Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Dessert manis kini menjadi salah satu tren kuliner yang digemari oleh banyak orang, terutama di kalangan netizen. Berbagai jenis makanan penutup seperti kue lezat dan minuman manis berlomba-lomba dicicipi dan dibagikan di media sosial.
Namun, di balik kelezatan dan popularitas makanan manis ini, ada risiko kesehatan serius yang patut diwaspadai jika konsumsinya tidak terkontrol—salah satunya adalah obesitas.
Obesitas bukanlah sekadar masalah penampilan, tetapi merupakan kondisi kesehatan serius yang berdampak pada berbagai aspek tubuh.
Gaya hidup yang tidak sehat, termasuk kebiasaan makan berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik, menjadi pemicu utama terjadinya kelebihan berat badan yang berujung pada obesitas.
Baca juga : Mengenal Sindrom Metabolik, Penyakit yang Pernah Diisukan Diderita Adele
Kondisi ini dapat membuka pintu bagi berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan beberapa jenis kanker.
Dikutip dari laman Mayo Clinic, obesitas adalah kondisi medis yang kompleks, di mana tubuh memiliki jumlah lemak yang berlebihan. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti kolesterol tinggi, sleep apnea, penyakit hati, hingga gangguan pernapasan.
Karena itu, obesitas tidak boleh dianggap remeh dan pencegahan harus menjadi prioritas sebelum dampaknya semakin serius.
Berikut beberapa langkah yang bisa diambil untuk mencegah obesitas, menurut data dari Mayo Clinic dan Very Well Health:
Baca juga : 10 Perubahan Gaya Hidup Bisa Mencegah Kanker dengan Mudah
Salah satu cara efektif untuk mencegah obesitas adalah dengan meningkatkan konsumsi buah dan sayuran. Makanan-makanan ini kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh.
Mengonsumsi buah dan sayuran secara rutin juga membantu mengurangi risiko resistensi insulin dan diabetes, yang sering dikaitkan dengan obesitas.
Serat dalam buah dan sayuran membuat Anda merasa kenyang lebih lama dengan kalori yang lebih sedikit, sehingga membantu mengontrol nafsu makan dan mencegah penambahan berat badan yang berlebihan.
Baca juga : Minat Alternatif Non-Alkohol Meningkat, Ini Alasan di Baliknya
Makanan olahan, seperti makanan cepat saji dan camilan kemasan, mengandung kalori yang tinggi namun rendah nutrisi. Makanan ini cenderung mudah membuat berat badan naik secara cepat.
Sebuah studi pada tahun 2019 menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi makanan olahan dalam jumlah banyak lebih mungkin mengalami peningkatan berat badan dibandingkan dengan mereka yang menghindarinya.
Sebagai alternatif, pilihlah camilan sehat seperti kacang-kacangan, buah segar, atau yogurt tanpa tambahan gula untuk menjaga asupan kalori tetap terkendali.
Baca juga : Summarecon Kelapa Gading Buka Destinasi Kuliner Baru
Gula tambahan dan lemak jenuh merupakan dua faktor utama yang berkontribusi pada obesitas. Mengurangi asupan minuman manis, makanan ringan berlemak, dan makanan penutup yang kaya gula bisa sangat membantu dalam menjaga berat badan ideal.
Gantilah makanan manis dengan opsi yang lebih sehat, seperti buah-buahan segar atau smoothies alami tanpa tambahan gula.
Aktivitas fisik yang cukup sangat penting untuk menjaga berat badan tetap sehat. WHO merekomendasikan agar orang dewasa melakukan setidaknya 150-300 menit aktivitas fisik aerobik dengan intensitas sedang setiap minggu untuk mencegah penambahan berat badan dan obesitas.
Olahraga teratur, seperti jalan kaki, bersepeda, atau latihan kekuatan, tidak hanya membantu membakar kalori tetapi juga meningkatkan kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.
Kurang tidur atau pola tidur yang tidak teratur juga dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan dan obesitas. Studi menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur cenderung memiliki nafsu makan yang lebih besar, terutama untuk makanan tinggi kalori. Pastikan Anda mendapatkan 7-9 jam tidur per malam untuk menjaga keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.
Makan larut malam sering kali menyebabkan asupan kalori berlebihan, terutama ketika makanan yang dikonsumsi adalah makanan ringan yang tidak sehat. Hindari makan dalam porsi besar sebelum tidur dan fokuslah pada makan dalam waktu yang teratur di siang hari.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, risiko obesitas dapat diminimalkan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan dapat tetap terjaga. Penting untuk diingat bahwa obesitas tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan. (Z-10)
Referensi:
Di kota-kota besar, tren warna cenderung mengalami penurunan saturasi agar terlihat lebih kalem.
Menyambut tren rambut pria 2026, berikut rekomendasi gaya rambut terbaik berdasarkan bentuk wajah.
Lindsay Lohan membahas momen pop culture favoritnya sepanjang 2025, dari serial TV hingga musik, sekaligus membagikan pengalamannya menjadi host Betch of the Year Awards.
Jumlah penonton bioskop Indonesia mencapai 126 juta pada 2024, dengan proyeksi stabil pada kisaran 100 juta penonton per tahun pada 2026, tumbuh sekitar 10% per tahun.
Tren kopi kekinian dan minuman boba berpotensi menambah beban tubuh karena kandungan gula, susu, dan topping yang tinggi kalori.
kecantikan sejati lahir dari tubuh sendiri menjadi tren terbaru industri kecantikan
JURU masak kenamaan Indonesia, Juna Rorimpandey, atau yang dikenal sebagai Chef Juna, membagikan resep membuat brokies tiramisu dengan produk andalannya Parrot chocolate chip.
Restaurant Week merupakan konsep kurasi di mana setiap restoran menghadirkan dessert edisi terbatas sesuai tema JDW, yang hanya tersedia pada 25 Agustus – 14 September 2025.
Golden Swirl Awards 2024 diberikan di penghujung gelaran Jakarta Dessert Week 2024.
Telur yang lama disimpan di suhu ruang akan membuat kue susah mengembang.
Kandungan gula pada dessert bisa naik berklai lipat jika lama berada di suhu ruang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved