Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang jatuh setiap tanggal 26 Juli, Taman Wisata Alam Angke Kapuk (TWA Angke Kapuk), Universitas Al-Azhar Indonesia dan Ikon Gadis Antariksa menggelar rangkaian peresmian Greenhouse Mangrove. Acara itu bertujuan untuk meningkatkan literasi publik mengenai pentingnya ekosistem mangrove dalam menjaga lingkungan pesisir, mitigasi perubahan iklim, serta pelestarian keanekaragaman hayati.
Indonesia, dengan lebih dari 3,6 juta hektare kawasan mangrove atau sekitar 20% dari total dunia, memegang peranan strategis dalam menjaga ekosistem pesisir global.
"Mangrove bukan hanya benteng alami penahan abrasi, pelindung pantai dari gelombang dan badai, melainkan juga penyerap karbon andal hingga empat kali lipat dibandingkan hutan daratan," ujar Direktur PT Murindra Karya Lestari, Pengelola Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Ken Savitri Ambarsari.
Mangrove berperan nyata dalam mitigasi perubahan iklim. Selain itu, mangrove menjadi habitat vital bagi berbagai fauna, termasuk burung, ikan, dan biota pesisir yang dilindungi, sekaligus menopang ekonomi masyarakat sekitar.
Namun, ancaman terhadap ekosistem ini terus meningkat, mulai dari konversi lahan, polusi, hingga perubahan iklim global. Untuk itu, Hari Mangrove Sedunia menjadi momentum penting mendorong kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, akademisi, komunitas, hingga sektor swasta.
TWA Angke Kapuk, sebagai salah satu ikon ekowisata dan konservasi mangrove di Jakarta, sangat mendukung kegiatan tersebut dengan menyediakan ruang aksi dan literasi publik yang inspiratif.
Melalui peresmian Greenhouse Mangrove, TWA Angke Kapuk, Universitas Al-Azhar Indonesia dan Ikon Gadis Antariksa menghadirkan edukasi berbasis sains mengenai manfaat ekosistem mangrove untuk pengendalian perubahan iklim, literasi interaktif dan tur ekosistem mangrove. (E-3)
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Kementerian Kehutanan bersama Food and Agriculture Organization (FAO) kembali menegaskan komitmen untuk mempererat kerja sama dalam mendukung pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.
Green SM mengajak 50 peserta untuk turut berpartisipasi yang terdiri dari pengguna, mitra pengemudi, hingga kreator konten ikut menanam mangrove.
Selain ikut pembibitan dan menanam, mereka juga bertanggungjawab menyiapkan perbekalan.
Tanamanan bakau berperan mencegah abrasi dengan menahan terjangan ombak, tetapi juga bakau bisa menciptakan ekosistem yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved