Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis penyakit dalam RS Wahidin Sudirohusodo, dr. M. Tasrif Mansur, menjelaskan bahwa serangan jantung dan henti jantung merupakan dua hal yang berbeda.
“Serangan jantung itu kerusakan otot jantung karena kekurangan oksigen, bisa karena sumbatan di pembuluh darah. Tapi kalau henti jantung, itu jantungnya sudah tidak berdetak,” ungkapnya dalam Siaran Sehat di Instagram Kementerian Kesehatan baru-baru ini.
Lebih lanjut, dia menjelaskan serangan jantung terjadi ketika ada penyumbatan pada pembuluh darah koroner yang menyebabkan aliran darah ke otot jantung terhambat. Kondisi ini menyebabkan nyeri dada, sesak napas, hingga keringat dingin.
“Kalau serangan jantung, pasien masih sadar. Masih bisa ngomong, masih bisa minta tolong,” ujarnya.
Namun, waktu penanganan menjadi sangat penting. Semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan jantung yang lebih parah.
Sementara itu, untuk kondisi henti jantung merupakan kondisi gawat darurat di mana jantung berhenti memompa darah sama sekali. Pada kondisi ini, pasien bisa tiba-tiba pingsan dan tidak memiliki nadi.
“Kalau sudah henti jantung, ya harus CPR. Kalau tidak, bisa meninggal dalam hitungan menit,” jelas Tasrif.
Ia menegaskan bahwa henti jantung sering kali merupakan kelanjutan dari serangan jantung yang tidak ditangani segera.
“Serangan jantung bisa berkembang jadi henti jantung kalau otot jantungnya rusak berat,” tambahnya.
Tasrif mengingatkan pentingnya masyarakat memahami perbedaan antara keduanya agar bisa memberikan respons cepat dan tepat saat menghadapi kondisi darurat. “Banyak orang panik tapi tidak tahu harus apa. Padahal, kalau tahu gejala dan tindakan awal, itu bisa menyelamatkan nyawa,” pungkasnya. (H-3)
Kita harus memiliki edukasi terkait Bantuan Hidup Dasar (BHD). BHD tidak harus tenaga medis; semua orang bisa memilikinya.
Ketika seseorang tiba-tiba tergeletak tanpa sadar, waktu menjadi hal yang paling berharga. Setiap detik yang terbuang bisa mengurangi peluang hidup korban.
Seorang ahli anestesi di Prancis, Dr. Frederic Pechier, didakwa meracuni puluhan pasien di dua klinik di kota Besancon demi memamerkan kemampuan resusitasi jantung-paru.
Serangan jantung dan henti jantung sering dianggap sama, padahal berbeda. Kenali perbedaan, gejala, penyebab, dan risiko.
Olahraga merupakan fondasi penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Namun, tak jarang kasus kolaps saat olahraga berat terjadi akibat seseorang memaksakan diri melampaui batas kemampuan fisik
PENYAKIT jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Sayangnya, jumlah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah masih minim dan jauh dari target.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved