Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DIABETES tipe 2 menjadi penyebab utama berbagai masalah kesehatan serius, seperti gangguan penglihatan, gagal ginjal, serangan jantung, stroke, amputasi, infeksi, bahkan kematian dini. Lebih dari 80% orang dengan pradiabetes (gula darah tinggi dengan risiko tinggi terkena diabetes) tidak menyadari kondisi mereka. Bahkan, satu dari empat orang yang sudah terkena diabetes tidak tahu dirinya mengidap penyakit tersebut.
Namun, penelitian menunjukkan gaya hidup sehat bisa mencegah diabetes muncul sejak awal bahkan bisa memperlambat atau membalikkan perkembangannya.
Sebuah studi besar jangka panjang bernama Diabetes Prevention Program (DPP) mencoba menjawab pertanyaan ini: kita tahu pola makan dan gaya hidup tidak sehat bisa menyebabkan diabetes tipe 2, tapi apakah pola makan dan gaya hidup sehat bisa mencegahnya?
Jawabannya, iya bisa. Mayoritas kasus pradiabetes dan diabetes tipe 2 sebenarnya dapat dicegah dengan perubahan pola makan dan gaya hidup. Hal ini sudah dibuktikan melalui penelitian medis selama lebih dari 20 tahun.
Dalam studi ini, para peneliti melibatkan orang-orang dengan risiko tinggi terkena diabetes tipe 2. Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok: kelompok yang mengikuti program diet dan gaya hidup selama 24 minggu, kelompok yang diberi obat (metformin), dan kelompok yang diberi plasebo (obat kosong).
Program diet dan gaya hidup ini sangat menyeluruh, mencakup 16 kelas tentang dasar-dasar nutrisi dan strategi perilaku untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan aktivitas fisik. Peserta juga didampingi pelatih gaya hidup, mengikuti sesi olahraga terstruktur, dan mendapat dukungan klinis untuk menyusun rencana pribadi yang berkelanjutan.
Hasilnya sangat luar biasa. Setelah tiga tahun, kelompok diet dan gaya hidup mengalami penurunan risiko diabetes sebesar 58% dibandingkan dengan kelompok plasebo. Bahkan, pada peserta usia 60 tahun ke atas, risiko menurun hingga 71%. Efek ini juga bertahan lama: setelah 10 tahun, risiko mereka masih 34% lebih rendah dibandingkan kelompok plasebo.
Hasil serupa juga terlihat pada pria, perempuan, dan semua kelompok ras atau etnis. Hampir setengah dari peserta penelitian ini berasal dari kelompok minoritas.
Para dokter tidak terkejut dengan hasil ini, karena mereka sering melihat pasien pradiabetes atau diabetes mampu menurunkan kadar gula darah hanya dengan diet, olahraga, dan penurunan berat badan.
Sementara itu, kelompok yang mengonsumsi obat mengalami penurunan risiko sebesar 31% dalam tiga tahun, dan 18% setelah sepuluh tahun. Meski tidak sebesar efek gaya hidup, hasil ini tetap signifikan. Menggabungkan obat dengan perubahan gaya hidup juga boleh saja, bahkan saling memperkuat satu sama lain. Penelitian menunjukkan kombinasi ini bisa memberikan hasil yang lebih optimal.
Rekomendasi Pola Makan Untuk Mencegah (dan Membalikkan) Diabetes
Menariknya, semakin sedikit konsumsi daging, semakin rendah risiko diabetes:
Program Diabetes Prevention Program dari CDC yang digunakan di banyak klinik, bisa membantu Anda menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, dan mengelola stress. Semua ini sangat berpengaruh dalam menurunkan risiko diabetes. Program ini tersedia secara gratis.
Selain itu, Healthy Eating Plat dari Harvard T.H. Chan School of Public Health juga merupakan panduan visual yang bagus: setengah piring Anda sebaiknya berisi buah dan sayur, seperempat berisi biji-bijian utuh, dan seperempat lagi protein sehat (idealnya dari tumbuhan), dilengkapi lemak sehat dan minuman tanpa tambahan gula.
(Harvard Health/Z-2)
Magnesium disebut bantu tidur lebih nyenyak, tapi benarkah efektif? Ini fakta ilmiah, jenis terbaik, risiko, dan cara aman mengonsumsinya.
Studi terbaru ungkap rahasia jantung sehat bukan pada diet ketat, tapi pada perubahan kecil harian. Simak tips sederhana untuk pangkas risiko jantung hingga 57%.
Studi terbaru ungkap tambahan 11 menit tidur, aktivitas fisik, dan konsumsi sayur bisa menurunkan risiko penyakit jantung hingga 10%.
Penyakit jantung tak hanya dipengaruhi genetik. Ahli Mayo Clinic menyebut gaya hidup punya peran lebih besar.
Penelitian terhadap 100 ribu orang menunjukkan pola diet sehat dapat menurunkan risiko kematian hingga 24% dan membantu memperpanjang usia hidup.
Kolesterol tinggi bisa terjadi meski sudah diet, terutama usia di atas 40 tahun. Kenali penyebabnya dan langkah efektif menjaga kesehatan jantung.
Lansia yang paling disiplin menjalankan diet MIND mengalami perubahan otak yang setara dengan penundaan penuaan selama 2,5 tahun dibandingkan mereka yang tidak.
Studi terbaru ungkap diet MIND bisa memperlambat penuaan otak hingga 2,5 tahun. Tapi benarkah efeknya sebesar itu? Simak faktanya.
Brain fog merupakan gambaran umum dari penurunan kemampuan kognitif yang kerap dipicu oleh stres, perubahan hormon, hingga efek pascainfeksi.
Makanan instan dan gorengan masih mendominasi pola konsumsi masyarakat. Ahli menekankan pentingnya edukasi gizi dan peran keluarga dalam menjaga kesehatan.
Guru Besar Gizi UI Prof Sandra Fikawati peringatkan risiko porsi makan tak terkontrol saat Lebaran yang picu lonjakan gula darah dan kolesterol.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved