Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
KRISIS iklim dan kenaikan muka air laut menjadi tantangan nyata bagi kota-kota pesisir, termasuk Jakarta. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah konkret dengan menggelar penanaman 10.000 bibit mangrove secara serentak di empat titik pesisir pada Jumat (1/8/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia.
Mangrove dipilih sebagai solusi berbasis alam (nature-based solution) yang dinilai efektif untuk menahan abrasi, memperkuat sabuk hijau pantai, serta memperluas ruang terbuka hijau (RTH) kota.
Sebagai informasi, empat titik lokais penanaman, yakni Hutan Lindung Angke Kapuk, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Rusun Marunda, dan Kawasan Pelabuhan PT Karya Citra Nusantara (KCN).
“Total ada 10.000 bibit mangrove yang ditanam serentak di empat lokasi tersebut,” kata Sekretaris Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Rudy Syahrul, di kawasan pelabuhan PT KCN, Marunda.
Rudy menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah pesisir Jakarta. Tak hanya untuk memperingati Hari Mangrove Sedunia, kegiatan ini juga mendukung target tahunan Pemprov DKI Jakarta untuk merehabilitasi garis pantai sepanjang minimal 1 kilometer setiap tahun.

Komitmen menuju kota berketahanan iklim
Ketua Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga, menegaskan bahwa program penanaman mangrove merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemprov untuk menjadikan Jakarta sebagai kota adaptif terhadap perubahan iklim.
“Ini adalah langkah serius yang menunjukkan komitmen gubernur, Pemprov DKI, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Harapannya, penanaman seperti ini tidak hanya dilakukan saat seremoni, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan sepanjang tahun,” jelas Nirwono.
Ia menambahkan bahwa dari total panjang tepi pantai Jakarta yang mencapai 3,2 kilometer, target penanaman 1 kilometer mangrove per tahun sangat relevan untuk memperkuat ekosistem pesisir dan mencegah dampak buruk abrasi di masa depan.

Kolaborasi lintas sektor
Salah satu bentuk nyata kolaborasi lintas sektor terlihat dari keterlibatan PT Karya Citra Nusantara (KCN), yang turut memfasilitasi kegiatan penanaman di area pelabuhan Marunda.
Direktur Utama PT KCN, Widodo Setiadi, mengungkapkan bahwa perusahaannya telah menjalankan program konservasi mangrove sejak 2018 dan menargetkan penanaman hingga 4 kilometer hingga 2027.
“Penanaman kali ini merupakan bagian dari tahap kedua konservasi kami, yang menargetkan 600 meter tambahan. Kami berharap, upaya ini bisa mendukung target tahunan pemerintah sekaligus memperkuat sabuk hijau pesisir Jakarta,” ujar Widodo.
Pada kesempatan tersebut, KCN bersama Pemprov DKI Jakarta dan masyarakat menanam sekitar 3.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata di area pelabuhan.
Dalam kesempatan itu, Widodo menekankan pentingnya kolaborasi semacam ini sebagai bentuk kontribusi dunia usaha dalam menciptakan kawasan industri yang ramah lingkungan.
Selain melibatkan mitra swasta dan pemerintah, kegiatan tersebut juga mengajak masyarakat umum, pelajar, dan relawan untuk turut menanam dan merawat mangrove. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi lingkungan, khususnya kepada generasi muda. (RO)
Berbeda dengan aksi penanaman biasa, program ini mencakup pendampingan nursery (pembibitan) bagi masyarakat lokal.
Kementerian Kehutanan terus memperkuat rehabilitasi ekosistem mangrove di kawasan pesisir melalui Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).
Direktorat Rehabilitasi Mangrove memperkuat upaya membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pelibatan generasi muda lewat program Mangrove Goes To School (MGTS).
Dari perairan yang sempat minim kehidupan, terumbu karang kini kembali berwarna dan mangrove tumbuh semakin kokoh di pesisir Desa One Ete dan Pulau Bapa, Kabupaten Morowali. Rehabilitasi
Program ini bertujuan untuk mendorong kepedulian dan aksi nyata terhadap lingkungan agar tercipta masa depan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan layak bagi generasi mendatang.
Para peserta Mangrove Impact Fellowship tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung aplikasi teknologi dalam konservasi melalui peluncuran Platform Mandara milik KLHK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved