Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BATU ginjal, yang sebelumnya lebih sering terjadi pada orang dewasa usia paruh baya, kini semakin umum ditemukan pada generasi muda, termasuk Gen Z. Laporan global menunjukkan peningkatan kasus batu ginjal pada kelompok usia 20–30 tahun, yang dipicu oleh perubahan gaya hidup modern.
Batu ginjal terbentuk akibat endapan mineral dan garam di ginjal ketika urine menjadi terlalu pekat. Zat-zat seperti kalsium, oksalat, dan asam urat mengkristal dan membentuk batu yang dapat bervariasi ukuran, mulai dari sebesar pasir hingga sebesar kacang polong. Batu ginjal bisa tetap berada di ginjal atau bergerak melalui saluran kemih, seringkali menyebabkan rasa sakit yang hebat saat melewati ureter.
Gejala batu ginjal muncul saat batu mulai bergerak di saluran kemih, sering kali ditandai dengan nyeri tajam di punggung bawah atau samping yang bisa menjalar ke perut bawah dan selangkangan.
Gejala lainnya meliputi urine keruh atau berdarah, sering buang air kecil (anyang-anyangan), mual, muntah, dan rasa sakit saat buang air kecil. Pada kasus yang parah, demam dan menggigil bisa terjadi jika infeksi bersamaan.
Menurut National Kidney Foundation, nyeri akibat batu ginjal sering digambarkan sebagai salah satu rasa sakit terkuat yang bisa dialami manusia, bahkan lebih sakit daripada melahirkan.
Batu ginjal kini semakin banyak ditemukan pada anak muda, termasuk remaja dan bahkan anak-anak. Kondisi ini terjadi ketika mineral dan bahan lain yang biasanya terdapat dalam urine bersatu dan membentuk batu di saluran kemih. Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini adalah:
Mengonsumsi minuman manis, seperti soda dan jus kemasan, dapat meningkatkan risiko batu ginjal pada remaja. Penelitian menunjukkan bahwa kadar gula tinggi, terutama fruktosa, dapat meningkatkan pelepasan kalsium, oksalat, dan asam urat dalam urine, yang berperan dalam pembentukan batu ginjal.
Selain itu, minuman manis memiliki efek diuretik, yang menyebabkan dehidrasi dan pengentalan urine, sehingga mempercepat kristalisasi mineral.
Remaja yang secara rutin mengonsumsi lebih dari satu porsi minuman manis sehari memiliki risiko 23-33% lebih besar terkena batu ginjal dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.
Minuman berkarbonasi dan berenergi yang mengandung asam fosfat juga bisa memengaruhi keseimbangan pH urine, yang mendukung terbentuknya batu kalsium fosfat. Sebaliknya, air putih, jus lemon segar, atau susu rendah lemak justru membantu melarutkan mineral yang dapat menyebabkan batu ginjal.
Makanan yang kaya garam dapat meningkatkan risiko batu ginjal pada anak muda. Setiap garam yang dikonsumsi diserap tubuh dan masuk ke dalam urine. Garam dapat menarik kalsium ke dalam urine, dan jika terlalu banyak, bisa menyebabkan pembentukan endapan keras di ginjal.
Dehidrasi adalah faktor risiko utama pembentukan batu ginjal, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah dengan suhu panas atau sering beraktivitas di luar ruangan.
Ketika tubuh kurang cairan, urine menjadi lebih pekat, meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal. Oleh karena itu, penting bagi anak muda untuk menjaga asupan cairan yang cukup.
Gaya hidup sedentari atau kurang gerak di kalangan generasi muda juga meningkatkan risiko batu ginjal. Kurangnya aktivitas fisik mengurangi metabolisme tubuh, termasuk proses pengeluaran mineral melalui urine. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar kalsium, oksalat, dan asam urat dalam urine, yang berkontribusi pada pembentukan batu ginjal.
Penelitian menunjukkan bahwa remaja yang menghabiskan lebih dari 8 jam setiap hari dalam posisi duduk (seperti menonton TV atau bekerja di depan komputer) memiliki kemungkinan 30-50% lebih besar mengalami batu ginjal dibandingkan mereka yang aktif bergerak. Kebiasaan ini sering kali disertai konsumsi makanan ringan asin dan minuman manis yang merugikan ginjal.
Untuk mencegah batu ginjal, penting untuk menjaga hidrasi tubuh dengan cukup mengonsumsi air putih. Minum lebih dari 12 gelas air setiap hari dapat membantu menjaga urine tetap encer, yang mengurangi risiko pembentukan batu ginjal.
Selain itu, konsultasi dengan ahli gizi dapat membantu merencanakan diet yang aman dan tepat.
Hindari klaim herbal atau suplemen yang belum didukung bukti medis kuat. Perubahan pola makan dan gaya hidup berbasis sains tetap menjadi langkah terbaik untuk mencegah batu ginjal. (PubMed Central/Halodoc/Z-10)
Batu ginjal merupakan kondisi medis yang terjadi ketika mineral dan garam dalam urine mengkristal dan membentuk benda keras di dalam ginjal.
Batu ginjal tidak hanya disebabkan kurang minum. Pakar nefrologi Dr. Arjun Sabharwal paparkan berbagai kondisi medis yang memicu pembentukan batu.
Popularitas almond sebagai camilan sehat terus meningkat seiring naiknya minat masyarakat terhadap pola makan bergizi.
Penelitian baru mengungkap ular dan reptil lainnya buang air dalam bentuk kristal, berpotensi mengobati penyakit asam urat dan batu ginjal pada manusia.
Dolly Parton menepis rumor kesehatannya dengan video penuh semangat di Instagram, menegaskan dirinya “tidak sekarat” setelah sang adik meminta doa publik.
Pemindaian tersebut memperlihatkan bahwa kedua ginjal pasien hampir terisi oleh ratusan batu kecil yang berdempetan seperti biji jagung.
Hal tersebut terungkap dalam Survei RIMBA atau Sukarelawan Indonesia Pembela Alam yang dilakukan pada 12 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Sekitar 85,1% responden mengaitkan stres dengan kesulitan dalam kesehatan usus, sementara kebiasaan makan yang tidak teratur juga turut memperburuk kondisi.
RUMAH bagi generasi muda kini tidak lagi semata dipilih berdasarkan luas bangunan atau jumlah kamar.
Ingin melancong ke Uni Emirat Arab? Ini 7 destinasi yang cocok bagi Gen Z dan Milenial yang ingin berkunjung ke Dubai.
Awalnya mereka merasa terinspirasi dari postingan teman-temannya, sehingga kemudian ingin ikut pula menginspirasi.
Gen Z menjadi aktor utama dan ujung tombak penggunaan teknologi digital dalam memberikan inovasi ekosistem keuangan digital
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved