Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PERILAKU konsumen generasi muda tengah membentuk ulang cara industri pariwisata dalam merancang dan memasarkan produk perjalanan.
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Chief Growth Officer HBX Group, Mark Antipof, mengungkapkan bahwa pergeseran ini memaksa pelaku industri untuk tidak lagi hanya mengandalkan strategi diskon. Hal tersebut ia sampaikan dalam ajang MarketHub Asia 2026 yang digelar di Bali, Rabu.
“Bagi generasi Z, yang terpenting bukan harga, melainkan nilai dan pengalaman yang mereka dapatkan,” ujar Mark dalam kesempatan tersebut.
Mark menjelaskan bahwa preferensi Gen Z cenderung pada pengalaman yang terasa unik dan personal.
Selain itu, aspek visibilitas di ekosistem digital juga menjadi pertimbangan penting, di mana destinasi yang dipilih harus dapat dibagikan melalui media sosial.
Inovasi teknologi, termasuk Kecerdasan Buatan (AI) dan media sosial, berperan besar dalam membentuk persepsi serta menjadi sumber inspirasi perjalanan bagi generasi ini.
Meskipun harga tetap masuk dalam pertimbangan pembelian, ketatnya persaingan membuat pengalaman yang berbeda dan bermakna menjadi pendorong utama, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dalam paparannya, Mark juga menyoroti segmen pariwisata mewah yang masih menunjukkan pertumbuhan kuat.
Namun, terdapat pergeseran makna kemewahan di mata wisatawan masa kini. Kemewahan tidak lagi identik dengan harga tinggi, melainkan kualitas pengalaman seperti resor eksklusif, layanan personal, dan akses khusus yang memberikan rasa istimewa.
Selain preferensi destinasi, dinamika geopolitik global turut mengubah pola pemesanan. Mark mencatat bahwa wisatawan kini cenderung melakukan pemesanan lebih impulsif dan dalam waktu yang lebih dekat dengan tanggal keberangkatan (short lead time).
Ke depan, industri pariwisata dituntut untuk lebih fokus pada penciptaan pengalaman yang terhubung, relevan, dan bernilai.
Dengan pendekatan ini, perjalanan tidak hanya dianggap sebagai aktivitas konsumsi, tetapi telah menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup Generasi Z.
“Orang tetap bepergian. Yang berubah adalah kapan dan ke mana mereka pergi, serta pengalaman apa yang mereka cari,” pungkas Mark. (Ant/Z-1)
Dalam dunia bisnis dan investasi, terlalu banyak pilihan justru menciptakan distraksi dan kelelahan mental. Bagi Timothy Ronald, menyederhanakan hidup adalah kunci utama pertumbuhan.
Kampanye #PlayMyWay dilakukan sepanjang 2025 dengan berbagai aktivitas yang merangkul berbagai pihak untuk menghadirkan pengalaman autentik.
Fenomena ini sering membuat kita bertanya-tanya, apakah waktu memang benar-benar berubah, atau hanya cara kita merasakannya yang berbeda.
AKTRIS Nikita Willy dan suaminya, Indra Priawan sering meluangkan waktu untuk berlibur bersama kedua anak mereka. Hal tersebut tampak dari foto-foto momen berlibur
Gajah Tidur yang Terbangun: 50 Tahun Inovasi Digital Metrodata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Pulau Sumba semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, bertransformasi menjadi kawasan pedestrian penuh mulai 2026.
Industri pariwisata Bali bersiap menghadapi lonjakan permintaan akomodasi pada Maret 2026 seiring berdekatannya Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved