Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa cuaca di Indonesia pada Rabu, 04 Desember 2024, akan didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Beberapa kota besar di pulau Jawa, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua diperkirakan akan menghadapi hujan, bahkan potensi hujan petir dan kilat di beberapa wilayah. Berikut adalah prakiraan cuaca untuk sejumlah kota besar di Indonesia.
Selain hujan, peningkatan kecepatan angin terpantau di beberapa wilayah, seperti Laut Cina Selatan, Samudra Hindia Barat Daya Sumatera, dan perairan Utara Papua.
Daerah-daerah ini berpotensi mengalami peningkatan kecepatan angin yang dapat mempengaruhi cuaca setempat.
Begitu juga dengan wilayah konvergensi angin yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, khususnya di sekitar sirkulasi siklonik.
BMKG juga memperkirakan bahwa suhu udara Indonesia berkisar antara 16°C hingga 33°C dengan kelembaban 60% hingga 99%. Kecepatan angin diprediksi antara 15 hingga 50 km/jam.
Gelombang laut di Indonesia diperkirakan cukup kondusif, dengan tinggi antara 0,5 hingga 2,5 meter.
Namun, waspadai gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter di perairan Selat Sunda hingga Banten dan di Samudra Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung. Selain itu, potensi banjir rob juga diwaspadai di pesisir Kepulauan Riau, Banten, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
BMKG menyarankan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca secara berkala, setiap 3 jam, melalui aplikasi BMKG yang dapat diunduh di Playstore maupun Appstore.
Pastikan untuk membawa perlengkapan cuaca dan berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah yang diperkirakan akan mengalami hujan disertai petir atau kilat. (YouTube BMKG/Z-10)
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Meski tidak ada makanan yang bisa menjadi obat instan, para ahli sepakat bahwa pola makan sehat berperan penting dalam menjaga dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang mengguyur seluruh wilayah Jakarta hari ini, 21 Januari 2026. Cek jadwal hujan dan suhu udara di sini.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved