Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Kolaborasi Hengjaya Mineralindo dan Warga Pulihkan Pesisir Morowali, Biota Laut kembali Muncul

Despian Nurhidayat
28/2/2026 09:28
Kolaborasi Hengjaya Mineralindo dan Warga Pulihkan Pesisir Morowali, Biota Laut kembali Muncul
ilustrasi(Hengjaya Mineralindo )

Dari perairan yang sempat minim kehidupan, terumbu karang kini kembali berwarna dan mangrove tumbuh semakin kokoh di pesisir Desa One Ete dan Pulau Bapa, Kabupaten Morowali. Rehabilitasi yang dijalankan Hengjaya Mineralindo bersama masyarakat dan Universitas Halu Oleo menunjukkan hasil nyata, ditandai dengan peningkatan tutupan ekosistem dan kembalinya beragam biota laut.

Dalam program rehabilitasi terumbu karang, perusahaan telah memasang 8.644 unit karang transplan menggunakan metode Triangle Patch Reef (TPR), media ban bekas, dan Mini Artificial Reef (MAR). Hasil pemantauan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup karang berada di kisaran 70%-80%. Metode TPR dan media ban bekas mencatat hasil terbaik dengan tingkat keberhasilan hingga sekitar 80%.

Dibandingkan dengan kondisi pada 2024, ketika area transplantasi masih didominasi oleh substrat kosong dan minimnya bioindikator, kondisi terumbu karang saat ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Karang yang bertahan memperlihatkan pertumbuhan cabang hingga sekitar 90 persen dari ukuran awal fragmen, dengan warna karang yang lebih cerah sebagai indikator kondisi fisiologis yang sehat.

Mining Sustainability Hengjaya Mineralindo, Oktsyavitto Adhitya, menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam pengelolaan lingkungan pesisir.

“Pertumbuhan terumbu karang dan mangrove yang kami capai menunjukkan bahwa rehabilitasi pesisir bukan sekadar aktivitas lingkungan, tetapi bagian dari komitmen keberlanjutan jangka panjang kami. Melalui kolaborasi dengan masyarakat dan Universitas Halu Oleo, kami memastikan bahwa pemulihan ekosistem berjalan seiring dengan perlindungan keanekaragaman hayati, penguatan ketahanan pesisir, serta penciptaan nilai lingkungan dan sosial bagi masyarakat sekitar,” ujarnya dilansir dari keterangan resmi, Sabtu (28/2). 

Seiring pertumbuhan karang, keanekaragaman biota laut ikut meningkat. Lebih dari 20 spesies ikan karang teridentifikasi, disertai temuan bintang laut, karang lunak, dan nudibranch. Hal ini menunjukkan bahwa terumbu karang mulai kembali berfungsi sebagai habitat alami.

Di ekosistem mangrove Desa One Ete, rehabilitasi difokuskan pada Rhizophora apiculata. Dari 6.000 bibit yang ditanam, 5.425 pohon bertahan hidup atau setara 90,4 persen. Pertumbuhan mangrove juga stabil dengan tinggi rata-rata lebih dari satu meter. Kehadiran kepiting, keong mangrove, dan ikan mudskipper menjadi indikator bahwa kawasan ini kembali menjalankan fungsi ekologisnya sebagai habitat pesisir dan area asuhan biota laut.

Masudin selaku Kepala Desa One Ete menyampaikan bahwa rehabilitasi pesisir memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat desa.

“Kami melihat langsung perubahan di wilayah pesisir Desa One Ete. Terumbu karang mulai kembali menjadi habitat ikan, dan mangrove yang ditanam tumbuh dengan baik. Upaya rehabilitasi ini penting tidak hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga untuk keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Desa One Ete kini mulai dikenal sebagai contoh keberhasilan rehabilitasi pesisir di Kecamatan Bungku Pesisir.

“Kami bangga Desa One Ete bisa menjadi contoh bahwa rehabilitasi pesisir dapat berhasil jika dikerjakan bersama dan dilakukan secara konsisten. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga lingkungan,” katanya.

Sejalan dengan pandangan masyarakat tersebut, Hengjaya Mineralindo menegaskan bahwa rehabilitasi pesisir merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan jangka panjang perusahaan. Upaya pemulihan ekosistem dilakukan secara terukur dan bertahap, dengan memastikan manfaat lingkungan berjalan seiring dengan manfaat sosial bagi masyarakat.

Ke depan, rehabilitasi terumbu karang dan mangrove akan terus dilanjutkan untuk memperkuat ketahanan pesisir serta memastikan manfaat ekologis jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah Morowali. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya