Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER payudara saat ini merupakan jenis kanker paling banyak dialami masyarakat Indonesia. Data Globocan tahun 2020 mencatat terdapat 68.858 kasus baru kanker payudara atau sekitar 16,6 persen dari seluruh jenis kanker, dan menyumbang lebih dari 22.000 kematian tiap tahunnya.
Sekitar 70 persen pasien baru diketahui saat sudah memasuki stadium lanjut, yang secara signifikan menurunkan peluang hidup dan meningkatkan biaya pengobatan. Hal ini menunjukkan pentingnya pendekatan deteksi dini melalui Sadari (periksa payudara sendiri) dan Sadarnis (periksa payudara secara klinis), serta pendampingan menyeluruh oleh tenaga medis.
Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI), dan Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI), menyelenggarakan pelatihan bagi dokter keluarga untuk melakukan pendampingan pada pasien kanker payudara.
"Dokter keluarga adalah orang pertama yang ditemui pasien. Anda tahu riwayat kesehatannya, bahkan sisi emosionalnya. Di tangan anda, bukan hanya diagnosis, tapi harapan pertama pasien dimulai," kata Ketua Umum YKPI Linda Agum Gumelar dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.
Linda mengatakan pelatihan digelar pada tanggal 25-26 Juli 2025 untuk menurunkan angka keterlambatan diagnosis pada pasien kanker payudara. Pelatihan diikuti oleh 40 dokter keluarga dari wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat, dalam dalam dua sesi besar mencakup aspek medis, psikologis, dan komunikasi.
Ia mengatakan pendampingan yang paling bermakna dimulai jauh sebelum pasien tiba di rumah sakit besar yakni dari ruang praktik para dokter keluarga.
Dokter keluarga dinilai memiliki peran sentral dalam mengedukasi perilaku sehat dan pencegahan, melakukan deteksi awal melalui pemeriksaan klinis (Sadarnis), berkomunikasi secara efektif ketika penyampaian diagnosis, memantau pasien pasca-tindakan bedah atau terapi hingga memberi dukungan psikososial terhadap pasien dan keluarganya.
Linda menekankan perlunya kolaborasi menyeluruh dalam membangun ekosistem layanan kanker payudara yang lebih manusiawi, menyentuh aspek medis, dan psikososial.
Sementara itu Founder & CEO London School of Public Relations (LSPR) Prita Kemal menekankan amat penting bagi wanita untuk mendapatkan pengetahuan terkait dengan kanker payudara.
"Misalnya kita terdeteksi kanker payudara akan tetapi kita dapat mengetahuinya dari awal kemudian kita dapat menanggulangi bersama sama dan kita melakukan pengobatan, segala sesuatu yang dikerjakan bersama sama dan ada pengobatan selalu ada harapan untuk kesembuhan dan kebaikan," ucapnya. (Ant/H-2)
Peneliti Universitas Airlangga mengembangkan turunan pinostrobin dari temu kunci yang berpotensi lebih efektif dan aman untuk terapi kanker payudara.
Dari studi tersebut, terdapat beberapa temuan utama terkait faktor gaya hidup setelah diagnosis kanker payudara dan pengaruhnya terhadap peluang kesembuhan ataupun kelangsungan hidup
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Kanker payudara masih jadi kasus tertinggi pada perempuan. Simak 8 langkah alami berbasis bukti ilmiah untuk menurunkan risiko, mulai dari olahraga hingga deteksi dini rutin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved