Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal PSI yang juga Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengajak para santri Pesantren Hidayatullah untuk terus mencintai dan menjaga hutan. Raja Antoni menyebut hal ini dilakukan dengan langkah nyata melalui gerakan menanam pohon.
Dalam acara silaturahmi dan buka bersama ini, Ketua umum DPP Hidayatullah ustadz Naspi Arsyad memberikan semangat kepada para santri agar tidak berhenti belajar. Ia mencontohkan Raja Antoni yang dulunya juga merupakan seorang santri, kini diberikan amanah sebagai Menteri Kehutanan di pemerintahan Prabowo Subianto.
Raja Antoni sendiri diketahui merupakan alumni Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat. Kepada para santri Hidayatullah, Raja Antoni secara khusus menitipkan pesan agar menjadikan kepedulian terhadap alam, hutan dan lingkungan sebagai ciri khas dari para santri,
“Saya berharap kepada adik-adik semua, kepada santri Hidayatullah untuk memiliki identitas yang kuat, yang membedakan santri Hidayatullah dan santri-santri pondok pesantren lainnya, yaitu bagaimana adik-adik melakukan bersih-bersih lingkungan, mencintai hutan dengan mulai banyak melakukan penanaman yang insyaallah juga akan ada hasilnya dan tentu akan baik untuk alam dan dunia kita,” ujar Raja Antoni, di Pesantresn Hidayatullah, Minggu (1/3).
Raja Antoni menegaskan bahwa Islam adalah agama yang sangat mencintai lingkungan hidup. “Agama Islam itu agama yang paling mencintai lingkungan hidup dan hutan. Tentang kebersihan adalah esensi dari mencintai lingkungan hidup. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang yang suka dengan kebersihan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak ayat Al-Qur’an yang memerintahkan umat Islam untuk menjaga bumi dan seluruh isinya. Menurutnya, merusak alam, termasuk melalui praktik ilegal seperti illegal mining dan illegal logging, bertentangan dengan ajaran agama.
“Dan kamu dilarang untuk merusak di muka bumi, apakah melalui illegal mining, illegal logging, karena sesungguhnya Allah telah menciptakan bumi ini dengan segala kesempurnaannya, dengan segala keseimbangannya,” tegasnya.
“Telah tampak kerusakan di muka bumi karena orang-orang yang buang sampah sembarangan, melakukan pembabatan hutan secara sembarangan, tidak peduli kepada kekayaan biodiversity keanekaragaman hayati kita, laut kita tercemar, kenapa? Karena ulah tangan-tangan manusia,” sambungnya.
Karena itu, ia berharap para santri memiliki identitas kuat sebagai generasi yang peduli alam. Ia mendorong agar para santri tidak hanya memahami ajaran tersebut secara teoritis, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Salah satu ciri muslim yang baik adalah muslim yang benar-benar mencintai dan melindungi alam,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Raja Antoni juga melakukan penanaman bersama dan menyerahkan bibit produktif sebanyak 1.015 batang kepada Ketua Yayasan. Bibit produktif tersebut terdiri dari Durian, Mangga, Jambu air, Jambu Kristal hingga Jeruk. (Cah/P-3)
Kementerian Kehutanan menargetkan pemulihan kawasan hutan seluas sekitar 80.978 hektare yang menjadi koridor gajah.
Kementerian Kehutanan terus memperkuat rehabilitasi ekosistem mangrove di kawasan pesisir melalui Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).
SELUAS 833 hektare lahan perhutanan sosial dibagikan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni kepada empat Kelompok Tani Hutan (KTH) di kawasan IKN.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Perpres 110/2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon untuk memperkuat tata kelola pasar karbon, pengendalian emisi.
Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) menggelar rakornas Kelompok Kerja Mangrove Daerah 2026.
Sekjen PSI sekaligus Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan ajaran Islam memiliki landasan teologis kuat untuk menjaga lingkungan dan hutan dalam perspektif ekoteologi.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan MenLH Hanif Faisol Nurofiq sepakat perkuat kolaborasi kampus dan pemerintah dalam pengelolaan sampah nasional.
Dalam satu tahun terakhir, Delonix Hotel Karawang menjalankan program keberlanjutan terstruktur yang mengacu pada kerangka kerja berbasis sains dari EarthCheck.
Di tengah tekanan deforestasi, perubahan iklim, dan tuntutan pasar terhadap komoditas berkelanjutan pemerintah dan pelaku usaha kehutanan mulai menggeser paradigma pengelolaan hutan.
Kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved