Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) terus memperkuat rehabilitasi ekosistem mangrove di kawasan pesisir melalui Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).
Direktur Rehabilitasi Mangrove PDASRH, Nikolas Nugroho Surjobasuindro, menegaskan rehabilitasi mangrove perlu dilakukan dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek ekologis, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan penghidupan masyarakat pesisir.
“Rehabilitasi mangrove tidak hanya bertujuan memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan. Pendekatan silvofishery memungkinkan mangrove tumbuh kembali tanpa mengganggu kegiatan budidaya tambak masyarakat,” ujarnya.
Program M4CR di Kalimantan Utara yang didukung World Bank itu menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 5.579 hektare hingga akhir 2026. Tahapan awal dimulai melalui penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPKS) dengan 11 kelompok masyarakat di Kabupaten Bulungan dan Tana Tidung untuk penanaman mangrove di area tambak seluas 653 hektare.
Manager M4CR Kalimantan Utara mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah awal implementasi program di lapangan.
“Kami memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar teknis dan target luasan yang telah ditetapkan, dengan tetap memperhatikan kesiapan kelompok dan kondisi lokasi,” ujarnya.
Pendekatan silvofishery memungkinkan rehabilitasi dilakukan tanpa menghentikan aktivitas tambak masyarakat. Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mahakam Berau menilai pola tersebut mampu menjaga keseimbangan antara pemulihan lingkungan dan produktivitas ekonomi.
“Rehabilitasi mangrove dapat berjalan seiring dengan keberlanjutan usaha tambak. Mangrove tumbuh, dan kegiatan budidaya tetap berlangsung,” jelasnya.
Secara kumulatif, rehabilitasi mangrove di Kalimantan Utara telah mencapai 6.543 hektare dengan melibatkan 45 kelompok masyarakat dan 2.115 warga pesisir, serta penanaman lebih dari 5,6 juta bibit mangrove.
Di Kalimantan Timur, program difokuskan pada kawasan pesisir Delta Mahakam melalui integrasi rehabilitasi mangrove dan penguatan kapasitas masyarakat. Manager M4CR Kalimantan Timur, Asman Azis, menyebut program ini menunjukkan hasil nyata.
“Untuk tahun 2026 ini rencana target capaian M4CR Kalimantan Timur adalah penanaman 2.813 hektare di Kutai Kartanegara dan 262 hektare di Berau, sekolah lapang livelihood bagi 24 kelompok masyarakat, sekolah lapang silvofishery bagi 10 kelompok, serta penyaluran matching grant kepada 24 kelompok masyarakat,” kata Asman.
Manfaat program juga dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir. Ketua Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Pesona Wanita Pesisir Desa Saliki, Hj. Suliati, mengatakan bantuan matching grant membantu meningkatkan kapasitas usaha kelompoknya.
“Kami berterima kasih kepada M4CR yang telah memberikan bantuan modal sebesar 150 juta rupiah untuk usaha kelompok kami. Bantuan tersebut kami gunakan untuk merenovasi rumah produksi dan membeli peralatan untuk menunjang produksi olahan udang,” tuturnya.
Melalui pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan kepentingan ekologi dan ekonomi, program M4CR diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekosistem mangrove sekaligus memperkuat ketahanan pesisir dan kesejahteraan masyarakat. (E-3)
Direktorat Rehabilitasi Mangrove memperkuat upaya membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pelibatan generasi muda lewat program Mangrove Goes To School (MGTS).
Dari perairan yang sempat minim kehidupan, terumbu karang kini kembali berwarna dan mangrove tumbuh semakin kokoh di pesisir Desa One Ete dan Pulau Bapa, Kabupaten Morowali. Rehabilitasi
Program ini bertujuan untuk mendorong kepedulian dan aksi nyata terhadap lingkungan agar tercipta masa depan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan layak bagi generasi mendatang.
Para peserta Mangrove Impact Fellowship tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung aplikasi teknologi dalam konservasi melalui peluncuran Platform Mandara milik KLHK.
Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) menggelar rakornas Kelompok Kerja Mangrove Daerah 2026.
Direktorat Rehabilitasi Mangrove memperkuat upaya membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pelibatan generasi muda lewat program Mangrove Goes To School (MGTS).
Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) menggelar rakornas Kelompok Kerja Mangrove Daerah 2026.
Selain untuk rehabilitasi mangrove, alat yang telah terdaftar sebagai paten sederhana sejak September 2025 ini juga dapat difungsikan untuk penanaman tanaman lumpur lainnya.
Kawasan hutan mangrove di pesisir Kelurahan Bungkutoko, Kendari, Sulawesi Tenggara,
Lewat program PLN Peduli, PLN menanam 72.400 mangrove di pesisir Semarang dan Demak untuk tanggulangi abrasi, dukung ketahanan pangan, dan wujudkan Net Zero Emissions.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved