Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Peluang Gibran Maju di Pilpres 2029 Disebut Kecil

Khoerun Nadif Rahmat
08/2/2026 19:31
Peluang Gibran Maju di Pilpres 2029 Disebut Kecil
Perajin memasang pigura foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.(Dok. MI/Usman Iskandar)

PENGAMAT komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai peluang Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029 sangat kecil. Ia menilai hingga kini hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berpotensi mengusung Gibran.

“Meski pun dibantu penuh oleh Joko Widodo, peluang PSI untuk naik kelas masih sangat sulit. Kehadiran Jokowi tidak serta-merta mendongkrak elektabilitas PSI,” ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (8/2)

Ia menambahkan, ke depan Jokowi bukan lagi figur yang dapat diandalkan untuk mendulang suara besar. Berbagai persoalan yang menyeret namanya dinilai telah menggerus kepercayaan publik.

Di sisi lain, tokoh-tokoh PSI juga dinilai belum memiliki nilai jual politik yang kuat. Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan Ketua Harian Ahmad Ali disebut belum mampu mendongkrak elektabilitas partai secara signifikan.

Jika ambang batas parlemen (parliamentary threshold) tetap diberlakukan pada Pileg 2029, Jamiluddin menilai PSI berpotensi gagal masuk Senayan. Kondisi tersebut akan semakin menurunkan daya tawar PSI dalam mengusung calon presiden.

Ia juga menyoroti hasil survei yang menunjukkan elektabilitas Gibran masih rendah, bahkan berada di bawah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Situasi ini dinilai membuat partai-partai besar enggan mengusung Gibran.

“Tidak ada partai politik yang mau mengusung calon hanya untuk kalah,” tegasnya.

Menurut Jamiluddin, skenario Gibran tetap mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029 pun tidak mudah. Sejumlah partai koalisi berpotensi menolak, termasuk PAN yang telah menawarkan Ketua Umumnya Zulkifli Hasan, serta Partai Demokrat yang memiliki AHY dengan elektabilitas terus meningkat.

Bahkan, dari sisi internal Gerindra, penerimaan terhadap Gibran dinilai berisiko karena bisa membuka jalan bagi Gibran pada Pilpres 2034.

“Dalam kondisi tertentu, Gibran baru mungkin maju jika presidential threshold menjadi nol persen. Namun, kalau pun maju, besar kemungkinan hanya didukung PSI dan partai-partai kecil, sehingga peluang menangnya sangat kecil,” pungkas Jamiluddin. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya