Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Ilmu Penyakit Dalam sekaligus pengurus Yayasan Kanker Indonesia Provinsi DKI Jakarta Noorwati Sutandyo mengatakan anak muda harus mengubah gaya hidup pemicu kanker dan rutin melakukan pengecekan mandiri untuk deteksi dini.
"Setiap tahun ada 400 ribu pasien kanker baru di Indonesia dengan angka kematian setengahnya. Jadi jumlah penderita kanker keseluruhan saat ini pasti sangat tinggi," kata Noorwati seperti dilansir dari Antara, Jumat (27/10).
Pertambahan angka pasien yang demikian tinggi, sambung Noorwati, disebabkan karena gaya hidup kurang sehat yang utamanya diikuti oleh anak muda masa kini. Salah satunya ialah pola konsumsi yang tidak seimbang.
"Makanan sekarang terlalu banyak lemak dan penyedap, tapi minim nutrisi, dan yang seperti itu yang dicari hari ini apalagi sama generasi muda karena lebih enak katanya," ujarnya.
Ia menyarankan agar kebiasaan makan di luar ataupun jajan dilakukan seminggu sekali dan mengubah menu makanan sehari-hari menjadi tinggi nutrisi dan bukan makanan olahan sarat pengawet.
Noorwati mengingatkan berbagai olahan daging merah yang diawetkan, seperti sosis, daging kaleng, dan produk turunan lainnya merupakan karsinogenik atau pemicu munculnya kanker.
Baca juga:
> Penanganan Kanker Payudara Masih jadi PR Besar Indonesia
> BMKG: Perubahan Gaya Hidup Kunci Antisipasi Perubahan Iklim
Selain itu, ia mengimbau pentingnya meluangkan waktu untuk berolahraga mengingat aktivitas pekerjaan saat ini lebih banyak duduk diam di dalam ruangan. Kondisi yang demikian membuat mayoritas anak muda mengalami obesitas karena pola konsumsi yang sarat lemak tidak diimbangi dengan aktivitas fisik.
"Orang yang mengalami obesitas itu memiliki peluang terkena kanker lebih besar karena daya tahan tubuhnya menjadi menurun," kata Noorwati.
Pada kesempatan yang sama, ia juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pengecekan rutin, baik secara mandiri atau ke fasilitas kesehatan agar dapat melakukan tindakan penanganan sedini mungkin.
"Seperti pada kasus kanker payudara, perempuan bisa melakukan periksa payudara sendiri atau sadari untuk merasakan apakah ada benjolan atau tidak di payudara. Jika merasa ada benjolan dapat segera berkonsultasi ke dokter," ujarnya. (Z-6)
Peneliti Universitas Jenewa mengungkap bagaimana tumor memprogram ulang neutrofil, sel pertahanan utama tubuh, menjadi pemicu pertumbuhan kanker melalui molekul CCL3.
Saat ini, sekitar 30% kasus kanker usus besar di tanah air diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun, sebuah angka yang jauh melampaui statistik di negara-negara maju.
Berbeda dengan herediter, kanker familia terjadi bukan karena mutasi gen, melainkan karena anggota keluarga hidup dalam satu ekosistem yang sama.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
KECANTIKAN sejati bagi seorang wanita sering kali didefinisikan melalui pantulan cermin. Namun, esensi sebenarnya terletak pada pancaran empati dan kekuatan dari dalam hati.
Angka kematian akibat kanker di Indonesia tercatat masih 234.000 kasus tiap tahun, dengan kasus tertinggi kanker payudara yang menurut Globocan 2020 tercatat 66.000 kasus.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Riset terbaru University of Bristol mengungkap makanan tanpa proses (unprocessed) membantu tubuh mengatur porsi makan secara alami dan mencegah obesitas.
Seorang pria paruh baya mengalami pembesaran perut yang tidak wajar selama bertahun-tahun. Awalnya, ia mengira kondisi tersebut hanyalah akibat kenaikan berat badan atau obesitas biasa
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved