Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Sayangnya, jumlah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah masih minim dan jauh dari target.
Saat ini pasien kardiovaskular dan pembuluh darah yang terdata mencapai 500 ribu. Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meyakini masih banyak yang belum terdata dan lebih dari 500 ribu orang dengan penyakit kardiovaskular.
"Yang paling banyak kasusnya enggak usah dibedah. Tapi bisa dipasang ring istilahnya. Ada juga yang lebih kompleks dengan bedah jantung masalah katup sehingga perlu dilakukan bypass atau dibuka dibuat jalur jantung baru," kata Budi di Jakarta, Kamis (30/1).
Ia meyakini jika rumah sakit daerah bisa melakukan pembedahan jantung yang baik maka penanganan penyakit jantung di daerah juga semakin lebih baik.
"Maunya kita semua provinsi harus bisa bypass. Kemudian yang lebih susah dari bypass itu yang bedah jantung anak, karena jantungnya kecil. Padahal 15 ribu anak-anak harus dioperasi setiap tahun," ujar dia.
Dari 4,8 juta bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan (PJB) terdapat 15 ribu harus dioperasi. Operasi jantung terbuka kini bisa dilakukan 4.900 anak dilakukan operasi. Sisanya 9.000 meninggal.
"Kita kekurangan dokter. Kita juga tidak punya keahlian dokter yang ada. Itu harus dipercepat pendidikannya. Karena 9.000 meninggal. Nggak bisa nunggu," pungkasnya. (Z-9)
DOKTER spesialis penyakit dalam RS Wahidin Sudirohusodo, dr. M. Tasrif Mansur, menjelaskan bahwa serangan jantung dan henti jantung merupakan dua hal yang berbeda.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Pola makan berperan besar dalam kesehatan jantung. Kenali 5 jenis makanan tinggi garam, gula, dan lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan sebaiknya dihindari.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved