Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDUR yang berkepanjangan, atau yang dikenal sebagai oversleeping, semakin diakui sebagai salah satu indikasi paling signifikan yang terkait dengan depresi. Fenomena ini bukan hanya sekadar kebiasaan tidur yang berlebihan, melainkan merupakan bagian dari pola gangguan tidur yang rumit dan memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental.
Menurut berbagai studi medis, diperkirakan sekitar 15% orang yang mengalami depresi mengalami kondisi bernama hypersomnia. Ini adalah keadaan di mana seseorang tidur lebih dari 9 - 10 jam setiap hari secara teratur, tetapi tetap merasa lelah dan tidak segar setelah bangun.
Gejala ini sering kali tidak disadari oleh penderita atau dianggap sebagai cara bagi tubuh untuk pulih. Padahal, tidur yang berlebihan bisa memperburuk kondisi emosional dan fisik seseorang, terutama jika berlangsung dalam waktu lama tanpa perawatan yang tepat.
Selain itu, hypersomnia dalam konteks depresi sering muncul bersama dengan gejala lain, seperti kehilangan motivasi, perubahan nafsu makan, dan kesulitan fokus, yang semuanya meningkatkan kemungkinan adanya gangguan suasana hati yang lebih serius.
Kebiasaan tidur yang berlebihan bukan hanya merupakan gejala, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan depresi. Tidur dalam waktu lama dapat mengurangi energi, menambah rasa malas, serta meningkatkan perasaan terasing dan tidak berdaya. Selain itu, oversleeping dihubungkan dengan risiko yang lebih tinggi terhadap masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung, diabetes, bahkan kematian prematur.
Orang yang menderita depresi atipikal adalah kelompok yang paling sering mengalami hypersomnia. Mereka biasanya sensitif terhadap penolakan sosial dan mengalami perubahan suasana hati yang tidak stabil. Individu dengan gangguan afektif musiman (SAD) juga menunjukkan tanda-tanda tidur berlebihan, terutama pada musim dengan pencahayaan yang minim.
Gejala tidur yang berlebihan yang berlangsung selama dua minggu atau lebih perlu dicurigai sebagai indikasi awal adanya gangguan depresi. Banyak waktu yang dihabiskan di tempat tidur, disertai rasa tidak segar saat bangun, dapat menjadi tanda awal yang sering diabaikan.
Fenomena ini dapat terjadi di mana saja, baik di area perkotaan maupun pedesaan. Layanan kesehatan mental kini sudah tersedia di banyak fasilitas kesehatan, dan masyarakat diajak untuk mencari pertolongan profesional dengan cepat jika menyadari adanya perubahan pola tidur yang ekstrem.
Mengatasi depresi yang disertai tidur berlebihan meliputi terapi kognitif, penggunaan obat antidepresan, serta perubahan gaya hidup seperti menjaga rutinitas tidur yang teratur dan berolahraga secara teratur. Dalam beberapa kasus, terapi cahaya juga diterapkan, terutama bagi pasien yang mengalami gangguan musim. (health clevad clinic/healthline/Z-2)
Uji klinis terbaru menunjukkan terapi bertenaga DMT, zat aktif dalam ayahuasca,memberikan efek antidepresan cepat dan bertahan hingga 6 bulan bagi pasien depresi berat.
Riset James Cook University mengungkap olahraga efektif mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Temukan jenis latihan dan intensitas yang tepat untuk kesehatan mental.
Individu yang menggunakan chatbot AI setiap hari memiliki risiko sekitar 30% lebih tinggi mengalami depresi tingkat sedang atau lebih berat.
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di jagat maya menjadi pemicu utama kecemasan masyarakat saat ini.
Sifatnya yang non-invasif, tanpa obat, tanpa efek ketergantungan, dan tanpa downtime menjadi keunggulan terbesar Exomind.
Kepemilikan ponsel pintar pada remaja awal dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Reisa Broto Asmoro & Ustaz Akri Patrio ingatkan batasan sharing di medsos saat Ramadan agar tidak merusak mental dan pahala. Simak tips bijak bermedsos di sini.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Pelajari ciri-ciri stres fisik, psikologis, dan perilaku serta cara efektif menanggulanginya melalui koping proaktif, mindfulness, olahraga, dan intervensi sosial.
Menggabungkan pendekatan neurosains (neuroplastisitas) dengan strategi praktis menghadapi "AI Fatigue" yang menjadi tren kesehatan di tahun 2026.
Banyak orang, baik penyintas maupun relawan, cenderung mengabaikan kondisi mental mereka sendiri karena fokus utama tersita untuk menolong keluarga atau memenuhi kebutuhan dasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved