Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
DI antara jenis kanker yang dikenal luas, seperti kanker paru-paru atau payudara, ada satu jenis kanker yang tidak kalah serius, namun sering terlupakan yaitu kanker sarkoma.
Meski jarang terjadi, sarkoma bersifat agresif dan bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja.
Sarkoma adalah kanker yang berasal dari jaringan mesenkim, lapisan yang dalam tubuh manusia berkembang menjadi jaringan ikat, otot, lemak, pembuluh darah, hingga tulang. Artinya, sarkoma bisa tumbuh di hampir semua bagian tubuh: dari kulit, organ dalam, hingga sistem rangka.
Senior Consultant Medical Oncology dari Parkway Cancer Centre Richard Quek menjelaskan bahwa meskipun tergolong langka, sarkoma adalah kelompok penyakit yang sangat komplek dengan lebih dari 70 subtipe yang memerlukan pendekatan pengobatan berbeda.

Empat kelompok utamanya adalah sarkoma jaringan lunak (STS), sarkoma tulang, GIST, dan sarkoma agresif pada usia muda, seperti Ewing’s dan rhabdomyosarcoma.
Gejala utama sarkoma sering kali berupa benjolan yang membesar perlahan tanpa rasa nyeri, sehingga kerap diabaikan.
Gejala lainnya bergantung pada lokasi tumor, seperti nyeri tulang atau pembengkakan, sesak napas (jika tumor tumbuh di rongga dada), gangguan pencernaan atau nyeri perut (jika di saluran cerna), patah tulang tanpa trauma berarti, hingga penurunan berat badan atau kelelahan kronis
Karena gejalanya samar, sarkoma sering terlambat terdiagnosis. Hal ini membuat deteksi dini menjadi kunci penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan.
Berbeda dari jenis kanker lain yang lebih umum menyerang usia lanjut, beberapa subtipe sarkoma justru lebih sering ditemukan pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda, seperti Osteosarcoma: kanker tulang yang sering menyerang remaja, Ewing’s Sarcoma dan Rhabdomyosarcoma: kanker tulang dan jaringan lunak pada anak dan remaja.
Bahkan STS juga bisa muncul pada usia muda, dengan sekitar 10–15% kasus bersifat genetik
Pengobatan disesuaikan dengan lokasi tumor, stadium penyakit, dan usia pasien. Bahkan pada stadium lanjut, pengangkatan metastasis di paru-paru dapat memberi peluang sembuh pada sebagian pasien.
“Sarkoma memang langka dan menantang, tapi bukan tak bisa disembuhkan. Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan oleh tim multidisipliner, peluang hidup pasien bisa jauh lebih baik,” ujar Richard Quek.
Mengingat sifatnya yang bisa muncul di usia muda dan cenderung agresif, kesadaran terhadap sarkoma perlu ditingkatkan. Jangan abaikan benjolan yang terus membesar, nyeri tulang yang tak kunjung sembuh, atau gejala tak biasa lainnya, terutama pada anak dan remaja.
“Dengan kemajuan terapi sistemik dan teknologi diagnostic, makin banyak pasien sarkoma yang kini punya harapa hidup jauh lebih baik,” tuturnya. (Z-1)
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
KANKER adalah pertumbuhan sel yang tidak normal. Sel yang tumbuh tersebut dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya hingga menyebabkan kematian.
Musisi Ari Lasso kenang perjuangan haru bersama Vidi Aldiano saat sama-sama melawan sakit di IGD. Vidi wafat di usia 35 tahun pada Sabtu (7/3). Simak kisahnya.
Sebuah laporan terbaru menunjukkan adanya perubahan tren kasus colorectal cancer atau kanker kolorektal di Amerika.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Efektivitas terapi kanker harus berjalan selaras dengan kondisi fisik dan psikologis pasien.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved