Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENURUNAN fungsi ginjal sering kali tak terdeteksi hingga mencapai tahap yang lebih serius. Gejala yang muncul cenderung samar, sehingga banyak individu baru menyadari adanya kerusakan ginjal ketika kondisi sudah sangat parah. Ini menjadi perhatian yang serius mengingat ginjal memainkan peran krusial dalam menyaring racun, mengatur cairan dalam tubuh, serta menjaga keseimbangan elektrolit.
Berdasarkan informasi dari Francisco Kidney and Medical Centre di Singapura, sebagian besar pasien yang mengalami penyakit ginjal kronis tidak merasakan gejala di tahap awal.
"Sayangnya, banyak pasien dengan penyakit ginjal tidak merasakan gejala. Mereka baru menyadari kondisi ini ketika sudah cukup parah atau memasuki fase lanjut," ungkap Dr. Francisco, dokter spesialis ginjal [MD (Meksiko) & MRCP (Inggris)], seorang imunolog [MSc (Inggris), Ph.D. (Inggris)], dan pelatih kesehatan internasional.
Ada beberapa ciri penurunan fungsi ginjal yang seharusnya diwaspadai. Gejala-gejala tersebut meliputi kelelahan yang tidak biasa, mual, perubahan warna dan jumlah urin, pembengkakan di area tertentu seperti kaki dan wajah, rasa gatal, serta rasa logam di mulut. Selain itu, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan nyeri di bagian pinggang bawah juga bisa menjadi tanda-tanda peringatan.
Faktor risiko penurunan fungsi ginjal lebih tinggi pada individu dengan riwayat hipertensi, diabetes, obesitas, usia lanjut, serta mereka yang menjalani gaya hidup tidak sehat. Mengingat penyakit ini dapat berkembang tanpa disadari, pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok yang berisiko.
Untuk mencegah penurunan fungsi ginjal, menerapkan gaya hidup sehat sangatlah penting. Mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah merupakan langkah utama, karena kedua kondisi tersebut merupakan penyebab utama kerusakan ginjal. Menjaga pola makan dengan mengurangi asupan garam, lemak jenuh, dan makanan olahan juga sangat disarankan.
Tak kalah penting, menjaga berat badan ideal dan mencukupi kebutuhan air putih minimal dua liter per hari akan membantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal. Hindari kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta penggunaan obat pereda nyeri tanpa resep dokter sebagai bagian dari upaya pencegahan. Pemeriksaan rutin melalui tes darah dan urin juga sangat dianjurkan untuk deteksi dini.
Dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten serta memahami tanda-tanda awal kerusakan ginjal, masyarakat dapat melindungi diri dari risiko penyakit ginjal kronis yang berbahaya.
Sumber: franciscokidneycentre, halosehat
Berdasarkan laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) penyakit ginjal adalah menurunnya fungsi ginjal dalam menyaring zat sisa metabolisme dalam darah dan membuangnya melalui urine.
Rasa lelah ini tidak hilang meski sudah istirahat. Ginjal yang sakit gagal memproduksi hormon erythropoietin. Hormon ini penting untuk pembentukan sel darah merah.
Minuman sereh memiliki berbagai manfaat bagi tubuh, seperti membantu pencernaan, menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah, serta mengurangi risiko penyakit jantung.
Di tahap awal, mayoritas pasien penyakit ginjal tidak mempunyai gejala yang khas sehingga penyakit ini sering terlambat diketahui.
Kalau sudah mengalami gangguan ginjal, maka minum air putih memang tidak boleh berlebihan karena ginjal sudah kehilangan atau mengalami kekurangan kemampuan untuk menyaring cairan.
Menurut penelitian natrium bikarbonat yang terkandung dalam soda kue dapat membantu memperlambat perburukan kondisi penyakit ginjal kronis
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved