Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
GINJAL berperan penting dalam membuang limbah metabolik melalui urin, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, serta memproduksi hormon pengatur tekanan darah. Ketika fungsi ginjal terganggu, racun dan cairan dapat menumpuk dan menyebabkan kerusakan organ lainnya.
Salah satu langkah penting untuk menjaga atau meningkatkan fungsi ginjal adalah melalui pola makan yang tepat. Umumnya, penderita gangguan ginjal dianjurkan membatasi konsumsi makanan tinggi natrium, kalium, fosfor, dan protein berlebih.
Meski tidak ada makanan yang bisa langsung memulihkan fungsi ginjal, beberapa jenis makanan terbukti mendukung kesehatan ginjal dan memperlambat kerusakan lebih lanjut.
Ikan seperti salmon, tuna, kembung, dan sarden kaya akan omega-3, yang membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat—dua faktor yang memperburuk penyakit ginjal. Pilih ikan rendah natrium dan konsumsi 2–3 kali per minggu.
Beberapa sayuran aman dan bermanfaat untuk ginjal, terutama yang rendah kalium, fosfor, dan natrium. Contoh yang direkomendasikan meliputi:
Sayuran ini dapat diolah dengan cara dikukus atau ditumis ringan tanpa banyak garam.
Buah-buahan seperti apel, nanas, persik, dan buah beri (stroberi, bluberi, rasberi) kaya akan vitamin, serat, serta antioksidan. Kandungannya membantu menstabilkan gula darah, menjaga tekanan darah, dan melindungi ginjal dari stres oksidatif.
Selain menjaga pola makan, penderita gangguan ginjal disarankan melakukan perubahan gaya hidup berikut:
Setiap individu memiliki kondisi ginjal yang berbeda. Oleh karena itu, sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan pola makan terbaik yang sesuai kondisi medis Anda. (Alodokter/Z-10)
Efek dehidrasi ringan akan semakin terasa jika tubuh tidak terhidrasi selama sekitar tiga jam.
Ginjal yang berfungsi dengan baik memastikan bahwa tubuh bebas dari limbah berbahaya dan cairan berlebih.
Berdasarkan informasi dari Francisco Kidney and Medical Centre di Singapura, sebagian besar pasien yang mengalami penyakit ginjal kronis tidak merasakan gejala di tahap awal.
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved