Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA ini, para dokter sering mendapati fakta bahwa lebih dari separuh pasien penyakit ginjal kronis akhirnya meninggal dunia akibat komplikasi jantung. Namun, alasan spesifik di balik keterkaitan erat kedua organ ini selalu menjadi misteri medis, hingga saat ini.
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan tim ahli dari UVA Health dan Mount Sinai berhasil mengungkap penyebab utamanya. Ternyata, ginjal yang rusak melepaskan partikel kecil ke dalam aliran darah yang secara aktif "meracuni" jantung. Partikel ini membawa materi genetik yang mengganggu fungsi jantung dan dapat memicu gagal jantung.
Penemuan ini berfokus pada apa yang disebut sebagai circulating extracellular vesicles (EVs). Secara alami, hampir semua sel memproduksi vesikel ini sebagai "kurir" untuk mengangkut protein dan material antar-sel.
Namun, pada pengidap penyakit ginjal kronis, vesikel yang dihasilkan membawa RNA non-coding kecil yang disebut miRNA. Peneliti menemukan miRNA ini bersifat toksik bagi jaringan jantung. Melalui uji laboratorium, para ilmuwan membuktikan bahwa menghentikan sirkulasi vesikel ini secara signifikan memperbaiki fungsi jantung dan mengurangi tanda-tanda gagal jantung.
"Dokter selalu bertanya-tanya bagaimana organ seperti ginjal dan jantung berkomunikasi satu sama lain. Kami menunjukkan bahwa EV dari ginjal dapat berpindah ke jantung dan bersifat toksik," ujar peneliti Dr. Uta Erdbrügger, ilmuwan kedokteran internal dari University of Virginia. "Kami baru saja mulai memahami komunikasi ini."
Penyakit ginjal kronis sendiri merupakan ancaman serius yang menyerang 1 dari 7 orang dewasa di Amerika Serikat. Kondisi ini sangat umum terjadi pada penderita diabetes dan hipertensi. Karena ginjal dan jantung sering kali mengalami kerusakan secara diam-diam, banyak pasien baru menyadari kondisinya setelah kerusakan permanen terjadi.
Temuan ini membuka pintu bagi pengembangan tes darah baru untuk mengidentifikasi pasien ginjal yang memiliki risiko tertinggi terkena masalah jantung. Selain itu, para peneliti berharap dapat menciptakan terapi yang mampu memblokir atau menetralkan vesikel berbahaya tersebut sebelum sempat merusak jantung.
"Harapan kami adalah mengembangkan biomarker dan opsi pengobatan baru bagi pasien ginjal kami yang berisiko terkena penyakit jantung," tambah Dr. Erdbrügger. "Berpotensi, pekerjaan kami akan meningkatkan pengobatan presisi sehingga setiap pasien mendapatkan perawatan tepat yang mereka butuhkan."
Penelitian ini diharapkan menjadi langkah besar dalam mempercepat transisi dari penemuan laboratorium menjadi terapi nyata yang dapat menyelamatkan nyawa jutaan orang di seluruh dunia. (Science Daily/z-2)
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Ilmuwan kembangkan tes leher sederhana untuk mendeteksi risiko tinggi gagal jantung. Skrining cepat ini efektif bagi pria berisiko tinggi sebelum gejala muncul.
Kenali berbagai jenis penyakit jantung seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, aritmia, dan lainnya. Pelajari penyebab dan gejalanya di sini.
PENELITIAN yang dipublikasikan di Journal of the American College of Cardiology mengungkapkan bahwa tanda-tanda serangan jantung, strok, atau gagal jantung sebetulnya dapat dicegah.
Para peneliti menganalisis data dari 88. 905 orang dewasa yang menggunakan sensor pada pergelangan tangan untuk memantau paparan cahaya selama seminggu
Ginjal bisa rusak tanpa gejala awal. Simak 8 kebiasaan sehari-hari yang diam-diam merusak fungsi ginjal menurut pakar kesehatan.
Batu ginjal tidak hanya disebabkan kurang minum. Pakar nefrologi Dr. Arjun Sabharwal paparkan berbagai kondisi medis yang memicu pembentukan batu.
Sarapan sering dianggap sebagai fondasi penting untuk memulai hari. Namun, dibalik kepraktisannya, ada sejumlah menu sarapan yang populer namun berisiko bagi kesehatan ginjal.
Berdasarkan laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) penyakit ginjal adalah menurunnya fungsi ginjal dalam menyaring zat sisa metabolisme dalam darah dan membuangnya melalui urine.
Anda bisa menambahkan kale ke dalam salad, ditumis dengan bumbu, atau diolah menjadi smoothies.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved