Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA membahas batu ginjal, persepsi yang paling umum adalah kondisi ini disebabkan kurangnya konsumsi air. Dr. Arjun Sabharwal, MBBS, nefrolog, menegaskan batu ginjal tidak hanya disebabkan asupan air yang rendah, melainkan oleh berbagai faktor tersembunyi lainnya.
"Batu ginjal tidak disebabkan oleh asupan air yang rendah semata. Batu ginjal terbentuk karena kombinasi faktor metabolik, diet, genetik, dan medis. Hal ini telah ditunjukkan dengan jelas dalam berbagai penelitian besar yang dipublikasikan di The New England Journal of Medicine (NEJM), American Journal of Kidney Diseases (AJKD), dan Nature Reviews Nephrology," jelas Sabharwal.
Asupan air yang rendah memang meningkatkan risiko batu dengan membuat urine lebih pekat. Studi mengonfirmasi kasus batu yang berulang selalu memerlukan evaluasi metabolik penuh, termasuk tes urine 24 jam untuk mengidentifikasi penyebab akar yang sebenarnya. "Jika batu terus kembali, jangan hanya menambah air temukan jenis batu Anda dan obati akar penyebabnya," saran Sabharwal.
Batu ginjal menyebabkan nyeri tajam di punggung atau samping, darah dalam urine, dan mual ketika menghalangi aliran urine. Meskipun banyak orang menyalahkan asupan air yang rendah, batu terbentuk dari campuran faktor metabolik, diet, genetik, dan medis.
Asupan air rendah memang memekatkan urine dan meningkatkan risiko. Batu berulang memerlukan pemeriksaan lengkap dengan tes urine 24 jam untuk menemukan penyebab sebenarnya. Mengobati akar masalah akan menyelesaikan masalah secara lebih efektif daripada hanya menambah air.
Kalsium urine tinggi atau hypercalciuria, memengaruhi 30-60% pembentuk batu ginjal. Kondisi ini terjadi ketika ginjal membocorkan kalsium, atau tubuh menyerap terlalu banyak kalsium dari makanan.
Hal ini memicu pembentukan kristal kalsium oksalat atau fosfat yang kemudian tumbuh menjadi batu. Studi menunjukkan ketidakseimbangan ini menyebabkan kejenuhan berlebih (supersaturation) dalam urine, bahkan dengan hidrasi yang baik.
Tes urine 24 jam dapat mendeteksinya, dan obat-obatan seperti thiazides dapat menurunkan output kalsium. Mengelola diet, menjaga hidrasi, dan mengikuti panduan medis dapat secara signifikan mengurangi risiko kekambuhan batu dan melindungi kesehatan ginjal.
Oksalat tinggi dalam urine berasal dari makanan seperti bayam, kacang-kacangan, cokelat, atau suplemen vitamin C berlebihan. Oksalat mengikat kalsium dan membentuk batu oksalat yang tajam, jenis batu yang paling umum. Masalah usus, seperti rendahnya bakteri Oxalobacter formigenes, dapat meningkatkan penyerapan oksalat hingga 10-50%.
Hyperoxaluria primer bersifat genetik dan langka, namun kondisinya parah. Bahkan orang dengan pola makan normal pun bisa terkena jika volume urine turun atau asupan kalsium rendah. Untuk mengatasinya, batasi makanan tinggi oksalat, dan pasangkan dengan makanan kaya kalsium untuk mengikat oksalat di usus.
Sitrat berfungsi sebagai penghalang alami dengan mengikat kalsium dan menaikkan pH urine untuk melarutkan kristal. Sitrat urine yang rendah (hypocitraturia) menyerang 20-60% pasien batu.
Penyebabnya meliputi diare kronis, protein hewani tinggi, kekurangan kalium, atau infeksi. Tanpa sitrat, batu kalsium tumbuh cepat. Urine asam akibat olahraga atau obat-obatan memperburuk kondisi ini. Studi besar mengaitkan sitrat rendah dengan kekambuhan batu bahkan pada orang yang terhidrasi dengan baik.
Asam urat tinggi membentuk batu asam pada 5-10% kasus, seringkali berasal dari konsumsi daging merah, makanan laut, atau gout. Asam urat menurunkan pH urine dan menjadi inti (seed) bagi batu kalsium oksalat. Sindrom metabolik meningkatkan risiko ini melalui resistensi insulin. Protein hewani tinggi menambah beban asam, menurunkan sitrat.
Obesitas dan diabetes melipatgandakan peluang. Tinjauan NEJM menunjukkan diet kaya purin meningkatkan risiko 2-3 kali. Untuk mengatasinya, kurangi konsumsi daging, dan tambahkan sayuran untuk keseimbangan.
Asupan garam yang tinggi menarik kalsium ke dalam urine, konsumsi lebih dari 6g per hari menggandakan risiko batu. Kalsium makanan yang rendah gagal mengikat oksalat di usus, meningkatkan penyerapannya.
Untuk pencegahan, dapatkan 1.000-1.200mg kalsium dari produk susu atau sayuran hijau, bukan dari suplemen, karena kelebihan vitamin C berubah menjadi oksalat. Studi mengonfirmasi pergeseran diet ini menyebabkan batu selain dehidrasi. Batasi natrium di bawah 2.300mg, dan konsumsi kalsium bersamaan dengan makanan.
Obesitas, diabetes, gout, masalah tiroid, Inflammatory Bowel Disease (IBD), dan Infeksi Saluran Kemih (ISK) mengubah kimia urine. Sementara itu, riwayat keluarga meningkatkan risiko 2,5 kali melalui gen seperti gen untuk hypercalciuria. Obat-obatan seperti diuretik, topiramate, atau antasida kalsium juga dapat memicu pembentukan batu ginjal. (Times Entertainment/Z-2)
Batu ginjal merupakan kondisi medis yang terjadi ketika mineral dan garam dalam urine mengkristal dan membentuk benda keras di dalam ginjal.
GAYA hidup anak muda zaman sekarang ternyata bisa mempercepat seseorang terkena gagal ginjal atau batu ginjal, yakni kondisi adanya benda mirip seperti batu yang berasal dari zat kimia.
PENYAKIT batu ginjal menjadi hal yang relatif umum terjadi di masyarakat. Untuk mencegahnya, terdapat beberapa minuman rumahan yang mudah dan murah untuk mencegah batu ginjal.
PENYAKIT batu ginjal atau nefrolitiasis merupakan kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja. Namun, tentu ada faktor risiko yang membuat seseorang lebih berisiko terkena penyakit batu ginjal.
Ginjal bisa rusak tanpa gejala awal. Simak 8 kebiasaan sehari-hari yang diam-diam merusak fungsi ginjal menurut pakar kesehatan.
Sarapan sering dianggap sebagai fondasi penting untuk memulai hari. Namun, dibalik kepraktisannya, ada sejumlah menu sarapan yang populer namun berisiko bagi kesehatan ginjal.
Berdasarkan laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) penyakit ginjal adalah menurunnya fungsi ginjal dalam menyaring zat sisa metabolisme dalam darah dan membuangnya melalui urine.
Anda bisa menambahkan kale ke dalam salad, ditumis dengan bumbu, atau diolah menjadi smoothies.
Mengonsumsi makanan yang tidak sehat dapat meningkatkan jumlah racun yang harus disaring oleh ginjal, sehingga memberatkan kerjanya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved