Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJAGA kecukupan cairan tubuh sering kali dianggap sepele, padahal perannya sangat krusial bagi kesehatan, terutama fungsi ginjal. Ginjal bekerja menyaring zat sisa dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, sehingga kekurangan asupan air dapat berdampak langsung pada kinerjanya.
Dokter spesialis penyakit dalam, Dr. Cynthia Natalia, Sp.PD, AIFO-K, menjelaskan bahwa kebutuhan cairan harian sangat penting untuk menjaga keseimbangan metabolisme, fungsi organ, hingga konsentrasi. “Kurang minum air putih bukan hanya soal rasa haus, tapi juga berdampak pada kinerja tubuh secara menyeluruh,” ujarnya, dikutip dari laman RS Tzu Chi Hospital.
Pada satu jam pertama tanpa asupan cairan, tubuh umumnya masih mampu beradaptasi. Namun setelah itu, kadar cairan perlahan menurun. Produksi air liur berkurang, mulut terasa kering, dan otak mulai mengirimkan sinyal haus. Pada kondisi ini, konsentrasi dapat ikut menurun, terlebih jika seseorang beraktivitas fisik atau berada di ruangan berpendingin udara.
Efek dehidrasi ringan akan semakin terasa jika tubuh tidak terhidrasi selama sekitar tiga jam. Beberapa keluhan yang kerap muncul antara lain sakit kepala ringan, rasa lelah, sulit fokus, kulit terasa lebih kering, serta warna urine yang menjadi lebih pekat—tanda awal tubuh kekurangan cairan.
Dr. Cynthia juga mengingatkan bahwa kebiasaan kurang minum air putih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. “Di antaranya risiko batu ginjal akibat penumpukan mineral yang tidak terlarut dengan baik, serta gangguan konsentrasi dan kelelahan kronis, terutama pada pekerja aktif dan lansia,” jelasnya.
Untuk menghindari dampak dehidrasi dan menjaga kesehatan ginjal, konsumsi air minum idealnya dilakukan setiap satu hingga dua jam. Namun, menjaga pola hidrasi yang baik tidak hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas air yang dikonsumsi.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jenis minuman yang dikonsumsi turut memengaruhi kesehatan jangka panjang. Penelitian yang dilakukan Bint-E-Zahra, ahli biologi molekuler dari Institute of Molecular Biology & Biotechnology Bahauddin Zakariya University, Pakistan, menyebutkan bahwa konsumsi minuman berperasa dan bergula berkaitan dengan meningkatnya risiko sindrom metabolik.
Dalam penelitiannya yang dipublikasikan di National Journal of Health Sciences pada 2019, disebutkan bahwa konsumsi air minum murni dapat mengurangi risiko penurunan kemampuan kerja ginjal hingga 11% dibandingkan dengan mengonsumsi minuman berperasa dan mengandung gula.
Sejalan dengan temuan tersebut, air minum murni menjadi salah satu pilihan untuk mendukung hidrasi yang lebih optimal. Amidis, misalnya, dikenal sebagai air minum murni (demineral yang telah dimasak) yang diproses melalui teknologi multifiltrasi dan distilasi.
Head of Marketing Amidis, Astrid Adelaide Siregar, menjelaskan bahwa proses produksi ini dilakukan dengan pemanasan hingga 110 derajat Celsius. “Uap air yang dihasilkan benar-benar murni karena tidak ada kontaminan apa pun. Proses multifiltrasi dan distilasi menjadi teknologi keamanan ekstra untuk menjaga kualitas air minum,” jelasnya.
Selain kualitas air, aspek kepraktisan juga menjadi perhatian keluarga modern. Amidis menghadirkan galon sekali pakai berukuran 15 liter yang telah berlabel BPA Free, sehingga aman dikonsumsi seluruh anggota keluarga dan tidak memerlukan proses isi ulang.
Commercial Director PT Amidis Tirta Mulia, Susilo Gunadi, menegaskan bahwa penyediaan air minum berkualitas merupakan bagian dari komitmen perusahaan. “Memastikan keluarga Indonesia mendapatkan air minum dengan kualitas terbaik merupakan visi dan misi kami,” ujarnya.
Dengan menjaga kebiasaan minum air putih secara teratur dan memilih air minum yang berkualitas, masyarakat dapat mendukung fungsi ginjal tetap optimal serta menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, terutama di tengah aktivitas harian yang padat. (P-3)
Tanpa asupan cairan yang cukup dan keadaan tubuh yang tidak fit seperti sedang flu atau sehabis begadang, kombinasi tersebut sering kali menjadi penyebab heat stroke yang ada di Indonesia.
Manusia umumnya disarankan minum sekitar 2 liter atau 8 gelas air per hari, tergantung aktivitas, suhu lingkungan, dan kondisi tubuh.
Penyakit ginjal yang berkaitan dengan kekurangan cairan tubuh antara lain infeksi yang menyebabkan peradangan dan batu ginjal.
Selama menjalani puasa, dehidrasi atau kekurangan cairan pada tubuh merupakan hal yang bisa saja terjadi. Karenanya penting untuk mengatur asupan cairan.
Kebutuhan minum kucing dapat dihitung dengan mengalikan berat badan kucing (dalam kilogram) dengan 60 ml.
Ginjal yang berfungsi dengan baik memastikan bahwa tubuh bebas dari limbah berbahaya dan cairan berlebih.
Ginjal berperan penting dalam membuang limbah metabolik melalui urin, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, serta memproduksi hormon pengatur tekanan darah.
Berdasarkan informasi dari Francisco Kidney and Medical Centre di Singapura, sebagian besar pasien yang mengalami penyakit ginjal kronis tidak merasakan gejala di tahap awal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved