Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK-proyek pembangunan dan restorasi yang dilaksanakan Badan Restotasi Gambut dan Mangrove (BRGM) sejak 2017 diminta untuk dievaluasi, menyusul banyaknya kegagalan program di lapangan.
Hal ini disampaikan, Andi Lukhito perwakilan Tim Restotasi Gambut dan Mangrove Daerah (TRGMD) Kalimantan Selatan, di sela-sela kegiatan Focus Group Discussion Rencana Program Inovatif Kegiatan Restorasi Gambut di KHG Sungai Maluka - Sungai Martapura Kalsel, 13-14 Oktober 2022.
"Sudah enam tahun keberadaan BRGM memang banyak pembangunan yang telah dilakukan. Namun kita tidak boleh hanya mengejar kuantitas melainkan kualitas. Karena itu perlu dilakukan evaluasi menyusul banyaknya kegagalan program di lapangan," tegasnya.
Andi mencontoh sejumlah program pembangunan skat kanal dan sumur bor di Kalsel yang sudah tidak lagi berfungsi. Ataupun program revitalisasi ekonomi masyarakat sekitar gambut yang tidak berjalan sesuai harapan. Demikian juga program revegetasi melalui pembagian bibit dan
penanaman dinilai gagal.
Menanggapi hal ini, Ketua Pokja Teknik Restorasi Gambut dan Mangrove, BRGM, Agus Yasin, mengatakan sejauh ini pihaknya telah melakukan evaluasi terkait program pembangunan yang dilakukan di sejumlah daerah. "Evaluasi sudah berjalan di sejumlah provinsi dan nantinya akan masuk ke Kalsel. BRGM melakukan akan evaluasi secara terbuka," ungkapnya.
Baca Juga: Pertanian Lahan Gambut Berpotensi Besar untuk Dikembangkan
Secara keseluruhan tercatat sejak 2016 di Kalsel sudah dibangun sedikitnya 579 sumur bor dan 246 skat kanal serta 20 program revitalisasi ekonomi masyarakat berupa kegiatan usaha masyarakat desa.
Berdasarkan data KHG, luas lahan gambut dan rawa di wilayah ini seluas 382.271 hektare. Luas lahan gambut mencapai 235.561 hektare dimana 80 persen berada di areal konsesi perkebunan. Sementara target restorasi gambut yang dilaksanakan BRGM di Kalsel seluas 22 ribu hektare.
Pada bagian lain, kawasan lahan gambut di sekitar bandara internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalsel yang ditetapkan sebagai KHG Sungai Maluka - Sungai Martapura menjadi prioritas kebijakan restorasi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).
KHG Maluka-Martapura meliputi wilayah Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru dengan luasan KHG diperkirakan mencapai 90 ribu hektare. Kepala BPBD Kalsel, R Suria Fadliansyah, mengatakan salah satu areal yang rawan karhutla di Kalsel
adalah kawasan gambut sekitar bandara Syamsudin Noor Banjarbaru. (OL-13)
Baca Juga: Walhi Minta Pemerintah Evaluasi Program Rehabilitasi Mangrove
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
1.000 pohon mangrove yang disiapkan oleh PT Position ini bertujuan untuk menahan abrasi pantai, mengurangi dampak gelombang laut, serta meminimalisasi risiko bencana.
Salah satu temuan krusial tim adalah ancaman sampah kiriman dari hulu sungai saat curah hujan tinggi. Masalah ini menjadi hambatan serius bagi pertumbuhan bibit mangrove baru.
Para petambak di pesisir mengikuti pelatihan Field School dengan 15 modul pembelajaran mulai dari pemetaan ekosistem hingga perencanaan usaha aquaculture.
Hingga saat ini, PGN Saka telah menanam 70.000 mangrove, melampaui target KPI yang telah ditetapkan.
SELALU ada pilu yang membuat lutut gemetar tiap mendengar ramalan ilmuwan tentang dunia yang makin kerontang.
Keberhasilan Indonesia mencapai target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 sangat bergantung pada percepatan restorasi gambut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Data historis menunjukkan bahwa emisi gas rumah kaca (GRK) dari lahan gambut serta kebakaran hutan masih menjadi kontributor utama peningkatan emisi nasional.
Kolaborasi antara IPB University dengan Kyoto University bertujuan meningkatkan peran masyarakat sebagai ujung tombak dalam penuntasan masalah gambut yang masih berkelindan di tanah air,
Kubah gambut merupakan sumber air yang sangat penting bagi kesehatan tanah di sekitarnya, terutama saat musim kemarau.
Buruknya perlakuan terhadap ekosistem gambut pun menyebabkan kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ikut meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved