Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DOSEN Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Bambang Wispriyono, mengatakan kualitas udara dalam ruang, khususnya ruang kelas, berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental siswa. Udara yang tercemar atau polusi udara di kelas dapat memicu terjadinya gangguan pernapasan, alergi, hingga penurunan rentang konsentrasi para siswa.
Kondisi udara yang baik membantu proses belajar mengajar menjadi lebih nyaman dan produktif. Dengan begitu diharapkan pencapaian akademik siswa bisa dicapai dengan lebih maksimal.
Bambang menjelaskan polusi udara telah menjadi isu kritis yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan lintas wilayah. Sebagai masalah global yang tidak mengenal batas geografis, polusi udara menyusup hingga ke tempat-tempat yang seharusnya menjadi ruang aman, termasuk sekolah.
"Dampak yang dirasakan ini mendorong perlunya tindakan segera untuk menciptakan ruang belajar yang sehat dan aman. Langkah-langkah preventif dalam menanggulangi polusi udara dalam ruangan menjadi semakin mendesak, sejalan dengan Target Sustainable Development Goals (SDG) 3.9.1, yaitu mengurangi kematian dan penyakit yang disebabkan oleh polusi udara," kata Bambang dalam kegiatan pengabdian masyarakat di SDIT Al Fatih, Cipayung, Depok.
Bambang mengatakan edukasi pada semua pihak, khususnya pihak sekolah untuk selalu aktif memantau kualitas udara di dalam kelas harus terus digaungkan. Salah satu hal bisa dilakukan adalah dengan menggunakan alat pengukur kualitas udara.
Beberapa hal juga bisa dilakukan untuk mencegah kualitas udara di ruangan kelas menurun. Misalnya dengan cara yang paling sederhana, yakni membuka jendela dan disiplin menjalankan piket.
"Harapan dijalankan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran akan pentingnya kualitas udara dalam ruang dan salah satu langkah awal untuk menciptakan kebiasaan menjaga kebersihan udara," katanya. (Z-9)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Riset Northwestern University ungkap asap kayu di rumah menyumbang 20% polusi mematikan di AS.
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Studi terbaru mengungkap bayi lahir tahun 2003-2006 terpapar lebih banyak zat kimia PFAS daripada dugaan semula.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama organisasi profesi dan akademisi menyoroti mutasi dan pemberhentian empat dokter spesialis anak yang dinilai tidak berdasar.
MULAI 2027 atau tahun depan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan vaksin human papillomavirus atau vaksin HPV untuk anak laki-laki usia 11 tahun.
Peneliti ungkap tanaman pangan seperti pisang dan kakao di wilayah bekas bencana tambang Brasil serap logam berat beracun. Anak-anak di bawah enam tahun paling berisiko.
Studi JAMA Pediatrics mengungkap 1 dari 20 anak berisiko alergi makanan pada usia 6 tahun. Faktor genetik, lingkungan, hingga pola makan awal jadi pemicu utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved