Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca di sebagian wilayah Indonesia hari ini, Kamis 30 Januari 2025.
BMKG mencatat terjadinya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia Selatan Banten, Samudra Pasifik Utara Papua dan Teluk Karpentaria yang membentuk perlambatan kecepatan angin atau konvergensi.
Terjadinya perlambatan kecepatan angin atau konvergensi ini mengakibatkan daerah yang memanjang di:
Daerah pertemuan angin atau konfluensi terpantau di:
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar sirkulasi siklonik dan sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi.
Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi hujan sedang hingga lebat dan cuaca ekstrem yang perlu di waspadai meliputi wilayah:
BMKG juga menginformasikan perlu mewaspadai peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 25 not yang terpantau di Samudra Hindia Barat Daya Bengkulu hingga Selatan Jawa Timur, Laut Cina Selatan, Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Flores, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Filipina dan Samudra Pasifik Utara Papua.
BMKG juga mengingatkan untuk waspadai banjir Rob hari ini di beberapa wilayah seperti:
BMKG juga meningatkan bahwa prakiraan cuaca merupakan gambaran umum cuaca di wilayah masing-masing.
Untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik dan terkini setiap 3 jam, masyarakat dapat memantau melalui aplikasi info BMKG yang tersedia di Play Store dan App Store atau kunjungi website info BMKG dan media sosial Instagram info BMKG.
Sumber berita: Youtube BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan.
BMKG rilis prakiraan cuaca Jakarta hari ini 22 Januari 2026. Waspada potensi hujan sedang hingga petir di Jaksel dan Jaktim. Simak detail lengkapnya.
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Isnawa mengatakan, kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.
Kejadian cuaca ekstrem tersebut diakibatkan oleh kombinasi beberapa faktor, utamanya faktor regional yaitu keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved