Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Pengalaman Jadi Penentu Utama, Gen Z Ubah Wajah Industri Pariwisata Dunia

Basuki Eka Purnama
10/2/2026 10:48
Pengalaman Jadi Penentu Utama, Gen Z Ubah Wajah Industri Pariwisata Dunia
Ilustrasi(Freepik)

PERILAKU konsumen generasi muda tengah membentuk ulang cara industri pariwisata dalam merancang dan memasarkan produk perjalanan. 

Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.

Chief Growth Officer HBX Group, Mark Antipof, mengungkapkan bahwa pergeseran ini memaksa pelaku industri untuk tidak lagi hanya mengandalkan strategi diskon. Hal tersebut ia sampaikan dalam ajang MarketHub Asia 2026 yang digelar di Bali, Rabu.

“Bagi generasi Z, yang terpenting bukan harga, melainkan nilai dan pengalaman yang mereka dapatkan,” ujar Mark dalam kesempatan tersebut.

Unik dan Personal

Mark menjelaskan bahwa preferensi Gen Z cenderung pada pengalaman yang terasa unik dan personal. 

Selain itu, aspek visibilitas di ekosistem digital juga menjadi pertimbangan penting, di mana destinasi yang dipilih harus dapat dibagikan melalui media sosial.

Inovasi teknologi, termasuk Kecerdasan Buatan (AI) dan media sosial, berperan besar dalam membentuk persepsi serta menjadi sumber inspirasi perjalanan bagi generasi ini. 

Meskipun harga tetap masuk dalam pertimbangan pembelian, ketatnya persaingan membuat pengalaman yang berbeda dan bermakna menjadi pendorong utama, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Redefinisi Kemewahan dan Pola Pemesanan

Dalam paparannya, Mark juga menyoroti segmen pariwisata mewah yang masih menunjukkan pertumbuhan kuat. 

Namun, terdapat pergeseran makna kemewahan di mata wisatawan masa kini. Kemewahan tidak lagi identik dengan harga tinggi, melainkan kualitas pengalaman seperti resor eksklusif, layanan personal, dan akses khusus yang memberikan rasa istimewa.

Selain preferensi destinasi, dinamika geopolitik global turut mengubah pola pemesanan. Mark mencatat bahwa wisatawan kini cenderung melakukan pemesanan lebih impulsif dan dalam waktu yang lebih dekat dengan tanggal keberangkatan (short lead time).

Fokus pada Konektivitas dan Identitas

Ke depan, industri pariwisata dituntut untuk lebih fokus pada penciptaan pengalaman yang terhubung, relevan, dan bernilai. 

Dengan pendekatan ini, perjalanan tidak hanya dianggap sebagai aktivitas konsumsi, tetapi telah menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup Generasi Z.

“Orang tetap bepergian. Yang berubah adalah kapan dan ke mana mereka pergi, serta pengalaman apa yang mereka cari,” pungkas Mark. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya