Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Salah Kombinasi Konsumsi Almond Bisa Picu Batu Ginjal

Sekar Arum Pramudita
15/11/2025 13:01
 Salah Kombinasi Konsumsi Almond Bisa Picu Batu Ginjal
Ilustrasi(Freepik)

Popularitas almond sebagai camilan sehat terus meningkat seiring naiknya minat masyarakat terhadap pola makan bergizi. Almond kerap dikombinasikan dengan beragam jenis makanan dalam hidangan sehari-hari karena memiliki kandungan lemak sehat, protein, serat, serta berbagai vitamin dan mineral yang tinggi.

Namun, pakar gizi mengingatkan bahwa tidak semua kombinasi aman dikonsumsi. Beberapa bahan justru dapat menimbulkan gangguan pencernaan, menghambat penyerapan nutrisi, bahkan meningkatkan risiko batu ginjal bila dikonsumsi bersamaan dengan almond.

Dalam tradisi Ayurveda, almond dikategorikan sebagai bahan yang sebaiknya dikonsumsi secara terpisah. Sistem pengobatan kuno tersebut mengenal konsep viruddha ahara, yakni kombinasi makanan yang dianggap tidak selaras dan bisa menghasilkan racun metabolik (ama).

Berikut adalah bahaya mengonsumsi almond dengan makanan tertentu:

1. Ketidaknyamanan Pencernaan

Kombinasi dengan makanan asam seperti jeruk, lemon, atau grapefruit juga tidak disarankan. Buah-buahan sitrus memiliki tingkat keasaman yang tinggi, sedangkan almond kaya serat dan lemak sehat yang memerlukan waktu pencernaan lebih panjang. Perbedaan kandungan ini dapat memicu rasa tidak nyaman, seperti kembung dan nyeri perut, serta mengganggu penyerapan mineral, terutama kalsium.

2. Hambat Penyerapan Mineral

Almond yang dicampur dengan produk susu seperti yogurt atau krim, misalnya, disebut dapat mengganggu keseimbangan pencernaan karena perbedaan proses pengolahan di dalam tubuh. Produk susu juga mengandung kasein, protein yang berpotensi menghambat penyerapan mineral penting dalam almond, termasuk zat besi dan magnesium.

Selain itu, bahan makanan berbasis kedelai seperti tahu, mengandung fitat yang dapat mengikat mineral dan menghambat penyerapannya. Bila dikonsumsi bersamaan dengan almond yang juga kaya mineral, efek penghambatan tersebut menjadi lebih signifikan. Selain itu, kandungan fitoestrogen dalam kedelai dapat memengaruhi keseimbangan hormon bila dikonsumsi dalam jumlah tinggi.

3. Peningkatan Berat Badan

Sejumlah produk olahan seperti kue, granola bar, dan pastry biasanya juga menggunakan almond sebagai bahan tambahan. Namun, gula rafinasi dalam produk tersebut dapat memicu lonjakan gula darah dan menurunkan manfaat anti-inflamasi almond. Kombinasi ini juga memiliki kandungan kalori yang tinggi, sehingga berpotensi memicu peningkatan berat badan bila dikonsumsi berlebihan.

4. Risiko Hipertensi dan Dehidrasi

Peringatan serupa berlaku pada camilan asin tinggi natrium yang sering dicampur dengan almond dalam produk trail mix. Sodium berlebih dapat menurunkan manfaat almond terhadap kesehatan jantung dan meningkatkan risiko hipertensi. Sementara itu, alkohol sebagai minuman diuretik juga dapat menghambat proses pencernaan almond dan memicu dehidrasi jika dikonsumsi bersamaan.

5. Risiko Batu Ginjal

Para ahli juga menyoroti konsumsi almond bersama makanan tinggi oksalat, seperti bayam, bit, dan ubi jalar. Almond secara alami sudah mengandung oksalat, sehingga memadukannya dengan bahan tinggi oksalat lain dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Konsumsi oksalat berlebih berpotensi mengikat kalsium dan membentuk kristal kalsium oksalat, yaitu jenis batu ginjal yang paling umum ditemukan.

Dengan memahami berbagai kombinasi yang tidak dianjurkan, para ahli menyarankan konsumsi almond secara tanpa kombinasi apapun atau bisa juga dipadukan dengan bahan yang netral, seperti biji-bijian tanpa garam, buah kering, atau sayuran rendah oksalat. Kebiasaan sederhana ini dinilai dapat menjaga manfaat almond tetap optimal dan mencegah risiko kesehatan yang tidak diperlukan. (Times Of India/E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya