Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus merespons pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani yang menyebut seharusnya DPR lebih sibuk membicarakan kepentingan rakyat. Lucius menilai pernyataan merupakan sebuah harapan yang tak berujung di DPR. Ia mengatakan harapan itu terus disuarakan tapi faktanya berbanding terbalik.
"Jadi kita anggap saja Puan sedang menyampaikan harapan bagi DPR. Dan karena sebuah harapan, ya kita tidak bisa menyalahkan Puan," kata Lucius melalui keterangannya, Kamis (2/10).
Lucius mengatakan jika DPR sungguh berbicara tentang kepentingan rakyat, maka buktinya mesti terlihat dari produksi legislasi yang dibutuhkan rakyat. Ia mengatakan daftar rancangan undang-undang (RUU) yang dibutuhkan rakyat itu sudah ditetapkan dalam Daftar RUU Prioritas Tahunan. RUU-RUU Prioritas itu harus sesuai namanya menjadi target Prioritas DPR untuk diselesaikan karena rakyat sangat membutuhkannya.
Sayangnya, kata ia, DPR lebih sibuk merevisi Daftar RUU Prioritas Tahunan ketimbang menyelesaikan RUU-RUU yang sudah terdaftar di dalamnya.
"Lihat saja Daftar Prioritas Tahun 2025 yang semula ditetapkan sebanyak 41 RUU pada akhir November 2024. Pada Februari 2025 Daftar berubah menjadi 42 RUU. Tambahan 1 RUU yaitu revisi UU TNI jelas bukan kebutuhan prioritas rakyat. Dan parahnya yang tidak dibutuhkan rakyat ini yang justru paling pertama disahkan, walau masuk daftar sebagai yang terakhir," katanya
"Jelas kan? Daftar Prolegnas Prioritas berubah bukan untuk menjawab kebutuhan prioritas rakyat," katanya.
Lebih lanjut, Lucius menyoroti fungsi pengawasan yang dilakukan DPR. Ia menyoroti pernyataan Puan tentang banyak aspirasi yang masuk dari publik. Akan tetapi, tak ada penjelasan berapa banyak aspirasi yang berhasil diperjuangkan.
Sebelumnya, Puan menyatakan DPR sebagai wakil rakyat bukan justru sibuk membicarakan diri sendiri. Dedikasi anggota DPR, kata Puan, menuntut pengorbanan waktu, tenaga, bahkan kepentingan pribadi demi menjalankan tugas konstitusional. “Dengan penuh kerendahan hati, atas nama seluruh anggota dan pimpinan DPR RI, kami meminta maaf kepada rakyat Indonesia apabila belum sepenuhnya dapat menjalankan tugas secara sempurna. Setiap kritik dan masukan akan menjadi pendorong bagi kami untuk bertransformasi lebih baik dalam memenuhi amanat rakyat,” ungkapnya. (H-3)
Sebabnya, dalam sistem pemerintahan, anggota DPR dan DPRD memiliki tugas pokok sebagai regulator, legislator, sekaligus pengawas kebijakan.
pernyataan wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad soal masa pemberian tunjangan perumahan anggota DPR diharapkan bukan sekadar untuk menenangkan publik.
Lucius menghitung dengan total pemasukan lebih dari 100 juta, hal itu menandakan bahwa anggota DPR setiap hari akan dibayar minimal Rp 3 juta.
Siapa Sudewo? Simak profil Bupati Pati yang dilantik pada 2025, lengkap dengan biodata, karier politik, dan perjalanan menuju kursi kepala daerah.
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memastikan mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Wakil Ketua Komisi V DPR RI mendesak Kemenhub melakukan audit soal insiden hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT di wilayah Maros
Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 13.17 WITA, dan hingga kini proses pencarian serta verifikasi masih dilakukan oleh Basarnas, TNI/Polri
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta mengatakan inisiatif pemerintah menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved