Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK penderita depresi kerap dicap sebagai pemalas, padahal kenyataannya jauh lebih kompleks dan menyakitkan.
Menurut Psikolog jebolan Universitas Indonesia, Ratih Zulhaqqi, depresi bukanlah sekadar 'tidak semangat', melainkan kondisi mental serius yang bahkan membuat aktivitas sederhana seperti bangun dari tempat tidur terasa mustahil.
"Orang depresi dalam kondisi relapse bisa sangat sulit untuk membuka mata, apalagi berinteraksi atau melakukan aktivitas," ujar Ratih, dikutip Senin (2/6).
Gejala seperti ingin terus tidur, menghindari interaksi sosial, mengurung diri, hingga tidak memiliki energi meski telah istirahat cukup
adalah hal nyata yang dialami para penderita, dan tidak jarang sulit dimengerti orang dengan kondisi mental yang sehat.
"Low energi (rendah energi) ini secara emosional, dan benar-benar rendah, yang membuat mereka tidak mampu melakukan hal sekecil apapun,
bahkan mengangkat tubuh untuk duduk saja seakan sangat terasa sulit, dan memang mereka harus dibantu profesional," jelas Ratih.
Ia menambahkan, penting bagi individu untuk mengembangkan coping mechanism, mekanisme pertahanan diri yang sehat, seperti regulasi emosi dan manajemen persepsi.
Selain itu, bantuan profesional psikolog atau psikiater melalui terapi seperti CBT (Cognitive Behavioral Therapy), seseorang dengan depresi dibantu belajar untuk menggeser cara pandang terhadap tekanan.
Namun, bagi mereka yang sedang mengalami fase berat depresi, mengembangkan pola pikir positif bukanlah perkara mudah. Itulah kenapa penting untuk tidak menghakimi. Ketika seseorang tampak 'malas', bisa jadi mereka sedang berjuang keras untuk bertahan hidup secara mental.
"Hal lain yang akhirnya membuat orang depresi dan pengidap masalah mental lainnya urung niat meminta pertolongan ke profesional adalah stigma negatif sosial, mereka akan dianggap gila, atau kurang iman," ungkap Ratih.
Penting bagi masyarakat untuk lebih memahami bahwa depresi bukan kemauan, melainkan kondisi medis yang membutuhkan empati dan dukungan, bukan penghakiman. Bantuan profesional sangat disarankan ketika gejala mulai muncul.
"Memang kalau depresi ini sudah kondisi medis, mengapa dia butuh obat karena memang butuh perbaikan di sistem otaknya, jadi bukan karena dia tidak bersyukur, depresi itu adalah gangguan psikologis dan kita tidak bisa menimbang-nimbang beranggapan hidup mereka sudah cukup hanya dari luarnya, misalnya dari segi finansial yang menurut kita baik, atau lain sebagainya," papar Ratih.
Selain berempati dengan sesama di lingkungan sosial, berempati dan tidak menyepelekan masalah mental juga diperlukan pada lingkungan profesional. (Ant/Z-1)
Kemampuan motorik berhubungan erat dengan pencapaian akademik, khususnya dalam berhitung dan membaca.
Temuan ini mengindikasikan bahwa varian gen tertentu yang cukup umum di masyarakat dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terserang ME/CFS.
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai seringnya ruang sidang DPR sepi jadi bukti malasnya anggota DPR dalam bekerja.
Zodiak pertama adalah Scorpio yang memiliki kepintaran alami. Mereka seakan sudah pintar dari lahir, karena tanpa belajar pun Scorpio bisa menjawab pertanyaan.
Susan Solomon, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan kepada AFP bahwa penelitian ini harus dilihat dari sudut pandang bahwa "beberapa tahun terakhir ini sangat tidak biasa".
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved