Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM ahli dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University berkesempatan mengunjungi Kyoto University untuk memulai kerja sama dalam mengatasi masalah gambut Indonesia.
Kerja sama tersebut terkait pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kolaborasi juga bertujuan meningkatkan peran masyarakat sebagai ujung tombak dalam penuntasan masalah gambut yang masih berkelindan di tanah air, khususnya di wilayah Provinsi Riau.
Tim Fahutan IPB University berasal dari Divisi Perlindungan Hutan, Departemen Silvikultur. Mereka adalah Prof Bambang Hero Saharjo, Assoc Prof Ati Dwi Nurhayati, dan Erianto Indra Putra. Ketiganya juga merupakan bagian dari tim Regional Fire Management Resource Center Southeast Asia (RFMRC-SEA).
Dalam kesempatan ini, tim IPB University bertemu dengan perwakilan dari Kyoto University, yakni Prof Okamoto Masaaki, Prof Osamu Kozan (Pusat Studi Pengkajian Asia Tenggara/Center for Southeast Asian Studies), Prof Takeda Sinya (Graduate School of Asian and African Area Studies), dan Naito Daisuke (Graduate School of Agriculture).
"Pengalaman dan berbagai informasi yang berhasil diperoleh oleh tim Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Kyoto University merupakan masukan berharga dalam mengungkap berbagai permasalahan yang masih muncul hingga saat ini," ujar Prof Bambang Hero.
"Hal tersebut baik menyangkut masalah tenurial, lahan gambut yang makin terdesak karena sebagian besar dikuasai oleh pemilik lahan, maupun masalah teknis gambut itu sendiri dari berbagai pandangan," lanjutnya.
Prof Bambang menuturkan, tim Fahutan IPB University sudah lama berkecimpung dengan permasalahan gambut terutama emisi yang dihasilkan selama kebakaran, pemulihan, ground water level. Upaya ini telah digarap sejak tahun 2013 yang lalu bersama Universitas Palangkaraya, Universitas Jambi, dan Universitas Riau.
"Program kolaborasi yang didanai oleh NASA dengan team leader dari Universitas Maryland, Universitas Montana, dan lainnya ini merupakan peluang yang baik untuk diintegrasikan dengan yang dihasilkan oleh CSEAS-Kyoto University, serta beberapa hasil riset kerja sama lainnya," imbuhnya.
Dengan demikian, sebut Prof Bambang, output yang dihasilkan selama ini dapat dapat menjadi modal dasar dalam penuntasan masalah gambut di Indonesia. (Z-1)
Gakkum Kehutanan memeriksa PT RAPP terkait kematian Gajah Sumatera di Riau. Investigasi fokus pada pemenuhan kewajiban perlindungan satwa di areal konsesi.
JARINGAN Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengecam keras atas pembantaian seekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di areal konsesi.
Gakkum Kehutanan mengejar dan membongkar jaringan yang diduga terlibat dalam pembunuhan Gajah Sumatera yang mati terpenggal di Riau.
Evaluasi tersebut dilakukan melalui pemanggilan direksi perusahaan untuk dimintai keterangan terkait pelaksanaan kewajiban perlindungan hutan dan satwa liar di areal konsesi.
DIREKTORAT Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan memanggil direksi PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) untuk dimintai keterangan terkait kematian Gajah Sumatra di dalam areal konsesi.
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Riau tengah memburu pelaku perburuan liar terhadap seekor gajah yang ditemukan mati akibat ditembak di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.
IPB University berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan daerah.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
ASOSIASI Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (Aspphami) DKI Jakarta menggelar pelatihan intensif mengenai penanganan binatang pengganggu bagi para tenaga pengendali hama permukiman.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Ancaman serius ini datang dari wereng batang cokelat (WBC) dan penyakit virus kerdil padi. Keduanya merupakan momok bagi petani yang dapat memicu kegagalan panen secara masif.
Masalah kejiwaan di Indonesia tidak berdiri sendiri, melainkan dipicu oleh dinamika sosial yang kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved