Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JAMBU kristal adalah salah satu buah yang mudah didapat di sekitar kita. Biasanya, jambu kristal dikonsumsi dengan bumbu sebagai bahan campuran rujak buah.
Namun ternyata, jambu kristal memiliki manfaat besar bagi ibu hamil yakni mencegah anemia sekaligus meningkatkan kadar hemoglobin darah pada ibu hamil. Hal tersebut disampaikan tim Universitas Nasional (Unas) ketika memberikan penyuluhan kepada ibu hamil tentang anemia dan pelatihan kader dalam pemanfaatan dan pengolahan jambu kristal.
Penyuluhan berupa program pengabdian kepada masyarakat itu dilakukan di Posyandu Nangka, Bantarjaya, Kecamatan Rancabungur, Bogor, Jawa Barat.
Baca juga : Bahaya Anemia Pada Ibu Hamil, Jangan Disepelekan!
Ketua Tim Pelaksana Program Hibah Dikti Prof Dr Retno Widowati MSi menyampaikan pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan melakukan focus group discussion bagi ibu hamil, bidan, kader kesehatan, petani, dan perangkat desa.
Selanjutnya melakukan survei awal tentang pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dan tenaga kesehatan dalam upaya mencegah anemia, melakukan pemeriksaan kesehatan guna mengetahui kondisi ibu hamil dan penyuluhan atau pendidikan kesehatan kepada ibu hamil dan kader terkait anemia.
"Dari hasil studi pendahuluan, banyak ibu hamil yang masih menderita anemia atau kadar Hb yang rendah," ujar Retno.
Baca juga : Ibu Hamil yang Anemia Berisiko Lahirkan Bayi Prematur dan Pendarahan
Kemudian, tim PKM Unas memberikan pelatihan bagi kader posyandu dalam pemanfaatan dan pengolahan jambu kristal. Harapannya, hasil pertanian jambu kristal di desa itu selain bisa dikonsumsi oleh ibu hamil, dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi pemasukan tambahan bagi para kader.
“Bagi ibu hamil, ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya dalam pemanfaatan konsumsi jambu kristal untuk meningkatkan kadar Hb- nya sehingga menghindari anemia yang bisa menyebabkan perdarahan pada saat persalinan dan kondisi kesehatan janinnya. Jadi, selain untuk meningkatkan pendapatan dari produk pengolahan jambu kristal ini, juga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh ibu hamil dan warga lainnya,” harapnya.
Tim PKM Unas terdiri dari Prof Dr Retno Widowati MSi sebagai Ketua Tim Pelaksana Program Hibah Dikti, Dr Bdn Rukmaini SST MKeb (anggota), Bdn Febry Mutiariami Dahlan SST MKeb (anggota), Yani Suryani STr Keb (anggota), dan dua Mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan Unas yaitu Gani Putri Aryanto dan Fitri Farihatul Maziyyah yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan rekognisi mata kuliah di program studi Kebidanan.
Baca juga : Bumil Alami Morning Sickness? Ini Cara Atasi Keluhan pada Semester Awal Kehamilan
Adapun pendanaan kegiatan PKM ini dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemendikbudristek melalui hibah kemitraan 2024, skema pemberdayaan berbasis masyarakat, dengan ruang lingkup pemberdayaan kemitraan masyarakat.
Ketua Kader Posyandu Nangka RT 02/05 Desa Bantarjaya Irmawati merasa terbantu atas pelatihan pembuatan produk jambu kristal dan berhasil menghasilkan olahan bernama Bukris Nomia (Jambu Kristal No Anemia).
Tim PKM Unas juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan Kepala Desa Bantarjaya. Kepala Desa Bantarjaya Mangku Sudrajat berharap kegiatan pengabdian ini bermanfaat bagi masyarakat dan produk olahan jambu kristal bisa diproduksi terus-menerus agar mampu meningkatkan kesehatan khususnya ibu hamil dan ekonomi masyarakat desa. (H-2)
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah memaparkan pemeriksaan ultrasonografi (USG) fetomaternal sangat bermanfaat untuk mendeteksi lebih awal penyakit jantung bawaan pada janin.
Kemenkes bersama WHO dan Unicef merekomendasikan penggunaan suplemen Multiple Micronutrient Supplement/MMS untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil.
Apindo meminta pemerintah agar memperjelas beberapa tafsiran aturan agar lebih mudah direalisasikan.
Untuk meningkatkan gizi dan asupan bayi dalam kandungan maka ibu biasakan makan atau makan camilan setiap 2-3 jam sekali atau yang lebih kenal makan sedikit namun sering.
Cakupan pelayanan kesehatan antar wilayah di Indonesia masih sangat bervariasi. Terdapat wilayah dengan cakupan layanan standar, intervensi spesifik, dan sensitif.
Anemia bukan sekadar masalah kekurangan darah biasa, melainkan pemicu berbagai komplikasi serius.
Anemia defisiensi besi masuk dalam kategori anemia gizi. Kondisi ini terjadi akibat asupan zat besi yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh untuk memproduksi hemoglobin.
SAAT ini, di Indonesia terdapat sekitar 90 juta anak yang berumur 0-18 tahun, yang berarti hampir 30% dari jumlah penduduk negeri ini yang berjumlah sekitar 280 juta jiwa.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia dinilai masih berisiko tertinggal dari rata-rata dunia dan dapat menjadi ancaman serius di masa depan.
WHO menyatakan 500 juta perempuan di dunia terkena anemia. Yuk kenali dan ketahui cara mencegahnya.
Gejala anemia pada anak dapat dilihat dari wajah yang tampak pucat, mudah lelah, lesu, atau kurang aktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved