Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Pakar Komunikasi Apresiasi Gaya Komunikasi Seskab Teddy

Putri Rosmalia Octaviyani
21/2/2026 19:24
Pakar Komunikasi Apresiasi Gaya Komunikasi Seskab Teddy
DOSEN FISIP Universitas Indonesia (UI) sekaligus pengamat politik, Cecep Hidayat.(Dok. Antara)

DOSEN FISIP Universitas Indonesia (UI) sekaligus pengamat politik, Cecep Hidayat, mengatakan, gaya komunikasi Sekretariat Kabinet (Setkab) Letkol Teddy Indra Wijaya berhasil mengubah persepsi publik terhadap institusi Istana yang selama ini dianggap kaku dan berjarak.

Cecep memandang fenomena ini sebagai bentuk adaptasi institusi negara terhadap logika media digital. Menurutnya, pendekatan yang lebih friendly mampu membangun kedekatan emosional antara lembaga tinggi negara dengan masyarakat.

“Dengan pendekatan komunikasi yang lebih friendly, maka akan ada framing atau bingkai Istana sebagai ruang kerja yang profesional yang terbuka. Sehingga pendekatan komunikasi ini bisa membangun kedekatan emosional, bukan hanya legitimasi legal," ujar Cecep, dalam keterangannya, Sabtu, (21/2).

Cecep menyoroti gaya komunikasi Seskab Teddy yang sangat relevan dengan karakteristik generasi muda saat ini, khususnya Gen Z. Di era di mana narasi visual lebih mendominasi, langkah Setkab yang tampil lebih kasual dianggap sebagai langkah yang tepat.

"Karakteristik Gen Z memang pendekatan komunikasi yang lebih kasual, yang visual, yang mungkin lebih manusiawi, dan juga behind the scenes. Nah jadi ini sangat relevan dengan logika komunikasi digital saat ini. Institusi Setkab mengikuti logika media digital," jelasnya.

Menurut Cecep, keterbukaan ini menunjukkan adanya modernisasi birokrasi, di mana legitimasi tidak lagi hanya dibentuk di ruang formal seperti parlemen, tetapi juga melalui sirkulasi narasi di media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Terkait program rutin kunjungan pelajar ke kantor Setkab, Cecep menilai hal tersebut sebagai strategi komunikasi simbolik yang kuat. Langkah ini dianggap mampu mentransformasi citra kekuasaan menjadi lebih inklusif.

"Ketika ruang itu dibuka untuk pelajar, terjadi transformasi dari ruang sakral menjadi ruang publik. Itu dapat dibaca sebagai reproduksi legitimasi negara secara halus. Dalam jangka panjang, ini bisa menjadi nation building melalui exposure yang top," papar Cecep.

Ia menambahkan bahwa pengalaman para pelajar mengunjungi pusat pengambilan keputusan akan membekas dalam memori kolektif mereka hingga masa depan.

Meski memberikan apresiasi positif, Cecep memberikan catatan bahwa keberhasilan Seskab Teddy akan sangat ditentukan oleh konsistensi antara narasi visual dengan kebijakan yang substantif.

"Langkah keterbukaan Seskab ini dapat dipahami sebagai modernisasi transparansi birokrasi. Namun, Letkol Teddy keberhasilannya sangat ditentukan oleh konsistensi kebijakan yang substantif, bukan sekadar simbolik. Perlu keterbukaan informasi yang lebih dalam, tidak hanya di medsos saja, tapi bagaimana praktiknya lebih berhasil," tutup Cecep. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya