Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SLEEP apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang terhenti sementara selama tidur. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kualitas tidur, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
Untuk mengurangi risiko sleep apnea, diperlukan perubahan gaya hidup yang tepat. Berikut adalah beberapa cara efektif yang dapat Anda lakukan:
Salah satu penyebab utama sleep apnea adalah obesitas. Penumpukan lemak di sekitar leher dapat mempersempit saluran udara, sehingga menyebabkan gangguan pernapasan. Dengan menurunkan berat badan, risiko sleep apnea dapat berkurang secara signifikan. Mulailah dengan pola makan sehat dan olahraga teratur untuk mencapai berat badan ideal.
Alkohol dan obat penenang dapat melemaskan otot-otot di tenggorokan, yang dapat memperburuk gejala sleep apnea. Sebaiknya, hindari konsumsi alkohol terutama sebelum tidur untuk menjaga saluran udara tetap terbuka.
Tidur telentang dapat menyebabkan lidah dan jaringan lunak di belakang tenggorokan menyumbat saluran udara. Posisi tidur miring membantu menjaga saluran pernapasan tetap terbuka, sehingga mengurangi risiko terjadinya sleep apnea.
Merokok dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan di saluran pernapasan atas, yang memperburuk gejala sleep apnea. Dengan berhenti merokok, Anda tidak hanya meningkatkan kesehatan pernapasan, tetapi juga mengurangi risiko gangguan tidur lainnya.
Olahraga tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga memperbaiki kualitas tidur. Aktivitas fisik seperti jalan kaki, yoga, atau latihan pernapasan dapat menguatkan otot-otot di sekitar saluran udara, sehingga mengurangi risiko sleep apnea.
Udara kering dapat mengiritasi saluran pernapasan, sehingga memperburuk gejala sleep apnea. Menggunakan humidifier membantu menjaga kelembapan udara di kamar tidur, sehingga saluran udara tetap nyaman.
Melatih otot-otot di sekitar mulut dan tenggorokan dapat membantu mengurangi risiko sleep apnea. Beberapa latihan sederhana meliputi:
Mengucapkan vokal ("A, E, I, O, U") secara berulang dengan keras.
Menempelkan lidah ke langit-langit mulut selama beberapa detik.
Makan dalam jumlah besar sebelum tidur dapat memengaruhi kualitas tidur dan memperburuk gejala sleep apnea. Cobalah makan malam lebih awal dan hindari makanan berat atau berminyak menjelang waktu tidur.
Memiliki jadwal tidur yang teratur sangat penting untuk menjaga kualitas tidur. Usahakan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan. Pola tidur yang konsisten membantu tubuh Anda beristirahat dengan optimal.
Jika Anda mengalami gejala sleep apnea yang parah, seperti mendengkur keras, sering terbangun di malam hari, atau merasa lelah di siang hari, segera konsultasikan dengan dokter.
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan alat bantu seperti CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) untuk membantu pernapasan selama tidur.
Mengurangi risiko sleep apnea memerlukan kombinasi perubahan gaya hidup dan kebiasaan tidur yang baik.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan yang serius. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika gejala sleep apnea Anda tidak kunjung membaik. (Z-10)
GANGGUAN tidur dan pernapasan semakin mendapat perhatian dalam dunia kesehatan.
Sebuah penelitian besar di Perancis menunjukkan bahwa prevalensi insomnia berbeda-beda antar kelompok usia dan jenis kelamin, serta dipengaruhi oleh faktor sosial.
Gangguan tidur seperti sleep apnea tak boleh diabaikan. Studi terbaru menunjukkan sleep apnea dapat memicu mikroperdarahan di otak.
Studi terbaru menunjukkan ibu yang melahirkan dengan operasi caesar berisiko lebih tinggi mengalami nyeri hebat dan gangguan tidur pascapersalinan.
Kurang tidur berdampak buruk bagi kesehatan. Dari gangguan konsentrasi hingga risiko jantung dan diabetes. Simak penjelasan lengkapnya di sini!
Temukan 10 kondisi kesehatan yang sering disangka gangguan kecemasan, lengkap dengan penjelasan dan cara membedakannya untuk diagnosis yang tepat.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Fisioterapi tidak hanya berfungsi sebagai terapi kuratif pascacedera, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menjaga kapasitas fungsional tubuh dalam aktivitas sehari-hari.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved