Minum Biru didorong oleh tiga faktor utama. Apa saja itu?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved