Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Tes Sederhana di Leher Bisa Bantu Deteksi Risiko Gagal Jantung 

Cornelius Juan Prawira
30/11/2025 13:43
Tes Sederhana di Leher Bisa Bantu Deteksi Risiko Gagal Jantung 
Ilustrasi(freepik)

KABAR baik datang dari dunia medis untuk upaya deteksi dini masalah jantung. Para ilmuwan mengembangkan tes sederhana yang non-invasif. Tes ini dilakukan di bagian leher, dan mampu mengidentifikasi risiko tinggi gagal jantung.

Uji coba yang didukung British Heart Foundation (BHF) menunjukkan potensi besar. Tes ini diharapkan dapat menjadi alat skrining cepat, terutama untuk kelompok berisiko.

Mekanisme tes pada pembuluh leher

Tes ini melibatkan pemindaian sederhana pada leher. Meskipun detail teknisnya kompleks, secara dasar tes ini bertujuan memeriksa perubahan pada pembuluh darah. 

Pembuluh darah di leher, seperti arteri karotis, memberikan petunjuk penting tentang bagaimana jantung bekerja. Gangguan pada fungsi jantung sering memengaruhi aliran dan tekanan darah di pembuluh utama ini. Melalui pemindaian, para ahli dapat mengukur indikator yang terkait dengan gagal jantung.

Fokus pada deteksi dini pria berisiko

Studi awal menunjukkan tes ini sangat efektif dalam mendeteksi pria yang berisiko tinggi mengalami gagal jantung. Gagal jantung adalah kondisi kronis di mana jantung tidak mampu memompa darah secara efisien. 

Dengan identifikasi risiko yang cepat dan mudah, pasien dapat segera mendapatkan intervensi. Intervensi dini sangat penting untuk mencegah perkembangan kondisi yang mengancam jiwa.

Potensi skrining massal

Keunggulan utama tes ini terletak pada kesederhanaannya. Dibandingkan dengan prosedur kardiologi yang rumit dan mahal, tes leher ini dapat dilakukan dengan cepat. 

Hal ini membuka peluang besar untuk skrining massal. Skrining yang mudah diakses dapat membantu dokter mengidentifikasi ribuan orang berisiko sebelum gejala gagal jantung muncul. (mountelizabeth/bhf/ucl/edinburghlive/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya