Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis jantung dan pembuluh darah-konsultan kardiologi pediatrik dan penyakit jantung bawaan Asmoko Resta Permana mengatakan penyakit jantung bawaan (PJB) dengan diameter lubang kurang dari 5 milimeter bisa menutup dengan sendirinya seiring pertumbuhan.
"Selama ukuran kebocorannya kecil untuk ASD, VSD, dan tergantung lokasinya itu mayoritas bisa menutup sendiri tanpa diapa-apain, tunggu sampai usia sekolah kita akan evaluasi satu tahun sekali, selama tidak bergejala, masih ada harapan besar," kata dokter lulusan Universitas Indonesia itu, Rabu (20/8).
Ia mengatakan penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kelainan pada struktur jantung yang sudah ada sejak lahir meliputi lubang pada dinding
jantung, masalah pada pembuluh darah dan gangguan pada katup jantung yang mengatur aliran darah.
Pada PJB dengan Artial Septal Defect (ASD) digambarkan adanya lubang pada sekat atau dinding yang memisahkan antara bilik jantung kiri dan kanan. Lubang ini akan menyebabkan aliran darah berlebihan memenuhi salah satu bilik jantung yang akhirnya kerja jantung menjadi lebih berat.
Kebocoran ini juga diperparah dengan denyut jantung yang 60-100 kali denyutan per menit membuat kebocoran bisa menjalar ke organ lain seperti membanjiri paru-paru. Hal itu bisa terjadi sejak dalam kandungan sampai bayi lahir.
"Nah ini yang bikin umurnya nggak panjang, keluhannya banyak, tidak bisa berprestasi di sekolah, sesak terus," kata dokter yang praktik di Siloam Heart Hospital (sebelumnya Siloam Jantung Diagram).
Selain itu, kelainan Ventricular Septal Defect (VSD) atau lubang kecil-kecil disekat jantung juga bisa membuat kebocoran aliran dari jantung ke organ lain apalagi karena lokasinya pada denyut bertekanan tinggi dan letak lubang ada di sekitar otot jantung.
Asmoko mengatakan seiring pertumbuhan anak sampai usia sekolah, lubang kecil pada sekat antara bilik jantung bisa menutup sendiri karena daya regenerasi anak sehingga tumbuh jaringan di sekitarnya tanpa dilakukan intervensi apapun.
"Jadi daya regenerasi anak-anak itu memang tinggi, bagus, Jadi untuk kelainan kayak ASD, VSD itu tinggi, besar harapannya bisa sembuh sendiri, menutup tanpa dilakukan tindakan apapun. Bahkan tanpa obat. Jadi memang gizinya aja dibagusin, dia akan menutup sendiri," kata Asmoko.
Sementara jika lubang pada sekat di atas 5 milimeter juga bisa mengecil yang nantinya bisa membantu dokter untuk melakukan tindakan tanpa alat yang berisiko menimbulkan komplikasi besar.
Ia juga mengatakan mayoritas pada anak dengan PJB yang lubang pada sekat jantungnya kecil tidak memiliki gejala yang terlihat signifikan dan kebanyakan baru disadari saat berusia sekolah.
Ia mengingatkan bagi orangtua untuk menjaga anak agar tidak mudah tertular penyakit dan memperbaiki gizi agar berat badan anak sesuai standar usianya.
"Kalau nggak ada sesak, gangguan pertumbuhan, maka secara umum dia nggak boleh gampang sakit, di rumahnya kalau ada yang ngerokok, ada
yang sakit-sakitan, terutama saluran pernafasan, itu jauh-jauh. Gizinya dibagusin, supaya pemulihannya, habis tindakan lebih bagus, semakin berat timbangannya maka angka komplikasi tindakan akan menurun," pungkas Asmoko. (Ant/Z-1)
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Kenali berbagai jenis penyakit jantung seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, aritmia, dan lainnya. Pelajari penyebab dan gejalanya di sini.
Penyakit ini muncul sejak lahir dan dapat mengganggu peredaran darah serta pernapasan. Selain faktor keturunan, ada empat penyebab lain yang perlu diwaspadai sejak masa kehamilan.
Tata laksana penyakit jantung bawaan (PJB) yang tepat sejak awal dapat mengurangi dampak kerusakan organ yang lebih parah.
Kapasitas penanganan intervensi (bedah dan nonbedah) saat ini hanya mampu menangani 7.500 kasus/tahun. Artinya, puluhan ribu anak tidak tertangani optimal setiap tahunnya.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah memaparkan pemeriksaan ultrasonografi (USG) fetomaternal sangat bermanfaat untuk mendeteksi lebih awal penyakit jantung bawaan pada janin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved