Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Siloam Heart Hospital, Asmoko Resta Permana mengatakan bahwa pemeriksaan ultrasonografi (USG) fetomaternal sangat bermanfaat untuk mendeteksi lebih awal penyakit jantung bawaan pada janin.
Menurutnya, rujukan ke konsultan fetomaternal saat ini sudah menjadi kewajiban untuk ibu hamil. Nantinya, konsultan dapat memanfaatkan hasil USG untuk mendeteksi kelainan pada jantung janin lebih dini.
"USG biasa itu hanya screening awal saja. Kompetensinya masih dasar. Kalau dokter kandungan menemukan kelainan ukuran jantung atau terlihat ada strukturnya yang berlubang, pasien dikirim ke dokter kandungan yang ahli di bidang kelainan bawaan secara menyeluruh, yang disebut konsultan fetomaternal," kata Asmoko dalam kegiatan diskusi di Jakarta, Rabu (20/8).
Ia mengatakan, tidak semua dokter kandungan memiliki kompetensi untuk mendeteksi kelainan jantung dan hasil pemeriksaan USG dua dimensi akurasinya hanya 80% karena pencitraan janin terhalang oleh lapisan perut dan cairan ketuban pada masa kehamilan.
Meski demikian, Asmoko menyebut, pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan setelah bayi lahir dan pada masa ini akurasi pemeriksaan untuk mendeteksi kelainan jantung bawaan bisa ditingkatkan menjadi 98%.
"Begitu lahir, baru akurasi bisa ditingkatkan karena kita langsung periksa ke bayinya. Itu bisa 98% untuk mendeteksi kelainan jantung bawaan," ujarnya.
Lebih lanjut, Asmoko menambahkan, pentingnya upaya deteksi dini dan penelusuran faktor risiko untuk mencegah pemburukan akibat tindakan yang tidak tepat dalam penanganan penyakit jantung bawaan.
Ia mengingatkan, lebih baik terlambat menjalani pemeriksaan ketimbang tidak menjalani pemeriksaan sama sekali.
"Baru datang ke kita nanti kalau sudah ada keluhan. Namun, tetap tidak ada kata terlambat, karena kalau tidak dilakukan tindakan sama sekali, maka akan jatuh ke kondisi hipertensi paru, kualitas hidup menurun, dan angka keselamatan lima tahun ke depan rendah sekali. Jadi walaupun sudah dewasa, tidak ada kata terlambat, kita periksa dulu," tuturnya. (H-3)
Kenali berbagai jenis penyakit jantung seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, aritmia, dan lainnya. Pelajari penyebab dan gejalanya di sini.
Penyakit ini muncul sejak lahir dan dapat mengganggu peredaran darah serta pernapasan. Selain faktor keturunan, ada empat penyebab lain yang perlu diwaspadai sejak masa kehamilan.
Tata laksana penyakit jantung bawaan (PJB) yang tepat sejak awal dapat mengurangi dampak kerusakan organ yang lebih parah.
Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kelainan pada struktur jantung yang sudah ada sejak lahir.
Kapasitas penanganan intervensi (bedah dan nonbedah) saat ini hanya mampu menangani 7.500 kasus/tahun. Artinya, puluhan ribu anak tidak tertangani optimal setiap tahunnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved