Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Navigasi Emosional dalam Sebotol Parfum: Cara Gen Z Definisikan Diri Lewat Aroma

Nadhira Izzati A
15/2/2026 06:06
Navigasi Emosional dalam Sebotol Parfum: Cara Gen Z Definisikan Diri Lewat Aroma
Acara peluncuran lini terbaru Casablanca Eau de Parfum di M Bloc Space pada Sabtu (14/2).(MI/Nadhira Izzati A)

BAGI generasi yang tumbuh di era ekspresi diri yang intens, fungsi parfum telah mengalami pergeseran fundamental. Jika dahulu parfum dianggap sebagai pelengkap penampilan atau sekadar penyamar bau badan, bagi Generasi Z, aroma kini menjadi alat navigasi emosional dan penegas karakter individu.

Potret perubahan perilaku ini menjadi sorotan utama saat Casablanca, brand ikonik di bawah naungan PT Priskila, meluncurkan lini terbaru mereka: Casablanca Homme & Femme Eau de Parfum, Sabtu (14/2). 

Peluncuran ini sekaligus menjadi jawaban atas tren fragrance elitism yang sempat mendominasi pasar global sepanjang 2021-2023 berdasarkan data Mintel Global New Product Database (GNPD).

Aroma sebagai Jangkar Emosi

Tren fragrance elitism menunjukkan bahwa konsumen tidak lagi hanya mencari wangi yang enak, melainkan makna emosional dan nilai personal dari sebotol parfum. 

Fenomena ini ditangkap oleh Casablanca sebagai kebutuhan Gen Z akan "teman" yang mampu menyesuaikan kondisi psikologis mereka di tengah dinamika harian.

"Belakangan ini tuh kita melihat bahwa sebenarnya generasi muda saat ini menggunakan parfum tuh nggak cuma sekadar pakai gitu aja. Mereka ingin parfum yang dipakai itu bisa bikin percaya diri, tapi di sisi lain juga harus sesuai dengan karakter mereka," ujar X’Tyna Martha, Brand Manager Casablanca.

Untuk mendukung navigasi emosional yang konsisten, Casablanca menghadirkan inovasi kualitas wangi 12 jam dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp26.000. 

Produk ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa ketahanan parfum berbanding lurus dengan harga yang selangit. Martha menegaskan bahwa kurasi ketat terhadap pemasok dilakukan guna memastikan kualitas tetap tinggi namun tetap ramah di kantong generasi muda.

Parfum dan Kesehatan Mental

Lebih jauh lagi, penggunaan parfum kini kian erat dikaitkan dengan konsep self-love dan kesehatan mental. Cassandra Lee, selaku Brand Ambassador Casablanca, menceritakan bagaimana parfum menjadi alat untuk mengelola mood di tengah jadwal yang padat.

"Parfum itu bisa mendorong kepercayaan diri kita. Ketika kita pilih parfum yang cocok, baik itu saat harus ketemu banyak orang atau lagi menjalani hari yang hektik, parfum membantu menyesuaikan mood dan menyiapkan kita untuk menjalani hari itu," tutur Cassandra.

Visi ini pun diperkuat oleh Risa Trisanti, Head of Marketing PT Priskila. Ia menegaskan bahwa inovasi ini merupakan investasi bagi generasi muda agar memiliki fondasi percaya diri yang kuat untuk berkembang.

Sebagai bagian dari kampanye "Unlock Your Spiritz", Casablanca juga menggelar aktivasi #SpiritzOnTheMove di M Bloc pada 14–16 Februari 2026. 

Ruang eksplorasi ini menjadi sarana bagi Gen Z untuk mengenal berbagai karakter aroma secara lebih personal, sekaligus merayakan momen Valentine sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya