Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan baik dan diawasi oleh ahli gizi, Badan POM, hingga akuntan.
"Pengawasan tentu oleh Badan Gizi Nasional yang juga sebagai pelaksana. Tapi yang saya tahu dalam pelaksanaan itu ada ahli gizi yang mendampingi untuk memastikan bahwa program MBG memang betul-betul bergizi," kata Mu'ti di Jakarta, Selasa (7/1).
Kemudian pengawasan juga dilakukan oleh akuntan, yang tidak hanya memantau bagaimana transaksi keuangan pada proses penyediaan hingga pembagian makanan kepada anak, hal-hal yang sifatnya administrasi keuangan, tapi juga akuntabilitas.
Ia juga menceritakan Kemarin (6/1) mengikuti program MBG di Semarang, Jawa Tengah yang juga diawasi Badan POM. Adapun Badan POM untuk memastikan makanan yang disajikan merupakan makanan yang aman dikonsumsi.
"Selain untuk meningkatkan karakter, juga MBG ini di sekolah juga menjadi bagian dari upaya kami memperkuat program usaha kesehatan sekolah, atau sekolah sehat," ujar dia.
Sehingga, lanjut Mu'ti, akan ada kegiatan yang mungkin bisa selenggarakan sendiri atau bersama dengan Badan Gizi Nasional untuk mengukur kesehatan para siswa. Misalnya tinggi badan, berat badan, kemudian aspek-aspek lain yang berkaitan dengan kesehatan fisik anak-anak.
Di kesempatan yang sama Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan program MBG harus dijaga bersama agar bisa dilaksanakan dengan efektif. Kemudian terhindar dari berbagai hal yang dikhawatirkan karena ini adalah satu program yang sangat besar, meluas, dan melibatkan banyak pihak.
"Jadi ini tidak bisa mengandalkan satu kementerian atau satu badan saja. Alhamdulillahnya Pak Mendikdasmen, saya lihat juga proaktif malah bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional langsung, bagaimana teknis pelaksanaannya di sekolah," ungkapnya.
"Karena tetap tempat yang dimana makan bergizi itu dilakukan adalah di sekolah. Jadi kami berharap semoga semuanya lancar," sambungnya.
DPR RI juga meminta semua pihak termasuk masyarakat turut mengawasi pelaksanaan program MBG dan untuk dievaluasi sebagai bagian penting untuk perbaikannya. (Z-9)
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, secara tegas membantah narasi yang mengaitkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pemangkasan anggaran dan program pendidikan
Kemensos bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mematangkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan anggaran bahan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp8–10 ribu per porsi. Sisa anggaran dialokasikan untuk operasional dan fasilitas SPPG.
BGN menegaskan dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh bergantung pada sedikit supplier. UMKM, petani, peternak, dan nelayan lokal wajib dilibatkan sebagai pemasok.
BGN membantah narasi viral yang menyebut mitra Program Makan Bergizi Gratis meraup untung Rp1,8 miliar per tahun. Angka tersebut disebut sebagai pendapatan kotor, bukan laba bersih.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan efek domino yang signifikan terhadap perekonomian nasional.
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar terkait besaran alokasi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada asupan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitar lokasi pelaksanaan.
Hasil penelitian Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menunjukkan, mayoritas orang tua merasakan adanya perbaikan pola konsumsi anak setelah adanya program MBG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved