Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis penyakit dalam konsultan endokrin dan metabolik Rulli Rosandi mengungkapkan bahwa gangguan kesehatan mental bisa memperburuk kondisi diabetes, penyakit kronis yang mempengaruhi bagaimana tubuh menggunakan insulin dan glukosa.
"Data dari IDF menyebutkan tiga dari empat orang yang diabetes itu (mengalami) anxiety (gangguan kecemasan), depresi terkait dengan diagnosisnya, empat dari lima itu burn out," kata Rulli, dikutip Jumat (15/11), merujuk pada data International Diabetes Federation.
"Jadi, kondisi mental itu bisa berpengaruh," lanjut dokter lulusan Universitas Brawijaya itu.
Rulli menjelaskan gangguan kesehatan mental seperti stres akan mendorong tubuh untuk memproduksi hormon kortisol.
Kerja hormon kortisol berlawanan dengan insulin, hormon yang membantu tubuh menggunakan glukosa untuk menghasilkan energi dan mengatur
kadar gula darah.
"Stres itu akan mengeluarkan hormon kortisol, cara kerja kortisol itu berlawanan dengan insulin. Jadi akan lebih menaikkan gula darahnya,
karena kortisolnya lebih tinggi," ujar Rulli.
Ketika stres, kortisol dilepaskan untuk membantu tubuh mengatasi tekanan dengan meningkatkan kadar glukosa darah.
Hormon ini merangsang hati untuk menghasilkan lebih banyak glukosa dan mengurangi sensitivitas sel terhadap insulin. Akibatnya, kadar gula darah akan meningkat.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan resistensi insulin, keadaan ketika tubuh kesulitan menggunakan insulin secara efektif.
Pada individu dengan diabetes tipe 2, stres kronis dan tingginya kadar kortisol akan memperburuk resistensi insulin.
Pada penderita diabetes tipe 1, yang tubuhnya tidak memproduksi insulin, stres dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang lebih ekstrem.
Rulli menjelaskan obat-obatan yang umum digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental, seperti obat antipsikotik, juga dapat
memperburuk kondisi diabetes.
"Kalau ada gangguan mental yang berat, kemudian minum obat-obat golongan antipsikotik, itu bisa menyebabkan gula darah yang tinggi," ungkap Rulli.
Oleh karena itu, ia mengatakan, pasien dengan gangguan kesehatan mental yang mengalami diabetes atau punya riwayat diabetes dalam keluarga sebaiknya berkonsultasi dengan psikiater mengenai pemilihan obat yang tepat.
"Pilih obat-obat antipsikotik yang relatif lebih baru, generasi baru, yang cenderung tidak menyebabkan peningkatan gula darah," pungkas Rulli. (Ant/Z-1)
Banyak orang merasa tertekan karena merasa harus selalu tampil sempurna di depan keluarga besar.
Laporan Kebahagiaan Dunia terbaru mengungkap dampak negatif algoritma TikTok dan Instagram pada mental pemuda.
Doja Cat buka suara soal diagnosis BPD yang diidapnya dan alasannya kerap membalas komentar pedas netizen di media sosial.
Analisis data selama 45 tahun mengungkap penggunaan ganja untuk depresi, kecemasan, hingga PTSD tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat.
Peneliti temukan pola otak unik pada pengidap ADHD. Otak pengidap ADHD sering mengalami episode "mirip tidur" meski sedang terjaga, yang memicu gangguan fokus.
Berdasarkan survei pada 2023 ditemukan bahwa sekitar 41% orang dewasa yang melakukan mudik mengalami gejala kecemasan (anxiety) serta depresi ringan hingga sedang selama periode perjalanan.
Jika depresi pada umumnya identik dengan kesedihan dan tangisan, pada pria gejalanya sering muncul dalam bentuk kemarahan, gampang tersinggung, hingga perilaku agresif.
Analisis data selama 45 tahun mengungkap penggunaan ganja untuk depresi, kecemasan, hingga PTSD tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026 menemukan indikasi masalah kesehatan jiwa pada hampir 10 persen anak di Indonesia.
Uji klinis terbaru menunjukkan terapi bertenaga DMT, zat aktif dalam ayahuasca,memberikan efek antidepresan cepat dan bertahan hingga 6 bulan bagi pasien depresi berat.
Riset James Cook University mengungkap olahraga efektif mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Temukan jenis latihan dan intensitas yang tepat untuk kesehatan mental.
Individu yang menggunakan chatbot AI setiap hari memiliki risiko sekitar 30% lebih tinggi mengalami depresi tingkat sedang atau lebih berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved