Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
DOSEN FISIP Universitas Indonesia (UI) sekaligus pengamat politik, Cecep Hidayat, mengatakan, gaya komunikasi Sekretariat Kabinet (Setkab) Letkol Teddy Indra Wijaya berhasil mengubah persepsi publik terhadap institusi Istana yang selama ini dianggap kaku dan berjarak.
Cecep memandang fenomena ini sebagai bentuk adaptasi institusi negara terhadap logika media digital. Menurutnya, pendekatan yang lebih friendly mampu membangun kedekatan emosional antara lembaga tinggi negara dengan masyarakat.
“Dengan pendekatan komunikasi yang lebih friendly, maka akan ada framing atau bingkai Istana sebagai ruang kerja yang profesional yang terbuka. Sehingga pendekatan komunikasi ini bisa membangun kedekatan emosional, bukan hanya legitimasi legal," ujar Cecep, dalam keterangannya, Sabtu, (21/2).
Cecep menyoroti gaya komunikasi Seskab Teddy yang sangat relevan dengan karakteristik generasi muda saat ini, khususnya Gen Z. Di era di mana narasi visual lebih mendominasi, langkah Setkab yang tampil lebih kasual dianggap sebagai langkah yang tepat.
"Karakteristik Gen Z memang pendekatan komunikasi yang lebih kasual, yang visual, yang mungkin lebih manusiawi, dan juga behind the scenes. Nah jadi ini sangat relevan dengan logika komunikasi digital saat ini. Institusi Setkab mengikuti logika media digital," jelasnya.
Menurut Cecep, keterbukaan ini menunjukkan adanya modernisasi birokrasi, di mana legitimasi tidak lagi hanya dibentuk di ruang formal seperti parlemen, tetapi juga melalui sirkulasi narasi di media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Terkait program rutin kunjungan pelajar ke kantor Setkab, Cecep menilai hal tersebut sebagai strategi komunikasi simbolik yang kuat. Langkah ini dianggap mampu mentransformasi citra kekuasaan menjadi lebih inklusif.
"Ketika ruang itu dibuka untuk pelajar, terjadi transformasi dari ruang sakral menjadi ruang publik. Itu dapat dibaca sebagai reproduksi legitimasi negara secara halus. Dalam jangka panjang, ini bisa menjadi nation building melalui exposure yang top," papar Cecep.
Ia menambahkan bahwa pengalaman para pelajar mengunjungi pusat pengambilan keputusan akan membekas dalam memori kolektif mereka hingga masa depan.
Meski memberikan apresiasi positif, Cecep memberikan catatan bahwa keberhasilan Seskab Teddy akan sangat ditentukan oleh konsistensi antara narasi visual dengan kebijakan yang substantif.
"Langkah keterbukaan Seskab ini dapat dipahami sebagai modernisasi transparansi birokrasi. Namun, Letkol Teddy keberhasilannya sangat ditentukan oleh konsistensi kebijakan yang substantif, bukan sekadar simbolik. Perlu keterbukaan informasi yang lebih dalam, tidak hanya di medsos saja, tapi bagaimana praktiknya lebih berhasil," tutup Cecep. (H-3)
Seskab Teddy Indra Wijaya mengungkap 12 pengusaha raksasa AS yang bertemu Presiden Prabowo di Washington. Simak daftar bos BlackRock hingga pemilik Inter Milan.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Tren fragrance elitism menunjukkan bahwa konsumen tidak lagi hanya mencari wangi yang enak, melainkan makna emosional dan nilai personal dari sebotol parfum.
Dirjen Polpum Kemendagri, Akmal Malik mendorong agar rumah ibadah di Indonesia tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Kemudahan transaksi digital, mulai dari one-click checkout hingga godaan promo di notifikasi ponsel, menjadi pemicu utama tingginya perilaku konsumtif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved