Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

DLH DKI Angkut 137 Ton Sampah dari Pesisir Muara Baru

Mohamad Farhan Zhuhri
19/1/2026 14:10
DLH DKI Angkut 137 Ton Sampah dari Pesisir Muara Baru
Ilustrasi pengangkutan sampah(ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

DINAS Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengangkut 137 ton sampah dari kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara. Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, pengangkutan sampah dilakukan bertahap dengan peningkatan intensitas setiap hari. 

Pada hari pertama, petugas mengangkut 35 ton sampah. Jumlah itu bertambah 25 ton pada hari kedua, dan melonjak signifikan menjadi 77 ton pada hari ketiga, Minggu (18/1).

“Pada hari ketiga, kami memperkuat penanganan dengan mengerahkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh truk sampah tipe kecil, enam truk tipe besar, dua unit excavator, serta dua perahu karet,” kata Asep melalui keterangannya, Senin (19/1).

Selain armada dan personel, DLH juga menurunkan berbagai peralatan pendukung, mulai dari alat pelindung diri (APD), serokan sampah, cangkrang, hingga kontainer sampah. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses pengumpulan dan pemuatan sampah dari area pesisir ke armada angkut.

Asep menjelaskan, DLH menerapkan metode khusus berupa pemasangan sekatan dari material High-Density Polyethylene (HDPE) dan bambu. Sekatan tersebut berfungsi menahan pergerakan sampah agar tidak menyebar ke perairan yang lebih luas, sekaligus mempermudah proses pengangkutan.

“Ke depan, sekatan akan kami perkuat secara lebih permanen di seluruh zona. Kami juga menyiapkan armada cadangan, terutama saat intensitas hujan meningkat,” ujarnya.

Ia menargetkan sterilisasi kawasan Muara Baru dapat diselesaikan dalam lima hari. Total sampah yang diangkut diperkirakan akan melebihi 200 ton sejak hari pertama penanganan.

Asep pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke badan air dan kawasan pesisir. Menurutnya, sampah laut tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga memperberat upaya penanganan serta berpotensi menimbulkan dampak lanjutan.

“Menjaga kebersihan perairan adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberlanjutan lingkungan pesisir Jakarta,” tukasnya.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik