Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Kemenhut Dorong Keberlanjutan Hutan lewat Penguatan Kepemimpinan ASN Muda

Despian Nurhidayat
10/2/2026 20:47
Kemenhut Dorong Keberlanjutan Hutan lewat Penguatan Kepemimpinan ASN Muda
ASN muda Kemenhut diberikan pelatihan kepemimpinan.(Kemenhut)

Upaya menjaga keberlanjutan hutan dan mangrove Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan dan anggaran, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan aparatur negara. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Direktorat Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan menyelenggarakan Program Akselerasi Manajer Tata Kelola Hutan dan Mangrove Lestari (Matahari) Angkatan I, sebagai langkah strategis menyiapkan ASN muda yang adaptif, kolaboratif, dan siap memimpin pengelolaan hutan serta rehabilitasi mangrove di berbagai wilayah Indonesia.

Program Akselerasi Matahari dirancang untuk membekali ASN muda agar mampu bekerja lintas wilayah, lintas sektor, dan lintas unit kerja. Pendekatan ini dinilai krusial mengingat pengelolaan hutan dan mangrove bersifat masif serta tidak mengenal batas administratif.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan ekosistem mangrove terbesar di dunia, dengan luasan lebih dari 3,4 juta hektare atau sekitar 23% dari total mangrove global. Selain itu, tutupan hutan Indonesia mencapai 95,5 juta hektare, menjadikannya negara dengan hutan tropis terluas ketiga di dunia setelah Brasil dan Republik Demokratik Kongo. Skala pengelolaan yang besar tersebut menuntut kehadiran pemimpin muda yang memahami konteks lokal sekaligus mampu berkolaborasi secara nasional.

Program ini juga menjawab tantangan sektor kehutanan yang kini berada dalam situasi penuh ketidakpastian atau dikenal dengan TUNA (Turbulence, Uncertainty, Novelty, Ambiguity). Dalam kondisi tersebut, ASN tidak hanya dituntut memiliki keahlian teknis, tetapi juga kepemimpinan yang lincah, visioner, dan adaptif terhadap perubahan.

Sebanyak 80 ASN muda Kemenhut dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Program tersebut, dengan partisipasi perempuan mencapai lebih dari sepertiga jumlah peserta. Pelatihan berlangsung selama lima hari di Tangerang Selatan dengan total 42 jam pembelajaran. Materi yang diberikan mencakup pola pikir Zero State Budget (Zero APBN), kepemimpinan adaptif, peran sebagai ecosystem builder, penguatan tim yang tangguh, serta komunikasi efektif. Para peserta juga mendapat kesempatan berdialog langsung dengan pimpinan senior Kemenhut dan pakar konservasi.

Direktur Rehabilitasi Mangrove Kemenhut Nikolas Nugroho Surjobasuindro menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam menjaga kelestarian hutan dan mangrove.

“Keberlanjutan ekosistem hutan dan mangrove sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang mengelolanya. Kebijakan yang baik, regulasi yang kuat, dapat gagal apabila tidak ditopang kepemimpinan yang adaptif dan berintegritas,” ujar Nikolas.

Program Akselerasi Matahari merupakan inisiatif Direktorat Rehabilitasi Mangrove Kemenhut yang didukung oleh Proyek Mangroves for Coastal Resilience (M4CR). Melalui proyek ini, Kemenhut terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pengelola mangrove. Sepanjang 2024-2025, Proyek M4CR telah menanam sekitar 20,8 juta batang mangrove.

Hingga 2025, rehabilitasi mangrove melalui M4CR telah mencakup area seluas 15.574 hektare di empat provinsi prioritas, yakni Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Riau, dan Kalimantan Timur. Program Akselerasi Matahari diharapkan menjadi fondasi jangka panjang dalam menyiapkan pemimpin ASN muda yang mampu menjaga kelestarian hutan dan mangrove Indonesia di tengah dinamika perubahan global. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya