Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH Anda merasa terjebak di dalam angkutan umum dengan ventilasi yang buruk ketika sekelompok remaja baru saja naik setelah seharian beraktivitas? Jika iya, Anda pasti sepakat bahwa remaja cenderung memiliki bau yang tidak sedap. Ini adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri.
Seiring dengan berbagai perubahan yang terjadi selama masa pubertas, aroma khas remaja dihasilkan dari aktivasi hormonal kelenjar keringat. Keringat yang dihasilkan kemudian bercampur dengan mikroba yang khas, menciptakan bau yang unik.
Namun, hingga saat ini, komposisi kimia dari bau badan khas remaja belum sepenuhnya dipahami.
Baru-baru ini, sebuah studi yang dipimpin peneliti di Jerman telah membandingkan untuk pertama kalinya komposisi kimia bau badan antara bayi dan remaja.
Penelitian ini mengungkapkan mengapa bayi dapat berbau seperti bunga sementara remaja lebih mirip kambing saat berkeringat.
Dalam penelitian ini, dua kelompok dijadikan subjek – 18 bayi berusia antara nol hingga tiga tahun dan 18 remaja berusia antara 14 hingga 18 tahun.
Setiap subyek mengenakan kaus katun yang sudah dipersiapkan dengan bantalan yang dijahit di bawah ketiak selama satu malam.
Sebelum malam penelitian, semua subyek mengikuti protokol ketat mengenai diet dan kebersihan, terhindar dari produk pembersih beraroma serta makanan pedas.
Setelahnya, bantalan tersebut dianalisis dengan berbagai metode, termasuk kromatografi gas-spektrometri massa dan kromatografi gas-olfaktometri. Dari hasil analisis, para peneliti mengidentifikasi 42 senyawa penghasil bau yang berbeda.
Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi kimia bau badan antara bayi dan remaja cukup mirip. Namun, terdapat beberapa perbedaan kuantitatif yang signifikan yang mungkin menjadi penyebab perbedaan aroma antara kedua kelompok.
Pada bayi, senyawa yang dikenal sebagai α-isomethylionone terdeteksi dalam jumlah yang sangat tinggi, menciptakan bau yang mirip bunga.
Selain itu, bau "seperti parfum" yang tidak teridentifikasi juga berkontribusi pada aroma khas bayi.
Para peneliti berspekulasi bahwa aroma yang menyenangkan ini mungkin berasal dari sisa-sisa deterjen beraroma atau produk pembersih yang masih menempel pada bayi, meskipun mereka telah dibersihkan selama 48 jam.
Sebaliknya, profil bau remaja jauh lebih kuat. Terdapat kadar tinggi senyawa seperti asam 4-Etiloktanoat, yang diidentifikasi memiliki aroma mirip kambing, dan asam Dodekanoat yang berbau seperti lilin. Beberapa senyawa baru hanya ditemukan pada bau badan remaja.
Dua senyawa steroid, yaitu 5α-androst-16-en-3-one dan 5α-androst-16-en-3α-ol, hanya terdeteksi dalam sampel remaja dan memiliki aroma yang mirip dengan keringat, urine, musk, dan cendana.
Temuan penting dari penelitian ini adalah spekulasi bahwa perbedaan utama antara bau badan bayi dan remaja terletak pada ketidakhadiran senyawa steroid tertentu. Jadi, bukan berarti bayi tidak mengeluarkan bau yang harum, melainkan mereka tidak memproduksi senyawa steroid berbau tidak sedap yang dimiliki remaja. (New Atlas/Z-1)
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Bidan menjadi garda terdepan yang memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dan balita.
Banyak yang mengira masa remaja adalah fase pertumbuhan tercepat manusia. Ternyata, bayi tumbuh jauh lebih pesat.
Karakteristik rambut seseorang, baik pada bayi maupun orang dewasa, ditentukan oleh faktor internal dan eksternal yang jauh lebih kompleks daripada sekadar dicukur.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Jakarta menegaskan bahwa mencukur rambut bayi tidak berkaitan dengan pertumbuhan rambut yang lebih lebat.
Pemberian ASI dan susu formula mungkin hal yang kelihatannya sepele. Namun kita harus menjamin kebutuhan ibu yang memiliki bayi dalam situasi bencana.
Pramono menyampaikan masalah bau di RDF Rorotan salah satunya berasal dari air lindi yakni limbah cair dari air hujan yang menggenang pada timbunan sampah.
Ia menegaskan, sumber masalah bukan pada teknologi RDF, melainkan pada sistem pengangkutan dan penanganan sampah yang belum berjalan sesuai standar.
Saat kucing mencium sesuatu, mereka sering menunjukkan ekspresi "wajah bau" dengan mulut sedikit terbuka.
Akan ada peningkatan pada cerobong pembuangan. Ia Nantinya asap yang keluar tidak akan berwarna hitam dan tidak berbau
Penelitian terbaru yang dipimpin mengungkapkan bau badan mumifikasi Mesir Kuno memiliki aroma 'kayu,' 'pedas,' dan 'manis.'
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved