Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejumlah astronom menemukan cadangan air terbesar yang pernah diketahui di alam semesta. Lautan ini ditemukan di sebuah quasar raksasa yang berjarak sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi. Melansir dari laman Leravi, massa air di lokasi ini diperkirakan mencapai 140 triliun kali lebih banyak dibandingkan seluruh massa air di lautan Bumi.
Penemuan ini mengubah pemahaman ilmuwan tentang bagaimana air terbentuk dan tersebar di galaksi, sekaligus menunjukkan bahwa air ternyata telah ada melimpah sejak masa awal alam semesBumi
Samudra raksasa ini ditemukan di sekitar quasar bernama APM 08279+5255, inti galaksi yang sangat terang karena ditenagai oleh lubang hitam supermasif di pusatnya. Quasar ini berasal dari era ketika alam semesta masih sangat muda, sehingga cahaya yang kita lihat sekarang berasal dari lebih dari 12 miliar tahun yang lalu.
Lubang hitam di pusat quasar ini memiliki massa sekitar 20 miliar kali Matahari dan memancarkan energi setara dengan cahaya dari seribu triliun Matahari. Lingkungan ekstrem inilah yang memungkinkan terbentuknya uap air dalam jumlah yang luar biasa besar.
Cadangan air tersebut berupa awan uap air raksasa yang membentang sejauh ratusan tahun cahaya. Suhunya sekitar minus 81 derajat Fahrenheit, atau sekitar lima kali lebih hangat dibandingkan suhu rata-rata awan galaksi biasa.
Kerapatan gas di wilayah ini mencapai hingga 100 kali lebih padat dibanding awan antarbintang normal. Kondisi ini dipicu oleh pancaran sinar-X dan inframerah yang sangat kuat dari quasar, yang mendorong pembentukan molekul air dalam jumlah besar.
Para ilmuwan memperkirakan cadangan gas ini juga berperan sebagai bahan bakar pertumbuhan lubang hitam tersebut, yang berpotensi membuatnya membesar hingga enam kali lipat dari ukurannya sekarang.
Penemuan ini melengkapi bukti bahwa air tersebar luas di alam semesta. Air telah ditemukan dalam berbagai bentuk, mulai dari uap dan es di awan antarbintang seperti di Nebula Orion, pada piringan gas di sekitar bintang muda seperti PDS 70, hingga di komet dan asteroid di tata surya kita. Bahkan beberapa planet di luar tata surya juga menunjukkan jejak air. Salah satunya adalah K2-18b, sebuah super-Bumi yang memiliki uap air di atmosfernya.
Semua temuan ini menegaskan bahwa air bukanlah unsur langka atau eksklusif milik Bumi, melainkan bagian mendasar dari struktur kosmik. (E-3)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pangkas RKAB batu bara 2026 jadi 600 juta ton. Cek dampaknya ke harga saham emiten batu bara hari ini.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Selain memengaruhi medan magnet, struktur panas bawah tanah ini mungkin berdampak pada tata letak benua-benua di planet in
Fenomena Bulan yang disebut perlahan menjauh dari Bumi kembali ramai dibahas. Di media sosial, narasinya cepat melebar,
Adanya gaya pasang surut tersebut menyebabkan lautan bergelombang dan membentuk dua tonjolan, mengarah dan menjauhi Bulan.
Salah satu aspek paling penting dari penelitian ini adalah memastikan bahwa hidrogen yang ditemukan bukan hasil kontaminasi dari lingkungan Bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved