Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER adalah salah satu penyakit mematikan yang telah merenggut jutaan nyawa di seluruh dunia.
Namun, tahukah Anda bahwa hampir setengah dari kematian akibat kanker dapat dicegah dengan melakukan perubahan gaya hidup yang sederhana namun signifikan?
Hampir setengah dari kematian akibat kanker dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup, menurut penelitian baru.
Baca juga : Manfaat Bedah Robotik untuk Mengatasi Kista dan Miom
Dilansir dari Prevention Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam CA: A Cancer Journal for Clinicians oleh American Cancer Society meneliti 30 jenis kanker dan 18 faktor risiko yang bisa diubah melalui kebiasaan hidup.
Lalu apa faktor-faktor yang risiko yang dapat diubah melalui kebiasaan hidup?
Faktor-faktor tersebut termasuk merokok, obesitas, konsumsi alkohol, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, paparan sinar matahari, dan melewatkan pemeriksaan kanker.
Baca juga : Cegah Kanker Pankreas pada Dewasa Muda dengan Hindari Gaya Hidup Sedenter
Merokok, sebagai contoh, merupakan faktor risiko utama yang bertanggung jawab atas hampir 20% dari semua kasus kanker dan 30% dari semua kematian akibat kanker.
Menurut seorang ahli hematologi dan onkologi di The Oncology Institute of Hope and Innovation Nelly Awkar-Lazo sangat penting untuk memahami bahwa kanker berkembang ketika ada kerusakan pada DNA seluler.
Penyebab kerusakan DNA sebagian besar berasal dari faktor genetik dan lingkungan.
Baca juga : Anak Muda Diimbau Ubah Gaya Hidup Pemicu Kanker
"Ketika kita berbicara tentang faktor risiko yang bisa diubah, yang kita maksud adalah faktor lingkungan yang mengandung bahan kimia karsinogenik yang menyebabkan kerusakan DNA dan kanker," jelasnya.
Berikut ini adalah beberapa perubahan gaya hidup yang dapatmencegah penyakit kanker.
Merokok adalah salah satu penyebab utama berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru-paru, mulut, tenggorokan, dan kandung kemih.
Baca juga : Pakar : Belum Ada Bukti Paparan BPA Berbahaya bagi Kesehatan
Dengan berhenti merokok, risiko terkena kanker dapat berkurang secara drastis. Bahkan, manfaat kesehatan ini mulai terasa hanya dalam beberapa bulan setelah berhenti.
Pola makan yang sehat memainkan peran penting dalam pencegahan kanker.
Mengonsumsi banyak buah, sayuran, dan biji-bijian, serta mengurangi konsumsi daging merah dan makanan olahan, dapat menurunkan risiko kanker.
Antioksidan dalam buah dan sayuran membantu melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel.
Aktivitas fisik secara teratur tidak hanya membantu menjaga berat badan ideal, tetapi juga mengurangi risiko berbagai jenis kanker seperti kanker usus besar dan payudara.
Berolahraga setidaknya 150 menit per minggu dapat memberikan perlindungan signifikan terhadap kanker.
Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorokan, hati, payudara, dan usus besar.
Mengurangi konsumsi alkohol atau menghindarinya sama sekali dapat membantu mencegah perkembangan kanker.
Kanker kulit adalah salah satu jenis kanker yang paling umum, namun dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana.
Menggunakan tabir surya, mengenakan pakaian pelindung, dan menghindari sinar matahari langsung terutama pada jam-jam terik dapat mengurangi risiko kanker kulit.
Beberapa jenis kanker disebabkan oleh infeksi virus tertentu, seperti human papillomavirus (HPV) yang terkait dengan kanker serviks dan hepatitis B yang terkait dengan kanker hati.
Mendapatkan vaksinasi terhadap virus-virus ini dapat mengurangi risiko kanker yang terkait.
Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, usus besar, dan pankreas. Dengan menjaga berat badan ideal melalui diet seimbang dan olahraga teratur, risiko kanker dapat ditekan.
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mendeteksi kanker pada tahap awal, di mana pengobatan biasanya lebih efektif. Tes screening seperti mamografi, kolonoskopi, dan pap smear sangat penting untuk pencegahan dan deteksi dini.
Menghindari paparan bahan kimia berbahaya seperti asbes, radon, dan pestisida juga dapat mengurangi risiko kanker.
Memastikan lingkungan kerja dan rumah Anda bebas dari bahan kimia berbahaya adalah langkah pencegahan yang penting.
Perubahan gaya hidup yang sederhana namun konsisten dapat memberikan dampak besar dalam pencegahan kanker.
Dengan berhenti merokok, mengadopsi pola makan sehat, berolahraga, melindungi diri dari sinar matahari berlebihan, dan menjaga berat badan ideal, kita dapat mengurangi risiko terkena kanker secara signifikan.
Pemeriksaan kesehatan rutin dan vaksinasi yang tepat juga berperan penting dalam deteksi dini dan pencegahan kanker. (Z-10)
Fenomena menyewa tas bermerek kini menjadi tren yang semakin digandrungi, terutama untuk merek-merek ikonik seperti Dior dan Chanel.
Pengembangan kawasan hunian di Bali mulai bergerak ke arah yang lebih luas dari sekadar pembangunan properti.
Ramadan selalu menjadi momen istimewa untuk berkumpul dan menikmati kebersamaan bersama orang terdekat.
Ari Fahrial Syam ungkap kunci sembuh GERD: perubahan gaya hidup, stop rokok, hingga pengobatan tuntas dengan obat golongan P-CAB terbaru. Cek di sini!
Sekitar 619 juta orang mengalami nyeri punggung bawah pada 2020.
Kepastian halal tetap memerlukan sistem dan regulasi yang jelas. Kemenag mengajak generasi muda untuk menambah pemahaman terkait halal.
Pola genetik kanker pada kucing memiliki kemiripan yang signifikan dengan kanker pada manusia, membuka peluang bagi pengembangan terapi masa depan yang lebih efektif.
Pemicu utama kanker pada anak bukanlah faktor eksternal, melainkan gangguan pada proses perkembangan sel.
Area leher, yang memiliki kulit cenderung tipis dan merupakan lokasi kelenjar tiroid, dinilai rentan terhadap paparan bahan kimia dalam parfum yang berpotensi mengganggu sistem hormon.
Deteksi dini merupakan kunci utama dalam menekan angka kematian akibat kanker serviks. Hal ini karena infeksi HPV risiko tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Kanker ginjal pada anak, terutama jenis Tumor Wilms (nefroblastoma), umumnya tidak dapat dicegah.
Salah satu jenis kanker ginjal yang paling sering terjadi pada anak adalah tumor Wilms atau nephroblastoma.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved