Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Perwakilan Rakyat atau DPR RI mengadakan rapat paripurna ke-20 masa persidangan ke-V tahun sidang 2023-2024, Kamis (4/7). Ada 64 anggota DPR menghadiri rapat tersebut.
Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel, menyebut rapat dihadiri 64 orang dari 575 anggota DPR RI dan dihadiri oleh anggota seluruh fraksi.
Menanggapi itu, Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai seringnya ruang sidang DPR sepi jadi bukti malasnya anggota DPR dalam bekerja.
Baca juga : Formappi: Revisi UU MK Ekspresi Ketidaknyamanan DPR RI
“Kerapnya ruang sidang DPR dilanda kesepian sesungguhnya potret telanjang soal malasnya anggota DPR bekerja. Ngga cuma malas sih, santai, minim tanggung jawab,” tegas Lucius kepada Media Indonesia, Kamis (4/6).
“Kemalasan, kesantaian yang melanda anggota DPR terkonfirmasi juga dari kinerja mereka yang kedodoran,” ungkapnya.
Dari 259 RUU Prolegnas, kata Lucius, sekitar 25 RUU yang disahkan sepanjang 5 tahun ini. Lucius menilai pengawasan yang dilakukan DPR hanya basa basi dan fungsi anggaran terlihat sekedar formalitas.
Baca juga : Ketua DPR Puan Maharani Dinilai tidak Mampu Tingkatkan Jumlah Kehadiran Anggotanya saat Rapat
Menurutnya, mental malas anggota DPR sulit dipahami karena dengan pendapatan mereka yang tinggi seharusnya tak ada alasan untuk malas menghadiri rapat.
“Sayangnya kemalasan plus rendahnya tanggung jawab membuat kritik terhadap kemalasan anggota hanya jadi angin lalu saja,” ujar Lucius.
Sebagai orang terhormat, lanjut Lucius, seharusnya anggota DPR tak lagi bekerja karena ditakuti aturan.
Baca juga : Formappi Minta agar Parlemen tidak Grusa-grusu Revisi UU MD3
Anggota DPR seharusnya bekerja karena rasa tanggungjawab bukan karena diharuskan oleh aturan.
“Jadi karena enggak ada sanksi, anggota DPR nampak merasa kelalaian menghadiri rapat sesuatu yang normal-normal saja,” tegasnya.
Lucius membeberkan hal lain yang menjelaskan rendahnya tingkat kehadiran anggota di rapat paripurna. Lucius mengemukakan hal itu karena proses pengambilan keputusan di DPR sekarang ini hanya sampai pada persyaratan dukungan fraksi.
“Jika kalau saksi sudah setuju dan memenuhi syarat dari sisi jumlah, ya sudah, pimpinan rapat langsung mengetuk palu. Jadi anggota DPR merasa sia-sia menghadiri rapat jika hanya untuk duduk manis saja,” terangnya. (Ykb/Z-7)
Lucius menngungkapkan, banyak catatan kritis yang disampaikan masyarakat tidak masuk dalam draf final.
Formappi menyoroti keputusan DPR RI yang mengesakan RUU Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP menjadi undang-undang di tengah penolakan masyarakat.
PENELITI Formappi Lucius Karus merespons pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani yang menyebut seharusnya DPR lebih sibuk membicarakan kepentingan rakyat.
Formappi menuding Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tidak dicantumkannya latar belakang pendidikan oleh 211 anggota DPR RI terpilih
Lucius Karus menilai gaji anggota DPR masih tinggi. Meskipun sejumlah tunjangan telah dipangkas dan take home pay menjadi Rp65 juta.
pernyataan wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad soal masa pemberian tunjangan perumahan anggota DPR diharapkan bukan sekadar untuk menenangkan publik.
Kemampuan motorik berhubungan erat dengan pencapaian akademik, khususnya dalam berhitung dan membaca.
Temuan ini mengindikasikan bahwa varian gen tertentu yang cukup umum di masyarakat dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terserang ME/CFS.
Orang depresi dalam kondisi relapse bisa sangat sulit untuk membuka mata, apalagi berinteraksi atau melakukan aktivitas.
Zodiak pertama adalah Scorpio yang memiliki kepintaran alami. Mereka seakan sudah pintar dari lahir, karena tanpa belajar pun Scorpio bisa menjawab pertanyaan.
Susan Solomon, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan kepada AFP bahwa penelitian ini harus dilihat dari sudut pandang bahwa "beberapa tahun terakhir ini sangat tidak biasa".
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved