Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BEGADANG adalah kebiasaan yang melibatkan terjaga atau tidak tidur pada malam hari, sering kali untuk menyelesaikan pekerjaan, belajar, atau beraktivitas lainnya.
Meskipun kadang diperlukan dalam situasi tertentu, begadang secara teratur dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.
Sering begadang dapat membawa berbagai dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental.
Baca juga : Catat! Ini 4 Dampak jika Keseringan Tidur Larut Malam
Kurang tidur secara teratur dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi, seperti flu dan penyakit lainnya. Tidur yang cukup membantu tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak dan melawan infeksi.
Begadang secara berkepanjangan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi (tekanan darah tinggi), serangan jantung, dan stroke. Tidur yang tidak cukup dapat memicu peradangan dan tekanan darah yang tidak stabil.
Begadang seringkali dikaitkan dengan pola makan yang buruk, seperti keinginan makan makanan tinggi kalori dan gula. Kurang tidur juga mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan, seperti leptin dan ghrelin, sehingga orang cenderung makan lebih banyak.
Baca juga : Ingin Bahagia? Pastikan Waktu Tidur Mencukupi
Begadang dapat memicu gangguan suasana hati seperti kecemasan dan depresi. Tidur yang tidak cukup mengganggu keseimbangan kimia di otak, membuat seseorang lebih mudah merasa stres, cemas, atau mengalami perubahan suasana hati yang tiba-tiba.
Kurang tidur mengganggu kemampuan otak untuk berkonsentrasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan dengan baik. Ini juga mempengaruhi daya ingat jangka pendek dan jangka panjang, sehingga membuat seseorang lebih sulit belajar atau mengingat informasi.
Begadang dan tidur yang kurang dapat memengaruhi metabolisme glukosa dalam tubuh, yang pada akhirnya meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2. Kurang tidur dapat mengganggu proses pengaturan gula darah oleh tubuh.
Baca juga : Gemar Begadang Saat Muda Bisa Picu Pikun di Usia Tua
Sering begadang dapat mempercepat proses penuaan pada kulit. Kurang tidur menyebabkan stres oksidatif dan memperlambat regenerasi sel, yang mengakibatkan munculnya tanda-tanda penuaan seperti keriput, lingkaran hitam di bawah mata, dan kulit yang kusam.
Begadang dapat menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang hari, yang sangat berbahaya, terutama saat mengemudi atau melakukan aktivitas yang memerlukan konsentrasi tinggi. Kekurangan tidur meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan kerja karena penurunan reaksi dan kewaspadaan.
Untuk menjaga kesehatan jangka panjang, sangat penting untuk memiliki pola tidur yang teratur dan cukup tidur setiap malam, yaitu sekitar 7-9 jam untuk orang dewasa. (Z-12)
Akibatnya, tubuh kehilangan waktu pemulihan, yang bisa berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan konsentrasi jika dilakukan terlalu sering.
Begadang tidak dianjurkan jika dilakukan terlalu sering, karena dapat mengganggu ritme biologis dan berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental
begadang membuat durasi dan kualitas tidur berkurang, sehingga tubuh tidak mendapat waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan energi dan memperbaiki sel.
Agar tidak begadang, coba tidur dan bangun di jam yang sama, kurangi layar gadget sebelum tidur, hindari kafein malam hari, serta ciptakan suasana kamar yang nyaman.
Secara umum, begadang membuat tubuh kehilangan waktu istirahat yang cukup, sehingga dapat berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan produktivitas jika dilakukan terlalu sering.
Biasanya, alasan begadang untuk belajar atau bekerja sampai larut, menonton film, bermain game, atau main HP terlalu lama, insomnia atau masalah tidur lainnya, stres dan overthinking
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Makan pada saat sahur adalah kunci energi selama puasa.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
PADA Senin, 2 Februari 2026, dibentuk Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (FOPKKI) sebagai forum koordinasi dan komunikasi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved