Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DELAPAN delegasi Hakim Lingkungan Hidup Tiongkok mengunjungi Indonesia untuk audiensi terkait ekosistem gambut dan mangrove, serta upaya rehabilitasi dan penanganan hukum dalam kasus perusakan hutan. Agenda dalam kunjungan tersebut antara lain diskusi dan berbagi pengalaman terkait perlindungan gambut dan mangrove di Indonesia, dilanjutkan peninjauan ekosistem mangrove yang ada di TWA Angke Kapuk, Jakarta Utara, Senin (9/12).
Senior Judge (Deputy Director – General Level) JIA Qinglin mengatakan bahwa gambut dan mangrove memiliki keterikatan yang erat dengan perubahan iklim. Sementara itu, iklim di dunia dipengaruhi oleh kondisi lingkungan secara global sehingga tidak dapat dipisah-pisahkan. Ia juga mengatakan bahwa di Tiongkok, isu perubahan iklim dan pengurangan emisi karbon sudah gencar disuarakan.
Gambut di Indonesia sendiri merupakan gambut tropis terbesar dengan luas sekitar 13,9 juta hektare. Ekosistem ini memiliki fungsi yang besar dalam siklus hidrologi. Namun ia rentan terbakar saat musim kemarau yang panjang.
Keberadaan mangrove juga tidak kalah penting. Mangrove dinilai mampu menyerap karbon lebih baik daripada jenis pohon lain pada hutan terestrial. Namun, mangrove juga memiliki berbagai ancaman degradasi, terutama alih fungsi lahan.
Di Indonesia, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) diberikan mandate oleh presiden dalam melakukan restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove selama 5 tahun terakhir. Keseriusan pemerintah dalam menangani hal itu menjadikan Indonesia sebagai show window dalam restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove.
Kepala Kelompok Kerja Teknik Restorasi BRGM Agus Yasin memaparkan kepada delegasi Hakim Lingkungan Hidup Tiongkok bahwa di Indonesia, profil emisi karbon sangat dipengaruhi oleh kebakaran gambut. Karena itu menurunkan tingkat kebakaran di gambut akan berdampak besar pada tingkat emisi karbon yang dilepaskan.
“Selama ini BRGM menggunakan strategi 3R yaitu rewetting (pembasahan kembali area gambut), revegetasi (penanaman kembali lahan gambut), dan revitalisasi sumber mata pencaharian masyarakat, sehingga pemanfaatan lahan gambut yang meningkatkan resiko kebakaran dapat ditekan,” ucap Agus seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (10/12).
Selanjutnya paparan terkait kegiatan rehabilitasi mangrove disampaikan oleh Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Usaha Masyarakat BRGM Nugroho S. Priyono. Ia menjelaskan bahwa rehabilitasi mangrove mengadopsi strategi 3M (memulihkan, meningkatkan dan mempertahankan) berdasarkan tingkat tutupan mangrove pada lokasi tersebut.
“Rehabilitasi mangrove di Indonesia lebih dititikberatkan sebagai upaya pengurangan emisi karbon dan perlindungan terhadap coastal area. Karena itu perlu alternatif pilihan bagi masyarakat dalam mencari sumber penghidupan lain, terutama pada lokasi yang mengalami alih fungsi lahan mangrove menjadi tambak. Pasalnya masyarakat tidak merasakan manfaat langsung dalam hal penyerapan karbon tersebut,” papar Nugroho.
Kepala Kelompok Kerja Kerjasama, Hukum dan Hubungan Masyarakat BRGM Didy Wurjanto juga turut hadir mendampingi para delegasi. Didy mengatakan, selama diskusi berlangsung, banyak pertanyaan yang muncul terkait kewenangan BRGM dalam memberikan sanksi pada kasus perusakan hutan mangrove. Namun sejauh ini BRGM tidak memiliki kewenangan tersebut.
Delegasi Hakim Lingkungan Tiongkok mengusulkan agar ke depannya BRGM dapat diberikan kewenangan dalam memberikan sanksi pada kasus perusakan mangrove, terutama pada areal yang masuk dalam kawasan hutan. Didy juga menambahkan bahwa peraturan tentang perlindungan mangrove di luar kawasan hutan juga sedang digodog oleh pemerintah, sebagai upaya untuk mencapai pemenuhan target NDC.
SUN Qian, Senior Judge Tiongkok mengapresiasi sambutan yang diberikan oleh BRGM serta upaya-upaya yang telah dilakukan BRGM dalam memulihkan kondisi ekosistem gambut dan mangrove. Sun berharap ke depan pihaknya dan BRGM dapat menjalin kerja sama yang baik dalam konservasi alam sebagai upaya ketahanan iklim baik dari segi teknis hingga regulasi yang berlaku. (H-3)
Peneliti ETH Zurich temukan emisi gas rumah kaca dari danau hitam Kongo berasal dari gambut purba ribuan tahun.
Keberhasilan Indonesia mencapai target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 sangat bergantung pada percepatan restorasi gambut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Data historis menunjukkan bahwa emisi gas rumah kaca (GRK) dari lahan gambut serta kebakaran hutan masih menjadi kontributor utama peningkatan emisi nasional.
Kolaborasi antara IPB University dengan Kyoto University bertujuan meningkatkan peran masyarakat sebagai ujung tombak dalam penuntasan masalah gambut yang masih berkelindan di tanah air,
Kubah gambut merupakan sumber air yang sangat penting bagi kesehatan tanah di sekitarnya, terutama saat musim kemarau.
Kementerian Kehutanan terus memperkuat rehabilitasi ekosistem mangrove di kawasan pesisir melalui Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).
Direktorat Rehabilitasi Mangrove memperkuat upaya membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pelibatan generasi muda lewat program Mangrove Goes To School (MGTS).
Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) menggelar rakornas Kelompok Kerja Mangrove Daerah 2026.
Selain untuk rehabilitasi mangrove, alat yang telah terdaftar sebagai paten sederhana sejak September 2025 ini juga dapat difungsikan untuk penanaman tanaman lumpur lainnya.
Kawasan hutan mangrove di pesisir Kelurahan Bungkutoko, Kendari, Sulawesi Tenggara,
Lewat program PLN Peduli, PLN menanam 72.400 mangrove di pesisir Semarang dan Demak untuk tanggulangi abrasi, dukung ketahanan pangan, dan wujudkan Net Zero Emissions.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved